Vegalta Sendai: Bermain Demi Kebanggaan Wilayah Tohoku




Dukungan para suporter yang luar biasa selalu menjadi keuntungan tersendiri untuk Vegalta Sendai

Setelah tiga musim berturut-turut selalu ada di papan bawah klasemen, musim ini Vegalta Sendai mencoba membuktikan bahwa mereka bisa bersaing di papan atas layaknya pada musim 2012 lalu dimana mereka bisa menjadi runner up.

Profile

Tohoku Electric Power Soccer Division yang didirikan pada tahun 1988 merupakan nama awal dari Vegalta Sendai, dan ketika memasuki tahun 1994 berubah nama menjadi Brummell Sendai dengan tujuan bisa menjadi klub J.League pertama yang berasal dari wilayah Tohoku.

Hanya semusim bermain di Tohoku’s Shakaijin Leagues, Brummell Sendai mendapatkan tiket promosi untuk berlaga di Japan Footbal League (JFL) yang merupakan Liga amatir nasional tingkat atas.

Di era itu, Brummell diperkuat oleh pemain Jerman Barat Pierre Littbarski yang berhasil memenangkan Piala Dunia pada tahun 1990.

Sebelum bermain di J2 pada tahun 1999, mereka berganti nama menjadi Vegalta Sendai. Nama yang berasal dari festival Sendai yang terkenal yaitu Tanabata. Dengan pergantian nama tersebut menunjukan sebuah harapan bahwa orang-orang dari Prefektur Miyagi dan kota Sendai dapat menggabungkan dan mewujudkan impian mereka bersama-sama dengan klub.

Kandang dari Vegalta adalah Yurtec Stadium Sendai. Stadion tersebut tidak memeiliki  lintasan lari dan jarak tribun ke lapangan yang relatif dekat  menciptakan suasana yang sensasional ketika menonton sebuah pertandingan.

Pesan-pesan dalam spanduk yang ditampilkan suporter Vegalta Sendai usai bencana gempa dan tsunami 2011
Pesan-pesan dalam spanduk yang ditampilkan suporter Vegalta Sendai usai bencana gempa dan tsunami 2011

Selain pendukung Urawa Red, para suporter Vegalta terkenal sebagai salah satu yang paling fanatik mendukung tim kebangannya bertanding, baik itu ketika pertandingan kandang ataupun tandang.

Sempat promosi ke J1 pada musim 2002, Vegalta harus rela turun kembali ke J2 setelah di musim 2003 mereka mengakhiri liga di posisi dasar klasemen. Menghabiskan waktu selama enam tahun di J2, mereka akhirnya kembali ke kasta tertinggi liga Jepang pada musim 2010.

Di bawah asuhan pelatih Makoto Teguramori dan diperkuat oleh pemain Korea Utara kelahiran Jepang Ryang Yong-gi, Vegalta kemudian menjadi salah satu kekuatan baru di J.League dengan menempati posisi empat pada musim 2011.

Musim yang mungkin akan dikenang oleh Vegalta dan para pendukungnya karena ditahun tersebut Tohuku dihantam gempa dan tsunami terbesar di Jepang. Kota Sendai menjadi salah satu wilayah yang paling menderita akibat bencana nasional itu.

Stadion kebanggan mereka mengalami kerusakan parah karena gempa bumi, serta banyak suporter Vegalta meninggal karena terkena tsunami. Hal ini menimbulkan duka yang mendalam untuk klub.

Usai tradegi gempa dan tsunami, Vegalta menjalani musim 2012 secara luar biasa. Mereka berhasil menduduki peringkat kedua diakhir klasemen dan lolos ke Liga Champions Asia untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Namun setelahnya, Vegalta seakan kehabisan bensin karena di tiga musim berikutnya mereka selalu berkutat di papan bawah klasemen .

Peluang musim 2016

Seakan tidak mau terus menerus berada di papan bawah, Vegalta Sendai cukup aktif di bursa transfer untuk memperkuat komposisi tim pada musim ini.

Untuk menambal lini pertahanan yang memang menjadi titik lemah di musim lalu, Vegalta mendatangkan Yasuhiro Hiraoka dari Shimizu S-Pulse dan Kazuki Oiwa dari JEF United.

Yong-Gi Ryang
Berdarah Korea Utara, Yong-Gi Ryang sering disebut “Son of Sendai”

Dilini tengah, Vegalta masih akan bergantung pada pemain nomor 10 mereka Yong-Gi Ryang.

Yong yang mengawali karir profesional di Vegalta dan sudah berada di klub selama 12 tahun adalah roh permainan

Lini tengah Vegalta juga diperkuat oleh Shingo Tomita dan Ramon Lopes, Vegalta juga mendatangkan Hitotaka Mita dari FC Tokyo.

Meski barisan penyerang Vegalta kurang baik di musim lalu, mereka tidak melakukan penambahan pemain di pos depan

Vegalta tetap mempercayakan tugas untuk membobol gawang lawan kepada  striker asal Brasil Wilson yang juga pernah berkiprah di Serie A bersama Genoa.

Sejatinya musim lalu Vegalta Sendai bermain apik diputaran pertama dengan menduduki peringkat ketujuh, namun saat memasuki putaran kedua mereka tampil begitu buruk disemua lini sehingga menduduki posisi ke-16 di klasemen.

Konsistensi memang akan menentukan nasib Vegalta musim ini.

Memasuki musim baru, semangat mereka masih akan sama yakni bermain demi kebanggan Tohuku dan mengharumkan nama kota mereka, apalagi musim ini mereka menjadi satu-satunya perwakilan Tohoku di J1 usai Montedio Yamagata terkena degradasi musim lalu.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.