Tag (Riaru Onigokko): Aksi Fantasi Berdarah dari Sion Sono




Erina Mano, Reina Triendl, dan Mariko Shinoda sukses memainkan peran masing-masing dalam film Tag (Riaru Onigokko)

Details
Title : Tag (Riaru Onigokko )
Japanese : リアル鬼ごっこ
Tagline : Aksi Fantasi Berdarah dari Sion Sono
Genre : Thriller / School
Release Date : 11 July 2015
Runtime: 90 Menit
Rate: 8/10

Cast & Crew
Directed by : Sion Sono
Cast : Reina Triendl, Mariko Shinoda, Erina Mano, Yuki Sakurai, Maryjun Takahashi


Setelah sukses dengan “Suicide Club” dan Noriko’s Dinner Table” yang kontroversial dengan berbagai adegan disturbing, “Cold Fish” thriller yang memiliki kadar kesadisan cukup tinggi, lalu “Love Exposure” yang berdurasi nyaris empat jam dan mendapat kritik positif, Sutradara kontroversial asal Jepang Sion Sono kembali membuat sebuah thriller yang tentunya memiliki tingkat absurdisitas yang lebih tinggi lagi berjudul “Tag”.

Film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel Yusuke Yamada yang diterbitkan tahun 2001. Film ini juga merupakan remake dari rangakaian film terdahulunya dengan judul “The Chasing World” yang diproduksi antara tahun 2008 sampai 2012.

Sono hanya mengambil premis yang paling dasar dari cerita milik Yamada, kemudian mengubah keseluruhan elemen ceritanya. Tentunya adaptasi dari Sion Sono punya perbedaan baik dari segi karakter maupun jalinan kisah yang pastinya lebih gila.

Mitsuko (Reina Triendl), seorang gadis lembut yang lebih menyukai membuat puisi daripada terlibat perang bantal bersama teman-temannya, sedang dalam perjalanan menggunakan sebuah bus menuju tempat perkemahan musim panas.

Suasana yang riuh ramai, penuh canda tawa sedetik kemudian berubah menjadi hening ditambah sebuah pemandangan yang mengejutkan.

Hal nyata dan aneh terjadi pada titik di mana angin datang berhembus dan membelah bus secara horizontal dan membunuh seisi bus kecuali Mitsuko yang selamat karena tak sengaja membungkuk untuk mengambil sebuah pulpen yang terjatuh. Mitsuko yang terkejut kemudian terus berjalan untuk mencari pertolongan.

Namun pemandangan aneh kembali didapatinya setelah berjalan tak tentu arah. Sekali lagi Mitsuko harus terjebak dalam peristiwa pertumpahan darah yang lebih parah dari sebelumnya.

Para pelakunya kali ini adalah beberapa guru yang menembaki murid secara membabi buta dengan menggunakan senapan mesin.

Ekspresi-ekspresi wajah yang ditampilkan Reina Triendl di dalam film layak mendapatkan pujian
Ekspresi-ekspresi wajah yang ditampilkan Reina Triendl di dalam film layak mendapatkan pujian

Apakah ini mimpi buruk? Mitsuko tidak terlalu yakin, bahkan itu terlalu nyata untuk disebut mimpi buruk. Bahkan kata-kata terakhir dari Sur (Ami Tomite) masih terngiang jelas di telinganya. “Hidup itu nyata, jangan biarkan kehidupan mengendalikanmu”.

“Tag” bukanlah jenis film ringan yang dapat anda nikmati dengan santai di sofa anda yang nyaman sembari mengudap camilan manis bersama keluarga, karena percayalah anda akan menyesal jika melakukannya. Ini adalah thriller dengan ciri khas seorang Sion Sono yang mungkin tidak anda jumpai setiap hari.

Sebuah remake jenius yang memilik tingkat kebrutalan dan sadisme yang cukup tinggi. Selama hampir dua jam Sion Sono menyajikan sebuah thriller yang kental dengan nuansa gore tapi mempunyai tempo yang cenderung lamban namun tidak pernah terasa membosankan.

Sono memang sutradara yang unik, pujangga yang menghasilkan puisi-puisi dalam rangkaian gambar mengerikan dan sureal, sama seperti ketika ia menghadirkan horor dalam film-film sebelumnya macam “Suicide Club” atau “Noriko’s Dinner Table”.

Bedanya dalam “Tag” Sono menambah kadar kesadisan dan menaikkan lebih tinggi tingkat keabsurdan-nya.

Sono tidak semerta-merta mengobral begitu saja segala kebrutalan dan kesadisan didalamnya, karena ia dengan cerdas membanginya dalam porsi yang seimbang baik itu cerita, karakterisasi dan setiap momen disturbingnya dalam balutan visual dan iring-iringan scoring minimalis yang berulang-ulang.

Aksi mantan member AKB48 Shinoda Mariko di dalam film
Aksi mantan member AKB48 Shinoda Mariko di dalam film

Reina Triendl sebagai Mitsuko berakting sangat cemerlang. Bagaimana ia benar-benar menjual ketakutan dan ekspresi terkejut yang mudah menimbulkan simpati bagi penonton.

Mariko Shinoda sebagai Keiko, wanita yang selangkah lagi akan menjadi seorang pengantin, terpaksa harus melepasakan kemarahan dan kegilaan melawan para tamu undangan.

Erina Mano sebagai Izumi, seorang pelari maraton yang memiliki lebih dari sekedar niat berlari untuk menang.

Peran mereka cukup besar tetapi apa yang menakjubkan adalah kenyataan bahwa mereka secara teknis menyampaikan peran yang sama melalui bagian yang berbeda dari film, dan mereka semua di berhasil menyatu dari pengembangan karakter.

Mereka semua lari dari sesuatu yang membahayakan keselamatan diri mereka, dan untuk menyaksikan tema tersebut dalam film seajaib inilah yang membuat Sion Sono sebagai seorang sutradara yang jenius.

Dalam hal cerita, “Tag” mungkin tidak sekompleks film-film Sion Sono lainnya. Tapi bukan berarti film ini tidak mampu memberikan tontonan yang membuat dahi anda berkerut, perut mulas, dan tanpa sadar sudah menahan nafas anda dari awal hingga akhir. Ini adalah salah satu film terbaik Jepang di tahun 2015.

Setelah ditampil dalam Fantasia Film Festial di Montreal dan Bucheon International Fantastic Film Festial di Korea yang mendapatkan respon positif.

Sebuah film tentang perjalanan seorang gadis untuk bertahan hidup yang secara terus menerus mengejutkan, guncangan, teror, amarah, kegilaan dan sekaligus memprovokasi semua dalam waktu yang berjalan kurang dari 90 menit.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.