Napak Tilas Sejarah Singkat Dari Prefektur Osaka




Prefektur Osaka memiliki sejarah panjang yang menarik untuk diketahui

Osaka merupakan salah satu tempat tujuan utama turis ketika mengunjungi Jepang. Tetapi, kebanyakan dari mereka (mungkin termasuk diri kita sendiri) tidak begitu mengetahui tentang sejarah dari prefektur tersebut. Ingin tahu bagaimana sejarah singkat dari Prefektur Osaka? Silahkan simak pembahasannya berikut ini.

Awal tahun

Tanda pertama kali adanya kehidupan manusia di wilayah sekitar Osaka adalah adanya tulang-tulang terbakar yang dipercaya berasal dari abad kelima sampai keenam sebelum Masehi.

Selama zaman Yayoi, kota tersebut mengalami kenaikan populasi sebagaimana persawahan mulai berkembang dan pelabuhan menjadi titik terbaik untuk berdagang. Pada tahun 645, Kaisar Kotoku membangun Istana Naniwa Nagara-Toyosaki, membuat Naniwa menjadi Ibukota Jepang.

Baca Juga
5 Rekomendasi Tempat Berbelanja di Osaka
Tips Menginap di Bandara Kansai, Osaka
5 Destinasi ‘Daytrip’ di Wilayah Kansai Dari Osaka
Menikmati Keindahan Osaka Dari Umeda Sky Building

Setelah kota lain menjadi Ibukota Jepang, Naniwa tetap menjadi pusat dan hubungan perdagangan dengan prefektur disekitarnya dana juga dengan negara lain seperti Tiongkok dan Korea.

Naniwa sendiri merupakan nama Prefektur Osaka sebelum diganti, tetapi hingga saat ini nama Naniwa masih dipakai sebagai nama salah satu distrik yang ada disana.

Abad ke-15 hingga abad ke-19

Osaka di masa lampau

Pada tahun 1496, sekte Buddha menetapkan markas barunya secara kuat dan melindungi kuil Ishiyama Hongan-ji dengan baik. Bahkan, pemerintah harus melakukan pengepungan selama hampir 10 tahun sampai akhirnya sekte Buddha pergi dan kuil dihancurkan.

Tetapi, bukannya membangun kembali kuil yang telah hancur, pemerintah justru membangun Kastil Osaka yang sangat terkenal hingga kini di tempat tersebut. Sepanjang tahun tersebut, Osaka tumbuh menjadi pusat perekonomian dan menjadi sebuah kota besar di Jepang.

Selain perekonomian dan perdagangan, mereka mengembangkan kekayaan kebudayaan seni, sebagai contohnya mereka membesarkan lukisan ukiyo-e dan teater Kabuki. Pada tahun 1837, seorang Samurai bernama Oshio Heihachiro memulai sebuah pemberontakan yang di dukung oleh penduduk lokal.

Osaka Castle

Hal ini disebabkan karena pemerintah menolak untuk membantu banyak keluarga miskin. Tetapi pemerintah berhasil mengatasi pemberontakan tersebut dan Oshio Heihachiro memutuskan untuk bunuh diri akibat kekalahan yang dideritanya.

Pada akhirnya di tahun 1888,  Osaka membuka diri untuk melakukan perdagangan luar negeri yang mana menyebabkan peningkatan wilayah dan populasi lainnya.

Abad ke-19 hingga saat ini

Selama abad ke-19, Osaka berkembang secara besar-besaran. Situasi yang meyakinkannya adalah banyaknya imigran asal Korea masuk ke Osaka. Semenjak politik berada pada arah yang kuat kepada perkembangan industri dan ekonomi, Osaka melanjutkan pertumbuhannya dengan cepat dan menjadi salah satu kota paling modern di Jepang.

Billboard Glico Man

Ketika perang dunia kedua, Osaka dihantam beberapa kali oleh pasukan udara Amerika dan menderita kehancuran di wilayah perkotaan yang luas. Semenjak peperangan berakhir, kota Osaka kembali dibangun dan dipulihkan.

Akhirnya sampai saat ini, Osaka menjadi salah satu primadona pariwisata bagi para turis yang datang ke Jepang. Masih banyak ragam kebudayaan dari masa lalu yang tetap hidup dan menjadi sesuatu yang akan ditawarkan kepada turis yang datang ke prefektur Osaka.

Setelah membaca sejarah singkat dari Prefektur Osaka ini, tentu banyak hal menarik yang terjadi pada masa pembangunannya. Tidak menutup kemungkinan hal ini akan membuat kita semakin tertarik untuk mempelajari tentang masa lalu kota asal wilayah Kansai ini. “Because Osaka is loves, and everyone love Osaka.”

Sumber : jpninfo

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About Faiz Fachnaz Saputra 67 Articles
Gamer | IGN: Riyuunyan | Japanese Football Enthusiast | Gamba Osaka | Pokemon Master | GIANT KILLING |