Pelatakan Batu Pertama Masjid Indonesia di Tokyo Dilakukan Akhir Pekan ini




Desain Masjid Indonesia di Tokyo

Pembangunan Masjid Indonesia di Tokyo akan memasuki fase awal dengan akan dilakukan peletakan batu pertama hari Sabtu (11/6) besok. Pembangunannya sendiri diperkirakan membutuhkan biaya sebesar 157.813.000 yen. Hingga kini baru terkumpul biaya sebanyak 134,333,615 yen.

“Kami masih membuka diri bagi para penyumbang untuk pembangunan Masjid Indonesia di Tokyo yang akan diresmikan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Sabtu besok (11/6/2016),” ujar Wilopo, Ketua Umum Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) di Tokyo Jepang khusus kepada Tribunnews.com.

Pembangunan Masjid Indonesia ini direncanakan akan selesai pada bulan April 2017, dan saat itu akan dilakukan serah terima antara kontraktor Eikou Corporation kepada KMII.

“Kita berharap masjid ini dapat menjadi payung iman yang menyejukkan dan memberikan berkah bagi masyarakat Islam yang hadir ke sana nantinya. Oleh karena itu mohon doa restu agar berjalan lancar sampai dengan selesainya pembangunan diperkirakan April tahun depan,” ujarnya.

Hingga saat ini tercatat ada enam pihak yang menjadi donatur terbesar dari 2497. PT Astra Internasional menyumbangkan uang sebesar 46.040.516 yen.

Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyumbangkan 8.334.330 yen, Pertamina sebesar 5 juta yen, Kantor Wakil Presiden 4.126.414 yen dan Sekretariat Wakil Presiden 2,000,000 yen. Sumbangan dalam bentuk Rupiah sebanyak Rp 49,618,146.91 Sedangkan Pengeluaran per 27 April 2016 sebesar 4.496.936 yen.

Menggunakan tanah SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo), masjid ini dibangun di atas tanah seluas 200 m2 dengan luas lantai 600 m2 di wilayah Meguro Tokyo. Dibangun berdasarkan surat kementerian luar negeri nomor B-01718/KEMLU/150225 dengan Kepanitiaan Masjid Meguro pertama kali dibentuk Aspirasi dari masyarakat, fokus pada pengumpulan dana swadaya tahun 1999.

Panitia, bersama dengan Espad, mendaftarkan izin pembangunan masjid (bangunan tempat ibadah) kepada pemerintah kota Meguro. Korespondensi dengan pemerintah kota juga dilakukan terkait keadaan SRIT saat ini, karena tanah yang akan digunakan dalam pembangunan masjid terletak di dalam SRIT.

Lebih menarik lagi, Panitia melakukan penjelasan tentang pembuangan sampah ketika proses konstruksi dan setelah konstruksi langsung kepada masyarakat sekitarnya. Sosialisasi pembangunan, dan mengundang warga sekitar untuk datang ke SRIT.

Sumber: Tribunneews

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.