Kenapa Banyak Perjaka Tua di Jepang?




Masih banyak pria Jepang yang berusia diatas 30 tahun belum menikah

Jepang memang tengah dilanda permasalahan serius terkait jumlah populasi mereka yang kian menurun, terutama di Tokyo. Bahkan, Hiroya Masuda, mantan politikus yang juga seorang penulis, dalam bukunya yang berjudul Local Extinctions memprediksikan Jepang akan punah ditahun 2040 jika tidak bisa menangani masalah ini.

Salah satu alasan hal ini terjadi sudah pasti karena langkanya pernikahan di Jepang sekarang ini. Salah satu orang Jepang yang bernama Yoko Wakatsuki mencoba menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi dalam wawancara bersama CNN.

Ketika Wakatsuki tumbuh dewasa di tahun 1980-an, perokonomian Negara Matahari Terbi itu sedang bagus, pun demikian dengan hasrat menjalin hubungan asmara dikalangan remaja Jepang.

Baca Juga
Kenapa Film Dewasa (JAV) Legal di Jepang?
Jepang Akan Punah Di Tahun 2040!
Hikikomori: Fenomena Mengurung Diri di Kamar Bertahun-Tahun
Apakah Wanita Jepang Lebih Memilih Pria ‘Ganteng tapi Membosankan‘ Atau ‘Jelek tapi Menyenangkan?’

Di era itu, hampir semua wanita Jepang ingin menikah sebelum mereka genap berusia 25 tahun. Sedangkan yang belum menikah hingga berusia seperempat abad akan mendapat julukan “kue Natal” istilah yang merujuk kepada sesuatu yang sudah usang dan ketinggalan jaman, atau singkatnya tidak laku.

Memasuki era 1990-an, istilah tersebut berubah menjadi “mie akhir tahun.” Salah satu tradisi orang Jepang di malam pergantian tahun adalah dengan memakan mie. Jika seorang gadis belum juga menikah hingga ia berusia 31 tahun, mereka dianggap terbuang, sama halnya dengan “kue Natal.”

Tidak sedikit orang Jepang yang lebih mementingkan hobi daripada pacaran
Tidak sedikit orang Jepang yang lebih mementingkan hobi daripada pacaran

Gelora dan hasrat untuk menikah kini telah turun sangat drastis di Jepang, tidak sedikit juga yang tidak memperdulikan hubungan seksual, bahkan ketika mereka telah menikah.

Dari hasil survey yang dikeluarkan oleh pemerintah, 40 persen penduduk Jepang yang berusia diantara 20 hingga 30 tahun merasa tidak membutuhkan pasangan, sehingga tidak memikirkan hubungan asmara. Sebagian besar juga merasa jika pacaran bisa menggangu fokus kerja mereka. Tidak sedikit juga yang lebih mementingkan hobi mereka daripada menjalin sebuah hubungan asmara.

Sebelumnya di tahun 2010, sebuah survey membuktikan satu dari empat pria Jepang yang berusia diatas 30 tahun tidak menikah dan tidak pernah melakukan hubungan seksual. Hal ini juga terjadi dikalangan kaum hawa.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.