Sejinshiki: Upacara Mengesahkan Kedewasaan Anak Muda di Jepang




Generasi muda di Jepang akan 'dinyatakan' dewasa dengan upacara Sejinshiki

Setiap tahunnya di bulan Januari, para pemuda dan pemudi yang menginjak umur 20 tahun atau hatachi dalam bahasa Jepang, akan berkumpul di sebuah balai kota, pusat komunitas, dan berbagai tempat di seluruh penjuru negeri sakura untuk merayakan langkah baru menuju kedewasaan. Seorang anak di Jepang dianggap telah memasuki tahap dewasa ketika sudah berumur 20 tahun.

Sejumlah pemerintah daerah dan organisasi masyarakat akan mengadakan seijinshiki atau upacara kedewasaan untuk menyambutnya fase tersebut.

Para pemuda dan pemudi yang telah menginjak umur dewasa akan menghadiri acara tersebut dengan berpakaian formal dan menghadiri upacara yang biasanya diisi dengan sambutan dari pejabat pemerintah dan berbagai tokoh masyarakat.

Upacara kedewasaan selalu diadakan pada Sejin no Hi atau Hari Kedewasaan. Hari tersebut bahkan diperingati sebagai hari libur nasional pada hari senin kedua dibulan Januari. Terdapat variasi pakaian di berbagai wilayah, namun umumnya para perempuan menggunakan kimono berlengan panjang dengan warna cerah serta dapat menghangatkan dari dinginnya Januari.

Menariknya, berbagai tempat seperti Tokyo Disneyland dan Universal Studios Japan juga turut merayakan upacara tersebut di dalam taman bermainnya.

Akar dari seijinshiki modern dapat dilihat kembali pada genpushiki di periode Nara (710-794), sebuah upacara sakral untuk transisi seorang anak yang berumur sekitar 15 tahun menuju kedewasaan. Tergantung kepada gender, status sosial, dan berbagai faktor lainnya, para peserta akan mengenakan pakaian dewasa dan dengan gaya rambut dewasa pula, bahkan beberapa memiliki nama baru.

Upacara kedewasaan pada jaman dahulu dipandang sebagai sebuah upacara bagi kaum elit, namun lambat laun mulai berkembang menjadi sebuah kebiasaan sosial diantara kalangan masyarakat.

Seijinshiki juga menjadi sebuah tahapan bagi para kalangan remaja di Jepang untuk dapat melakukan berbagai hal yang sebelumnya dilarang, seperti minum alkohol, merokok, dan berjudi.

Namun pada tahun 2015, Komite Diet Jepang mengubah peraturan dan menurunkan batas umur menjadi 18 tahun untuk dapat melakukan hal-hal tersebut. Peraturan tersebut memperlihatkan bahwa Jepang sudah mulai menggencarkan sistem demokrasi.

Menginjak umur 20 tahun berarti juga memiliki tanggung jawab baru, termasuk membayar skema kesejahteraan sosial Jepang. Jika mereka melakukan kesalahan di mata hukum, mereka juga akan mulai dijatuhkan hukuman penuh atas setiap kesalahannya. Namun belakangan seijishiki justru diperingati oleh beberapa kalangan anak muda dengan membuat keributan.

Sumber dan Foto: Nippon

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.