Gamba Osaka : Ambisi Untuk Kembali Meraih Kesuksesan




Mulai musim ini Gamba Osaka akan bermain di kandang baru mereka Suita City Football Stadium

Meski berasal dari pinggiran kota Osaka, Gamba Osaka adalah tim tersukses di kota tersebut. Mereka berhasil meninggalkan jauh saudara sekaligus sang rival Cerezo Osaka untuk urusan perolehan gelar juara. Megusung slogan “Ambition” Gamba mencoba untuk kembali meraih kesuksesan musim ini.

Profile

Pertama kali di bentuk pada tahun 1980 dengan nama Matsushita Electronic Industrial Co., Ltd. Soccer Club dan berlaga di Japan Soccer League. Sebelas tahun kemudian, tepatnya di tahun 1991 mereka mengganti nama menjadi Gamba Osaka.

Nama ‘Gamba’ sendiri di ambil dari Bahasa Italia yang berarti “Kaki” dan Bahasa Jepang (Gambaru / がんばる) yang berarti “lakukan yang terbaik”.

Gamba Osaka merupakan satu dari sepuluh klub pertama yang bermain di J-League ketika liga sepakbola Jepang yang kita kenal hingga saat ini resmi bergulir di tahun 1993.

Kiprah mereka di awal bergulirnya J-League tidak lah mengesankan, bahkan membutuhkan waktu sekitar 12 tahun bagi Gamba Osaka untuk berhasil mendapatkan gelar J-League pertamanya.

Di bawah asuhan pelatih Akira Nishino, Gamba Osaka berhasil menjadi juara J1 pada tahun 2005. Yasuhito Endo menjadi aktor utama dalam memimpin tim merebut gelar Liga perdana mereka.

Dengan komposisi pemain lokal yang dipadukan bintang-bintang asal Brazil seperti Magno Alves dan Bare, Gamba menjelma menjadi tim terbaik di Jepang, dan diikuti menjadi yang terbaik di Asia dengan keberhasilan mereka meraih gelar Liga Champions Asia 2008.

Namun sayangnya setelah itu presti mereka terus merosot dan akhirnya setelah menjaga eksistensi  di J1 selama 19 tahun, Gamba harus rela terdegradasi ke J2 setelah hanya menempati posisi 17 di akhir musim 2012.

Lebih dari satu dekade, Yasuhito Endo masih menjadi otak permainan Gamba Osaka
Lebih dari satu dekade, Yasuhito Endo masih menjadi otak permainan Gamba Osaka

Hal ini membuat petinggi Gamba memecat pelatih dan menunjuk Kenta Hasegawa sebagai pelatih baru mereka dengan harapan bisa cepat kembali naik ke kasta tertinggi liga sepakbola Jepang.

Bersama Kenta Hasegawa, tak butuh waktu lama bagi Gamba Osaka untuk bisa tampil di J-League divisi 1 karena di tahun 2013 mereka berhasil menjadi juara J-League divisi 2 dan berhak promosi ke kasta tertinggi.

Bahkan, di musim 2014 Gamba cukup mengejutkan penggemar liga sepakbola Jepang. Sempat bermain kurang meyakinkan di paruh awal, anak asuhan Kenta Hasegawa ini berhasil bangkit setelah jeda piala dunia dan sukses meraih treble winner di akhir musim.

Pelatih yang pernah menukangi Shimizu S-Pulse ini masih dipercaya hingga sekarang, karena di musim 2015 kemarin ia juga berhasil mempersembahkan gelar Fuji Xerox Super Cup dan Emperor’s Cup bagi klub yang bermarkas di Suita City Football Stadium ini.

Peluang musim 2016

Untuk mengarungi musim ini, Kenta Hasegawa tidak terlalu banyak merombak komposisi tim. Hal ini terlihat dari sepinya aktivitas transfer Gamba Osaka menjelang awal musim J1 pada tanggal 27-28 Februari mendatang.

Tetapi bukan berarti Gamba tidak melakukan penambahan pemain, karena mereka meminjam jasa penyerang Sao Paolo, Ademilson yang musim lalu bermain untuk Yokohama F. Marinos dan juga membeli gelandang Yokohama F. Marinos, Jungo Fujimoto.

Posisi penyerang tampaknya akan kembali diperkuat oleh duet Takashi Usami dan Patric Anderson, mereka pun memiliki back-up yang cukup berkontribusi musim lalu, Shun Nagasawa di tambah kehadiran Ademilson.

ademilson
Ademilson diharapkan bisa mempertajam lini depan Gamba Osaka musim ini bersam Patric dan Takashi Usami

Kapten tim, Yasuhito Endo akan tetap menjadi jendral lapangan tengah, ditemani pasangannya yang tidak kalah hebat Yasuyuki Konno.

Kerja lini tengah Gamba akan ditopang oleh dua penyerang sayap yang sering membahayakan gawang lawan dalam diri Hiroyuki Abe dan Shu Kurata.

Sementara itu, duet Daiki Niwa dan Takaharu Nishino dipercaya akan kembali memperkuat posisi center-back Gamba Osaka, ditemani oleh Koki Yonekura dan Hiroki Fujiharu yang turut membantu di posisi kanan dan kiri lini pertahanan.

Untuk posisi kiper sepertinya akan tetap di isi oleh Masaaki Higashiguchi yang hampir tidak tergantikan selama dua musim terakhir.

Dengan komposisi pemain yang hampir sama semenjak pertengahan musim 2014, Gamba dipercaya akan kembali menantang para pesaing untuk memperebutkan gelar juara di musim 2016.

Namun jadwal Gamba Osaka akan padat di musim ini karena kembali berlaga di AFC Champions League, untuk itu Kenta Hasegawa harus meramu taktik dan komposisi pemain agar tetap menjaga stamina anak asuhannya.

Permasalahannya adalah Gamba Osaka beberapa kali gagal ketika mencoba untuk merotasi pemain di tengah padatnya jadwal. Terutama pada posisi bek dan kiper yang bisa menjadi titik lemah ketika para pemain terbaiknya tidak bermain.

Jika Kenta Hasegawa tidak berhasil menemukan komposisi pemain yang pas ketika melakukan rotasi, nampaknya akan sulit bagi Gamba Osaka untuk bisa meraih gelar lagi musim ini.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About Faiz Fachnaz Saputra 67 Articles
Gamer | IGN: Riyuunyan | Japanese Football Enthusiast | Gamba Osaka | Pokemon Master | GIANT KILLING |