Mantan Ikon J.League Kembali Ke Cerezo Osaka




Gagal bersinar bersama FC Basel, Yoichiro Kakitani resmi kembali ke Cerezo Osaka

Usai sudah petualangan seorang Yoichiro Kakitani di Eropa setelah Cerezo Osaka memastikan membawa pulang mantan anak emasnya tersebut.

Kepulangan pemain berusia 26 tahun tersebut di konfirmasi oleh pihak Cerezo pada 4 Januari 2016 di situs resmi mereka sekaligus mengakhiri mimpi buruk Kakitani di FC Basel, dimana ia tidak pernah mendapatkan kesempatan bermain sejak bulan September 2015 silam.

Kakitani sebelumnya digadang-gadang akan mampu mengulangi kesuksesan mantan anak emas Cerezo sebelumnya Shinji Kagawa yang mampu menorehkan tinta emas di Bundesliga.

Namun sayangnya karir Kakitani tidak berjalan sebaik seniornya tersebut, meski musim lalu merasakan gelar juara Liga Swiss, ia lebih sering duduk di bangku cadangan daripada bermain di lapangan hijau.

Selama berkiprah bersama FC Basel selama satu setengah tahun, Kakitani hanya tampil dalam 27 pertandingan di semua ajang kompetisi dan mencetak 8 gol.

Tentu ini bukan hal yang bagus untuk pemain yang pernah menjadi ikon J.League. Hal ini lah yang membuat Cerezo mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan karirnya.

“Ini adalah keputusan yang sulit untuk kembali ke rumah.” ujar Kakitani seperti dikutip dari situs resmi Cerezo.

“Tetapi akhirnya keingingan saya untuk kembali bermain dan membantu Cerezo lebih kuat. Saya senang bisa kembali berjuang bersama para suporter.” lanjutnya.

Kakitani bergabung dengan akademi Cerezo sejak berusia 4 tahun, karena itulah ia mendapatkan julukan “Son of Cerezo”.

Sejak kecil, bakat Kakitani memang sudah terlihat dan ini dibuktikan dimana ia selalu menjadi andalan ketika masih memperkuat Cerezo U-12 dan U-15, hingga akhirnya dipercaya untuk memperkuat Cerezo U-18 diajang Prince Takamado Trophy. Pemain berambut pirang ini juga menjadi langganan tim nasional junior Jepang.

Dengan bakat gemilangnya tersebut, akhirnya Cerezo mengontrak Kakitani pada tahun 2006 ketika usianya masih 16 tahun. Hal yang membuatnya menjadi salah satu pemain termuda yang mendapatkan kontrak profesional.

Tidak hanya itu, Cerezo juga sempat mengirimnya untuk berlatih bersama akademi Arsenal dan Inter Milan. Hal yang menunjukan jika ia memang mempunyai kemampuan yang spesial.

Kakitani memulai debutnya bersama Cerezo di J.League terjadi pada November 2006.  Setelah itu ia sempat dipinjamkan ke Tokushima Vortis pada 2009 dengan harapan bisa membuatnya mendapatkan kesempatan bermain. Peminjaman yang terbilang sukses hingga akhirnya kembali ke Osaka tiga tahun berselang.

Sepulangnya dari Vortis, Kakitani selalu menjadi andalan bagi Cerezo di lini depan dan pada akhirnya di musim 2013 ia dipercaya untuk memakai nomor 8 yang merupakan nomor spesial bagi klub yang dijuluki bunga Osaka tersebut.

Selalu tampil gemilang bersama Cerezo membuat Kakitani banyak diincar oleh klub-klub Eropa dan akhirnya pada pertengahan musim 2014 Kakitani memulai petualangannya di Eropa dan Swis menjadi pilihan untuk memulai karirnya di benua biru.

Kembalinya si anak hilang tentu menjadi berita baik untuk para suporter Cerezo seusai ditinggal oleh kapten mereka Hotaru Yamaguchi yang pergi ke Hannover 96 bulan lalu.

Meski demikian, beban yang diberikan kepada Kakitani tidak lah ringan, ia tentunya diharapkan bisa membawa Cerezo kembali promosi ke kasta tertinggi Liga Jepang usai gagal di babak playoff tahun ini.

Okaeri Yoichiro!

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.