Maid Cafe Jadi Primadona di BIJAC no Tanjoiwai 9




Maid Cafe di BIJAC no Tanjoiwai 9 (Foto: Laura Kurniawan)

BIJAC no Tanjoiwai yang adalah gelaran tahunan dari para mahasiwa/i Universitas Bina Nusantara International yang tergabung dalam Binus International Japanese Culture Club (BIJAC) selalu mengundang para pecinta Jejepangan untuk menyempatkan waktu mereka berkunjung setiap tahunnya.

Dengan menghadirkan banyak acara budaya dan kutur seputar Jepang, pihak panitia ingin membawa para pengunjung seperti benar-benar berada di Jepang. Mulai dari event cosplay, nonton film Jepang, hingga maid cafe ada di BIJAC no Tanjoiwai 9.

Berbicara tentang maid cafe memang selalu menarik. Melihat gadis-gadis cantik yang mengenakan kostum seperti maid (pembantu rumah tangga pada abad ke-19 di Eropa) melayani para pengunjung adalah pemandangan yang sangat sulit ditemui di Indonesia.

Konten maid cafe sendiri pertama kali dihadirkan saat gelaran BIJAC no Tanjoiwai 6 di tahun 2013. Acara yang pertama kali digelar untuk merayakan ulang tahun BIJAC, ternyata mendapatkan sambutan yang positif dan membuat sponsor berdatangan.

“Awalnya BIJAC no Tanjoiwai diselenggarakan dengan budget yang minim, setelah kami mendapatkan dukungan dari pihak sponsor, sepertinya acara ini harus semakin besar dan meriah, jadi kami bepikir akan sangat menarik untuk membuat maid cafe di acara ini. Hal ini akhirnya terwujud sejak gelaran keenam.” ujar salah satu panitia.

Untuk konsepnya sendiri, pihak panitia mencoba memadukan maid cafe yang ada di Jepang dengan maid cafe secara umum. Mereka belum terpikir untuk memadukannya dengan budaya Indonesia seperti menyelipkan unsur batik di seragam para maid.

Menghadirkan maid cafe, tentu harus memilih wanita-wanita yang bisa menarik pengunjung untuk makan disini. Untuk hal ini, pihak panitia melakukan seleksi kepada seluruh mahasiswi Binus yang ingin menjadi maid. Jika dinilai memenuhi kriteria, maka akan dipilih oleh panitia.

Suasana maid cafe di BIJAC no Tanjoiwai 9
Suasana maid cafe di BIJAC no Tanjoiwai 9

Sejak pertama kali dihadirkan, maid cafe di BIJAC no Tanjoiwai memang bisa menarik para pengunjung. Terbukti untuk tahun ini, pihak panitia sampai harus melalukan break selama satu jam guna mempersiapkan makanan baru, karena persediaan sebelumnya sudah habis.

Para pengunjung yang datang pun memiliki alasan yang berbeda. Ada yang ingin merasakan sensasi yang biasa mereka lihat di anime, ada juga yang datang karena ingin melihat para maid yang memang memiliki wajah cantik.

Berbedanya karakter-karakter pengunjung juga diakui oleh Hikari, yang sudah dua tahun menjadi maid di acara ini. Menurutnya, kebanyakan pengunjung bersikap sopan, namun ia juga tidak menampik jika ada pengunjung yang kadang memandang dengan tatapan yang agak tidak enak.

“Ya memang ada beberapa pengunjung yang usil, ada juga yang menanyakan nomor telpon, kami menyikapinya dengan santai dan cukup bilang minta maaf karena policy disini tidak memberikan kontak personal.” ujar Hikari.

Menanggapi hal ini, pihak panitia teringat dengan kejadian digelaran sebelumnya, dimana sampai ada pengunjung yang memberikan surat cinta kepada seorang maid di BIJAC no Tanjoiwai.

Hal-hal itu memang tidak bisa dihindari, karena di Jepang pun banyak pengunjung yang ingin merasa lebih kenal dan dekat dengan maid yang ia sukai.

Untuk masalah harga, secara keseluruhan masih bisa dijangkau oleh kantong orang Indonesia. Harga makanan di maid cafe ini berkisar antara 30.000 hingga 70.000 rupiah. Pihak panitia juga menyediakan beberapa paket layaknya maid cafe di Jepang dengan menghadirkan bonus seperti two-shot dengan maid pilihan masing-masing pengunjung.

Untuk tahun ini pihak panitia pun mengadakan permainan dokidoki, dan juga janken antara maid dan para pengunjung dengan hadiah-hadiah yang menarik. Pihak panitia mencoba untuk lebih membuat nyaman pengunjung ketika makan disini.

Ketika break selesai, antrian pengunjung yang ingin masuk sudah sangat panjang. Kami pun meninggalkan para maid yang cantik itu untuk bekerja kembali. Yang jelas, Maid cafe di BIJAC no Tanjoiwai benar-benar menjadi primadona dan daya tarik utama. Selamat kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras untuk mengsukseskan acara ini. Otsukare!

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.