Suasana Ngabuburit dan Selepas Berbuka Puasa di Fukuoka




Suasana ngabuburit di depan Masjid Al Nour, Fukuoka

Diwajibkan bagi yang beragama Islam untuk berpuasa pada saat bulan Ramadan. Indonesia sebagai negara dengan populasi penganut umat Muslim paling banyak di dunia tentunya sudah biasa saat menjalankan ibadah puasa. Mulai dari sahur, ngabuburit, berbuka puasa, terakhir ditutup dengan sholat terawih.

Bagaimana dengan di Jepang? Negara dengan populasi umat Islam yang kurang dari 1 persen menyambut datangnya bulan ramadan?

Tim DailyJapan yang tinggal di Fukuoka juga menjadi bagian dalam komunitas Muslim Fukuoka. Kami merasakan pengalaman dalam ngabuburit bersama umat Muslim lainnya di Fukuoka. Jika dalam artikel sebelumnya kami membahas situasi pada saat waktu berbuka, dalam artikel ini akan diulas suasana sebelum, dan sesudah berbuka puasa.

Baca Juga
Masjid Terbesar di Jepang Ramah Kepada non-Muslim
Homogen dalam Heterogen, Berbuka Puasa di Masjid Fukuoka
Suasana Kekeluargaan dalam Berbuka Puasa di Tokyo Camii
Masjid Kobe, Masjid Tertua di Jepang yang Tetap Kokoh dari Serangan Bom dan Gempa

Jepang merupakan negara yang memiliki empat musim dalam setahun, tentunya memiliki jam yang spesial dalam menjalani puasa. Beda dengan Indonesia yang jam puasanya berkisar 14 jam, menjalani puasa di Jepang membutuhkan lebih banyak stamina dan kesabaran. Pada bulan Juni di siang hari akan terasa lebih panjang, sekitar kurang lebih 17 jam berpuasa harus dijalani oleh muslim yang tinggal di Jepang.

Jam menunjukan pukul 18.30 JST. Dari bagian depan Masjid sudah tercium bau masakan timur tengah yang sangat harum. Sudah tradisi dan rutinitas di setiap bulan Ramadan, masjid akan menyediakan hidangan berbuka puasa bagi siapapun yang datang di saat Ifthar (berbuka). Kali ini dari komunitas muslim Indonesia yang mendapat jadwal rutin mingguan untuk piket mempersiapkan berbuka.ngabuburit2Di basement masjid terlihat banyak orang menyibukkan diri mempersiapkan takjil berbuka. Hidangan pembuka dalamnya terdapat buah-buahan serta makanan ringan, tidak lupa juga dengan minuman dan kurma disiapkan untuk puluhan orang yang akan datang untuk berbuka puasa.

Terdengar suara kultum di lantai atas, penanda 30 menit lagi waktu berbuka puasa. Seluruh takjil kini sudah tertata terbagi siap untuk segera disantap. Orang-orang mulai berbondong turun datang dan duduk bersila di tempat yang sudah disediakan. Bercampurlah seluruh komunitas Muslim dari seluruh dunia. Mayoritas berasal dari timur tengah dan Asia Tenggara, beberapa orang Jepang juga hadir namun jumlahnya hanya sedikit.

ngabuburit3

Tepat pukul 19.30 JST, adzan akhirnya berkumandang. Kurang dari setengah jam takjil langsung habis dimakan. Panitia piket sudah mulai memberisihkan nampan untuk persiapan hidangan utama nanti. Seusai sholat Magrib, Iftar dilanjut dengan hidangan utama. hari ini seluruh masakan utama dimasak oleh komunitas muslim Pakistan. Menunya adalah nasi Briyani dengan daging kambing.

Satu nampan dimakan beramai-ramai oleh 3 orang. Makan sambil ngobrol tak terasa nampan yang terisi nasi Briyani sudah habis begitu saja. disinilah salah satu hal yang paling asik terjadi, Boleh nambah sepuasnya!

ngabuburit4

Selesai menyantap hidangan besar, panitia menyegerakan untuk membersihkan tempat berbuka puasa, sebab nantinya tempat tersebut akan digunakan kembali untuk jamaah wanita dan anak yang berhalangan untuk solat menunggu di bawah. Seusai membersihkan. Tidak lupa juga untuk membawa oleh-oleh makanan yang masih tersisa dari hidangan berbuka puasa.

ngabuburit5

Ramadan di Indonesia dan di Jepang sudah pasti jauh berbeda. keduanya memiliki nuansa yang sangat kontras. Berbeda dengan di Indonesia yang begitu semarak menyambut Ramadan, Jepang cenderung lebih mellow dalam menyikapinya. Namun, satu hal yang sama adalah kehangatan dalam kebersamaan akan dapat dirasakan saat sedang berbuka bersama-sama seperti kebudayaan berbuka puasa di seluruh dunia.

ngabuburit6

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.