Selamat Dari Gempa dan Tsunami 2011, Tsubasa Endoh Penuhi Mimpi di MLS




Berada di draf nomor 9, Tsubasa Endoh dikontrak profesional oleh Toronto FC

27 Februari 2016 menjadi hari yang sangat spesial untuk Tsubasa Endoh. Pemuda Jepang berusia 22 tahun itu melakukan debut profesionalnya bersama Toronto FC saat menyambangi New York Red Bulls dalam pertandingan pembuka Major League Soccer (MLS) 2016.

Endoh dipilih oleh Toronto FC sebagai pilihan nomor 9 di 2016 MLS SuperDraft setelah sebelumnya ia dianugerahi sebagai pemain terbaik dalam ajang Adidas MLS Player Combine.

Lahir di Tokyo, Endoh meninggalkan keluarganya saat berusia 12 tahun untuk bergabung dalam JFA Academy di Fukushima pada tahun 2005. Ia bergabung dengan akademi bentukan Federasi Sepakbola Jepang untuk anak-anak yang dinilai memiliki talenta.

Hari Jumat tanggal 11 Maret 2015, Endo sedang berlatih bersama rekan-rekan lainnya untuk mempersiapkan ujian fisik, hingga pada pukul 3 sore, tempat latihan mereka terasa bergetar.

Seketika mereka berlari menuju pusat lingkaran dan berlindung dibawahnya. Gempa bumi memang tampak normal di Jepang, tapi kali ini kekuatannya dirasakan sangat besar. Lampu mulai berjatuhan, dan dinding pun runtuh.

Semua orang di akademi tahu ini adalah gempa besar, lebih besar dari yang pernah mereka alami, namun mereka belum tahu seberapa serius. Mereka kemudian melanjutkan ke gym dan bermalam disana.

“Itu cukup menakutkan, tapi aku masih ingat setelah itu terjadi kami meninggalkan lapangan dan kami masuk bus, dan aku tidak tahu, kami agak bersemangat,” ujar Endoh seperti dikutip dari situs resmi MLS.

“Kami akan mengambil tes fisik dalam beberapa hari, dan kami berbicara tentang hal itu seperti, ‘Apakah kita akan melakukan pemeriksaan fisik minggu depan?” ternyata semuanya berubah menjadi hal yang sangat menyedihkan.”

Gempa yang disusul oleh tsunami menghantam wilayah Tohoku, termasuk Fukushima dan menyebabkan lebih dari 20,000 orang meninggal dan hilang. Hampir seperempat juta orang mengungsi dari rumah mereka.

Endoh dan anggota akademi lainnya harus meninggalkan Fukushima. Pusat pelatihannya sendiri tidak jauh dari fasilitas nuklir Fukushima yang mengalami kebocoran akibat bencana.

Kawasan itu harus dievakuasi karena kekhawatiran tentang radiasi, dan JFA harus menutup pusat latihan mereka di Fukushima, tempat dimana Endoh tinggal selama bertahun-tahun.

Tsubasa Endoh semasa bermain untuk tim Universitas Maryland Terrapins
Tsubasa Endoh semasa bermain untuk tim Universitas Maryland Terrapins

Sebelum gempa dan tsunami melanda Jepang, Endoh sudah memetakan masa depannya. Pihak akademi mengharuskan semua anak didiknya untuk pergi ke luar negeri untuk beberapa waktu yang juga menjadi salah satu program dari akademi.

Endoh memilih untuk berangkat ke Amerika Serikat pada musim panas 2010. Ia bermain di pusat pelatihan Wake Forest dan Maryland.

Pelatih kepala Maryland, Sasho Cirovski mencium bakat yang spesial dalam diri Endoh. Ketika pelatihan berakhir, Cirovski memberitahu Endoh jika ia ingin bermain sepakbola di Universitas Amerika Serikat, ia harus meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.

Setelah itu, selain berlatih sepakbola, Endoh juga berjuang untuk bisa berbahasa Inggris. Tak lama berselang, Cirovski menawarkannya beasiswa yang langsung diterima oleh Endoh.

Setelah lulus dari JFA Academy ditahun 2012, Endoh segera berangkat ke Maryland dengan kemampuan bahasa Inggris yang belum terlalu bagus, dan pengatahuan yang minim tentang budaya Amerika Serikat. Terkendala bahasa, membuat hari-hari pertama Endo di Maryland sangat sulit.

“Itu adalah hari-hari yang buruk karena saya sulit mendapatkan teman baru. Saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru, bahasa baru, makanan baru, dan budaya yang berbeda,” katanya.

“Itu sulit, sangat sulit. Saya pikir itu adalah salah satu momen yang paling menantang dalam hidup saya, dan membuat pribadi saya semakin kuat. Saya rasa (akhirnya) dapat menangani semua kesulitan itu dengan baik.”

Setelah itu Endoh mulai membuktikan kemampuannya diatas lapangan. Ia bermain sebanyak 20 kali di tahun pertamanya. Di tahun kedua, ia sudah mendapat label sebagai pemain bintang di dalam tim dengan membawa Maryland ke partai final College Cup 2013.

Teknik dan permainan Endo terus meningkat hingga akhirnya terpilih sebagai pemain terbaik di Adidas MLS Player Combine. Satu hal yang tidak pernah terpikirkan olehnya.

Tsubasa Endoh saat melakukan debutnya untuk Toronto FC saat berhadapan dengan New York Red Bulls
Tsubasa Endoh melakukan debut profesionalnya saat berhadapan dengan New York Red Bulls

“(Sebelumnya) saya tidak berharap bisa mencapai level permainan seperti sekarang ini. Ketika saya pertama kali datang ke Amerika Serikat, saya bahkan tidak tahu di mana Maryland.”

“Tapi sekarang saya di sini, memiliki peluang besar untuk menjadi profesional dan saya pikir saya sudah mengalami pengalaman yang (mungkin) tidak didapatkan orang lain.”

“Saya merasa patut berbangga pada diriku sendiri karena berhasil beradaptasi dengan lingkungan baru, budaya baru, makanan baru, orang-orang baru, bahasa baru. Ini belum selesai, tapi ini adalah sebuah periode yang akan saya ingat seumur hidup.”

Endo pun menjadi pemain Jepang pertama yang bermain di MLS melalui proses draft. Untuk musim ini, liga sepakbola Negeri Paman Sam itu juga kedatangan mantan bintang Kashiwa Reysol, Masato Kudo.

Debut Endo di MLS berbuah manis dengan penampilan cemerlang yang berbuntut kemenangan untuk timnya dengan skor 2-0. Tampil sebagai starter, pergerakan dengan atau tanpa bolanya kerap membuat repot pemain belakang New York Red Bulls.

Ia berjasa untuk gol pertama Toronto FC ketika dijatuhkan di dalam kotak penalti oleh. Eksekusi penalti pun sukses dilakukan oleh Sebastian Giovinco. Endoh pun mendapatkan banyak pujian sesuai melakoni pertandingan profesional pertamanya.

Satu mimpinya sudah berhasil diwujudkannya dengan menjadi pemain sepakbola profesional, kini Endo mengejar mimpi lainnya untuk mengenakan seragam timnas Jepang.

Langkah yang sepertinya masih panjang, namun jika terus bisa mengembangkan permainannya, bukan tidak mungkin ia akan terpilih menjadi salah satu pemain yang berangkat membela Samurai Biru di ajang Olimpiade 2016 musim panas mendatang.

*Wawancara Tsubasa Endoh diambil sesaat setelah proses draft pada bulan Januari 2016.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.