Jepang Ciptakan Bahasa Dunia Melalui “Emoji”




Emoji yang diciptakan oleh Jepang dan sudah digunakan secara global

Emoji menjadi bagian penting dalam setiap chat yang anda lakukan dengan teman. Rasanya cukup hambar jika di akhir pesan tak dilengkapi dengan karakter ini.

Karakter ini sendiri diciptakan sebagai fitur telefon genggam pada tahun 1998. Lambat laun pun mulai mendunia dan menjadi kebutuhan sehari-hari dalam percakapan via jaringan internet.

Walaupun digunakan untuk menyampaikan konten emosional, secara linguistik tidak ada hubungan antara emoji dengan emosi. Kata emoji berasal dari 絵 (e) atau “gambar” dan 文字 (moji) yang berarti “huruf” atau “karakter.”

Pada tahun 2010, emoji digabungkan ke dalam Unicode 6.0, setelah dilakukan lobi oleh Google dan Apple sehingga memudahkan penyebarannya di berbagai program.

Seiringan dengan perkembangan, karakter ini semakin menghidupkan komunikasi elektronik, termasuk sms, e-mail, dan tulisan dalam Facebook, twitter, dan ragam media sosial lainnya.

Pertama kali diciptakan pada tahun 1998 oleh Shigetaka Kurita yang merupakan karyawan NTT Docomo. Pada masa itu ia menciptakannya dengan format sederhana, hanya terdapat 176 dari 12×12 karakter pixel untuk i-mode, platform mobile internet pertama di dunia.

Huruf-huruf Jepang secara umum terdiri dari berbagai frasa sopan dan ekspresi musiman untuk menjaga hubungan antara pengirim dan penerima pesan.

Shigetaka melihat bahwa emoji pun dapat dipergunakan untuk memenuhi peran tersebut melalui medium sms.

Walaupun ia bukanlah seorang desainer, ia mengembangkan banyak ide untuk emoji pertama dengan memutar memori tentang manga yang ia baca ketika kecil atau mengambil inspirasi dari huruf kanji.

Kesederhanaan karakter membuat Docomo tidak dapat dengan mudah mendapatkan klaim hak cipta. Persaingan dalam penawaran pun mulai terlihat dalam bisnis telekomunikasi seiring dengan penggunaannya yang semakin menyebar luas.

Emoji dalam iPhone
Emoji dalam iPhone

Pengguna telefon genggam di Jepang mengapresiasi emoji yang mudah digunakan dan disertai dengan desain lucu. Selain itu, karakter-karakter dibuat melalui cara yang ringan dan humoris membuat mereka lebih mudah dalam mengkomunikasikan perasaan saat ini.

Ketika iPhone akan dijual di Jepang pada tahun 2008 dengan versi iOS 2.2, Presiden Softbak, Masayoshi Son meminta secara langsung kepada Steve Jobs agar produknya dapat menggunakan emoji. Akhirnya karakter-karakter ini dapat dipergunakan pada versi iOS 5 di tahun 2011.

Kepopuleran juga diakui oleh dunia, salah satunya ketika November 2015 Oxford Dictionaries mengundang kontroversi dengan memilih karakter emoji “wajah dengan tangisan bahagia” sebagai Word of The Year. 

Word of The Year Oxford Dictionaries 2015
Word of The Year Oxford Dictionaries 2015

Selain itu pada tahun 2013, penyanyi ternama Katy Perry dalam music video “Roar” menggantikan berbagai kata dalam lirik lagunya dengan memunculkan karakter emoji di layar.

Walaupun begitu, emoji juga mulai merambah berbagai ekspresi dari negara lainnya. Saat ini emoji tak hanya menyediakan karakter yang relevan bagi kehidupan masyarakat jepang, seperti wajah dengan masker, love hotel, anjing Akita, dan kotoran tersenyum.

Namun saat ini beberapa karakter yang dulu tidak tersedia bagi orang Amerika, sudah mulai tersedia, seperti kalkun, burritos, dan jari tengah. Globalisasi bahkan sudah memasuki ranah emoji.

Sebelum penggunaan karakter ini, Jepang memiliki kaomoji yang dapat disetarakan dengan smileys atau emoticons, biasa digunakan di negara berbahasa Inggris. Perbedaan lainnya adalah e berarti “gambar” dan kao berarti “wajah”.

emoji baruEmoticon di Barat hanya menggunakan karakter sederhana seperti mata dan wajah yang menghadap suatu arah, seperti ekspresi bahagia 🙂 dan ekspresi sedih 🙁 .

Sementara itu, kaomoji tidak miring menghadap suatu arah tertentu, komunikasinya lebih diarahkan degan penggunaan mata, seperti (^_^) untuk ekspresi bahagia dan (>_<) untuk menggambarkan ekspresi kekecewaaan atau permintaan maaf untuk suatu hal buruk yang telah terjadi.

Emoji telah mengambil beberapa peran dari kaomoji, namun kaomoji ataupun emoticon masih tetap banyak digunakan juga hingga sekarang.

Saat ini mulai bermunculan fitur sticker di berbagai aplikasi sebagai bentuk representasi terbaru dalam penggunaan gambar dalam komunikasi elektronik.

Secara spesifik, LINE, telah membangun popularitas di Jepang dan negara Asia lainnya dengan berbagai karakter terkenal, seperti Cony the Rabbit dan Brown the Bear.

Mereka dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan pengguna aplikasi. Terdapat pula sticker lainnya yang dapat diunduh secara gratis ataupun berbayar.

Layaknya karaoke dan kawaiiemoji telah mengglobal. Kedepannya akan menarik mengikuti transformasinya terutama dalam perkembangannya menjadi bahasa internasional.

Sumber dan foto: Nippon

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.