Salam Perpisahan Dari Tulio Untuk Para Penggemarnya




Usai mengakhiri karir di Nagoya Grampus, Tulio kembali ke tanah kelahirannya Brazil

Setelah Nagoya Grampus mengkorfimasi tidak akan memperpanjang kontrak Markus Tulio Tanaka, banyak pertanyaan muncul seputar masa depannya. Tidak sedikit yang berspekulasi jika bek berusia 34 tahun itu akan gantung sepatu.

Tidak lama berselang, akhirnya Tulio memberikan pernyataan sekaligus salam perpisahan kepada para penggemarnya yang diunggah di situs resmi Nagoya Grampus.

Dari isi pesan tersebut, memang tersirat ia akan meninggalkan sepakbola dan memulai kehidupan baru di Brazil. Tulio sendiri lahir di Sao Paulo dan memiliki darah Jepang dari sang ayah.

Sejak pindah ke Jepang saat berusia 15 tahun untuk menekuni sepakbola, Tulio sudah bermain di beberapa klub dan dianggap sebagai pemain bertahan terbaik Jepang dalam satu dekade terakhir ini.

Seperti apa isi pesan dari Tulio? Berikut kami coba terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

“Saya sangat berterima kasih untuk semua komponen yang ada di Nagoya Grampus. Mulai dari jajaran pengurus, sponsor, hingga para suporter. Banyak kenangan yang terlintas di kepala saya ketika melihat kembali apa yang saya alami bersama Grampus dalam enam tahun terakhir.

2010, tahun pertama saya bergabung bersama Grampus, kami akhirnya bisa merebut gelar juara liga untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Memenangkan gelar juara liga ketika baru bergabung bersama tim menjadi hal sangat spesial untuk saya.

Dan di 2011, Tsunami dan gempa yang besar menghantam Tohoku. Tragedi itu terjadi ketika kami hendak menuju wilayah itu untuk pertandingan (melawan Vegalta Sendai) yang seharusnya digelar sehari setelah bencana tersebut. Sejak itu, saya dan pemain J.League lainnya terus membantu anak-anak dari wilayah yang mengalami kerusakan akibat Tsunami.

Saya memiliki pengalaman bermain di Mito Hollyhock (klub yang juga bermarkas di wilayah yang terkena Tsunami), jadi saya dan (Seigo) Narazaki mewakili Grampus untuk mengunjungi wilayah-wilayah tersebut untuk memberikan bantuan dan dukungan moril. Saya juga berterima kasih kepada Toyota Company (sponsor utama Grampus) atas kesempatan bergabung dalam gerakan untuk membantu para korban bencana Tsunami.

Pada tahun 2014 dan 2015, saya dijadikan kapten Grampus, tetapi saya tidak bisa mewujudkan hasil terbaik seperti yang diinginkan semua pihak. Untuk itu saya merasa sangat bersalah dan meminta maaf kepada kalian semua.

Saya juga mengucapkan selamat kepada Sanfrecce Hiroshima, klub dimana saya memulai karir profesional saya yang menjadi juara ketiga dalam ajang Piala Dunia antar klub bulan lalu.

2016, Grampus melakukan revolusi, saya pun harus terus berjuang setelah dua tahun di Hiroshima, satu tahun di Mito, enam tahun di Urawa dan enam tahun di Nagoya.

Untuk sekarang, saya akan kembali ke rumah saya di Brazil, dan berpikir untuk merubah hidup saya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam.

-Tulio

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.