Shinjuku, Jantung Sang Ibukota yang tak Pernah Berhenti Berdetak




Gemerlap kehidupan malam di Shinjuku seperti menjaga Tokyo dari tidur

Tokyo sebagai salah satu kota paling modern di dunia mampu menjadi magnet untuk menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Ibukota Jepang itu sekarang ini tidak hanya menjadi destinasi utama pariwisata di Asia, tetapi juga dunia. Salah satu daerah paling menarik di Tokyo adalah Shinjuku.

Wilayah ini sering disebut sebagai ‘ibukota’ dari kota yang dulu bernama Edo itu karena disinilah Kantor Pemerintah Metropolitan Tokyo, gedung tertinggi di Tokyo, berada. Kepadatan penduduk wilayah ini mencapai 17,140 penduduk per km² dengan total penduduk sebanyak 312.418 jiwa.

Baca Juga
Shin-Okubo: Korea Kecil di Tengah Ibukota Jepang
Rasakan Sensasi Menyebrang di Shibuya Crossing!
Masjid Terbesar di Jepang Ramah Kepada non-Muslim
Nakano Broadway: Surga Lain Para Otaku

Kepadatan di siang hari akan terus berlanjut hingga gemerlapnya malam. Ketika senja mulai tenggelam, gemerlapnya lampu bewarna warni akan menyinari distrik ini.

Tempat yang menjadi pusat kehidupan malam di Shinjuku adalah Kabuchiko yang juga dikenal sebagai red district.

Kehidupan malam di Kabukicho menjadi salah satu daya tarik Shinjuku

Sebagai red district, tentu Kabukicho tak lepas dari bisnis prostitusi, seiring dengan banyaknya love hotel disini. Yang cukup membuat takjub adalah kebanyakan mucikari yang berlalu lalang adalah orang asing. Mungkin karena mereka bisa berbahasa Inggris, sehingga dipekerjakan untuk bisa menarik pelanggan wisatawan asing.

Sekarang ini di Kabukicho juga hadir restoran robot yang semakin melengkapi gemerlap kehidupan malam di Shinjuku. Sejak pertama kali di buka tahun 2015, restoran ini mampu menyedot banyak orang, mulai dari orang Jepang sendiri hingga turis asing yang penasaran dengan atraksi robot.

Restoran Robot di Kabukicho

Pertunjukan yang dilakukan para robot pun selalu berbeda setiap malamnya. Pertunjukan dibagi ke beberapa bagian dengan setiap bagiannya akan ada wanita menggunakan kostum seksi yang menari bersama robot. Selama 90 menit, pengunjung akan dibuat terpana dan dihibur dengan iringan musik dan kilau lampu berwarna-warni.

Setiap harinya pertunjukan robot dilakukan pada pukul 5 sore, 6:40 malam, 8:20 malam, dan 10 malam. Sebelum pertunjukan utama, pengunjung juga disajikan pertunjukan pendek di ruang tunggu dan mendapatkan minuman dan makanan ringan

Biaya yang dibanderol untuk masuk ke restoran robot terbilang cukup mahal yakni 6.000 yen, dengan harga makanan mulai dari 1.000 yen.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.