Selamat Datang Kembali Liga Sepakbola Terbaik Asia!




18 tim akan kembali bertarung untuk memperbutkan gelar juara J.League musim 2016

Liga sepakbola profesional Jepang musim 2016 atau yang biasa kita kenal dengan nama J.League akan kembali bergulir akhir pekan ini. Sempat mendatangkan nama-nama besar seperti Zico, Gary Lineker, Dragan Stojkovic, Dunga, Julio Salinas, hingga Hristo Stoichkov membuat J.League dinilai sebagai Liga terbaik di Asia, kini mereka punya pesaing tangguh yakni Chinese Super League (CSL).

Verdy Kawasaki yang sekarang bernama Tokyo Verdy menjadi klub pertama yang mengukuhkan diri sebagai juara J.League edisi pertama, dan Sanfrecce Hiroshima menjadi kampiun musim lalu. Klub besutan Hajime Moriyasu itu berhasil merebut gelar Liga ketiga mereka dalam empat musim terakhir atau musim pertama J.League menggunakan sistem Championship Series.

Secara kesuluruhan, Kashima Antlers berhasil menjadi klub tersukses dengan torehan tujuh gelar Liga, yang diikuti oleh Yokohama F. Marinos, Jubilo Iwata, dan Sanfrecce Hiroshima dengan masing-masing mengkoleksi tiga gelar juara.

23 tahun berjalan, memang banyak perubahan yang terjadi di J.League. Klub-klub Jepang tidak gemar lagi mendatangkan pemain asing dengan nama bintang, mereka juga kerap ditinggalkan pemain lokal terbaiknya yang pergi mengadu nasib ke Eropa.

Banyak yang menilai J.League mengalami kemunduran dan kehilangan nilai jual, namun bukan berarti kompetisinya tidak berkualitas. Terbukti, delapan dari sepuluh musim terakhir, gelar juara selalu ditentukan di pekan terakhir. Satu hal yang menjadi bukti betapa ketatnya persaingan untuk menuju tangga juara.

Kazuyoshi Miura berhasil membawa Verdy Kawasaki menjadi juara J.League pertama ditahun 1993
Kazuyoshi Miura berhasil membawa Verdy Kawasaki menjadi juara J.League pertama ditahun 1993

Keberhasilan Gamba Osaka meraih gelar juara Liga 2014 secara dramatis dipekan terakhir bukan hanya memupus harapan kandidat utama Urawa Red Diamonds tetapi menjadi bukti lain jika tim yang sama sekali tidak diunggulkan, ternyata mampu memutar balikan semua prediksi dan mengangkat piala di akhir musim.

Kesuksesan yang ditorehkan oleh Gamba sekaligus mengulangi keberhasilan Kashiwa Reysol saat menjadi juara Liga 2011. Dua tim yang baru saja promosi ke kasta tertinggi, berhasil menjadi klub terbaik di akhir musim. Bukti lain jika tidak ada jarak yang jauh antara tim unggulan dengan tim-tim promosi.

Ketatnya persaingan tidak hanya terjadi diperebutan gelar juara, tetapi juga di persaingan untuk menghindari zona degradasi. Cerezo Osaka yang di musim 2013 berada diposisi keempat, harus menerima nasib terkena degradasi di tahun 2014. Padahal disaat itu mereka diperkuat oleh nama-nama besar seperti Diego Forlan, Cacau, Hotaru Yamaguchi, hingga Kim Jin-Hyeon.

Nama besar pemain memang bukan jaminan utama sebuah klub bisa mengarungi kompetisi J.League dengan mulus. Shimizu S-Pulse pun mengulangi apa yang dilakukan oleh Cerezo di musim sebelumnya. Diperkuat oleh Peter Utaka, Calvin Jong-a-Pin, dan Genki Omae, klub asal Shizuoka tersebut harus gigit jari diakhir musim dan terkena degrdasi untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Tersungkurnya S-Pulse membuat tim original atau 10 tim yang memulai J.League di tahun 1993 kini tersisa tiga tim yang belum pernah merasakan kompetisi kasta kedua, Yokohama F. Marinos, Kashima Antlers, dan Nagoya Grampus.

Diego Forlan gagal menyelamatkan Cerezo Osaka dari jurang degradasi di musim 2014
Diego Forlan gagal menyelamatkan Cerezo Osaka dari jurang degradasi di musim 2014

Apa yang dialami oleh Cerezo Osaka dan Shimizu S-Pulse berbanding terbalik dengan yang dialami oleh Shonan Bellmare. Klub yang pernah diperkuat oleh Hidetoshi Nakata itu membuktikan tanpa pemain bintang, mereka masih bisa berprestasi.

Bermain sebagai salah satu tim promosi di musim 2015, Bellmare sukses bertengger diposisi kedelapan diakhir musim. Bahkan posisi mereka lebih baik dari tim besar macam Nagoya Grampus dan Kashiwa Reysol. Keberhasilan Bellmare lainnya adalah memunculkan nama Wataru Endo yang dinilai sebagai salah satu pemain muda terbaik yang ada di Jepang sekarang ini.

Federasi sepakbola Jepang dan J.League membuat kejutan dengan merubah format kompetisi untuk musim 2015. Mereka mengganti sistem kompetisi penuh yang sudah dilakukan selama 10 musim dengan sistem dua putaran dan menambahkan babak playoff serta Championship untuk menentukan tim terbaik.

Terlepas dari kontroversi dan kritikan terhadap sistem tersebut, terbukti format baru ini mampu menarik minat penonton lebih banyak untuk datang ke stadion. Jumlah total penonton di stadion untuk musim 2015 mengalami peningkatan dari musim sebelumnya. Para pengurus J.League harus berterima kasih kepada Urawa yang mampu menghadirkan lebih dari 40,000 penonton saat menjamu lawan mereka di Stadion Saitama 2002.

Meski tanpa bintang-bintang besar seperti Liga Tiongkok, J.League masih memiliki nama-nama seperti Shunsuke Nakamura, Takashi Usami, dan Gaku Shibasaki yang tetap mampu menjadi daya tarik penonton untuk datang langsung ke stadion.

Untuk musim 2016, J.League akan kembali dimeriahkan oleh Jubilo Iwata. Salah satu klub tersukses di Jepang itu akhirnya kembali ke divisi utama setelah menghabiskan dua musim di kasta kedua. Mereka sekarang ditangani oleh salah satu legenda hidupnya Hiroshi Nanami dan diperkuat oleh mantan penyerang timnas Inggris Jay Bothroyd

Selain Jubilo, dua tim promosi lain di musim ini adalah Omiya Ardija dan Avispa Fukuoka. Kembalinya Ardija ke divisi utama berarti juga akan menghadirkan Derby Saitama kembali. Duel tim sekota antara Ardija dan Urawa dinilai sebagai yang terpanas di Jepang.

Melihat apa yang terjadi di J.League dalam satu dekade terakhir, semua tim mempunyai peluang untuk menjadi juara, dan juga mempunyai peluang yang sama untuk terkena degradasi. 18 tim yang bertarung memiliki kekuatan yang tidak jauh berbeda yang membuat semua pertadingan disetiap pekan akan berlangsung menarik.

Sanfrecce, Gamba, Urawa, dan Antlers tentu masih akan menjadi kandidat utama peraih gelar juara, namun bukan berarti tim lain tidak mempunyai peluang. Sedangkan tim-tim promosi pastinya tidak ingin sekedar numpang lewat. Sangat menarik untuk menikmati jalannya Liga sepakbola terbaik di Asia musim ini. Selamat datang kembali, J.League!

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.