Yokohama F. Marinos: Masih Akan Bertumpu Pada Pemain Senior




Sebagai salah satu tim tersukses di Jepang, Yokohama F. Marinos sudah lama tidak merasakan gelar juara Liga

Rasanya tidak ada yang tidak mengenal klub asal Yokohama ini. Bagaimana tidak, selain merupakan salah satu klub yang jadi pelopor kelahiran J.league, Yokohama F. Marinos adalah salah satu tim tersukses di Jepang dengan torehan 3 gelar juara Liga. Hingga sekarang pun mereka belum pernah terkena degradasi.

Profile

Yokohama F. Marinos merupakan klub bentukan dari Nissan Motor yang terlahir dengan nama awal Nissan Motors F.C. DIi era Japan Soccer League mereka merupakan klub yang terbilang cukup sukses.

Pada tahun 1992 tim ini berganti nama menjadi Nissan F.C. Yokohama Marinos dan menjadi salah satu klub pelopor dalam kelahiran J.league.

Marinos bermarkas di Stadion Internasional Yokohama dan sekarang berganti menjadi Nissan Stadium karena sponsorship.

Ini adalah salah satu stadion terbesar di Negeri Sakura dan menjadi salah satu stadion yang menyelenggarakan pertandingan Piala Dunia 2002.

Pada 15 Mei 1993 Marinos mendapat kehormatan untuk menjalani pertandingan pembukaan bersejarah J.League bersama Verdy Kawasaki (sekarang Tokyo Verdy), dan itu menjadi lebih spesial karena mereka sukses mengalahkan musuh bebuyutan mereka sejak di JSL dengan skor akhir 2-1.

Duel Nissan F.C. Yokohama Marinos melawan Verdy Kawasaki di tahun 1993 mengawali sejarah Liga sepakbola profesiona Jepang
Duel Nissan F.C. Yokohama Marinos melawan Verdy Kawasaki di tahun 1993 mengawali sejarah Liga sepakbola profesiona Jepang

Pada tahun 1995 Marinos memenangkan kejuaraan J.League pertama mereka setelah di final sukses mengalahkan Verdy. Setelah sukses meraih gelar pertama mereka, pada musim 1996 klub kembali berganti nama menjadi Yokohama Marinos (menghilangkan nama Nissan F.C.).

Saat Yokohama Fluegels kehilangan sponsor utama mereka pada tahun 1998, secara mengejutkan mereka memutuskan untuk melakukan merger dengan Marinos. Hal itu menjadi sejarah tersendiri karena dua klub rival melebur menjadi satu. Sejak saat itu huruf “F” ditambahkan untuk mewakili Fluegels, dan lahirlah nama Yokohama F. Marinos.

Pada tahun 2003 dan 2004 Marinos memenangkan gelar J1 secara beruntun dibawah pelatih Takeshi Okada dan itu merupakan gelar J1 ke 3 sepanjang sejarah klub.

Selain itu Marinos juga dikenal sebagai klub yang pernah dibela oleh beberapa pemain bintang seperti Ramon Dias, Yoshikatsu Kawaguchi, Julio Salinas, Masima Ihara, Yuki Nakazawa dan Ahn Jung-Hwan. Namun dari sederet bintang tersebut, tentu Shunsuke Nakamura lah yang akan selalu menjadi simbol dari Yokohama F. Marinos.

Peluang Musim 2016

Untuk musim ini Marinos masih mempercayakan kekuatan tim kepada pemain-pemain lama. Mereka hanya mendatangkan tiga pemain baru yakni Takashi Kanai dari JEF United, Naoiki Maeda dari Tokyo Verdy, serta Cayman Togashi yang diambil dari Universitas Kanto.

Di pos penjaga gawang, Iikura tampaknya akan masih dipercaya yang kemudian diperkuat oleh duet Fabio dan Nakazawa di lini belakang. Musim lalu pertahanan Marinos menjadi salah satu yang terbaik di J.League dengan hanya kemasukan 32 gol, dan hanya kalah dari Sanfrecce yang kemasukan 30 gol.

Di usia yang menjelang 38 tahun, Shunsuke Nakamura masih menjadi motor serangan Yokohama F. Marinos
Di usia yang menjelang 38 tahun, Shunsuke Nakamura masih menjadi motor serangan Yokohama F. Marinos

Shunsuke Nakamura akan tetap menjadi motor serangan dari Marinos yang akan ditemani oleh Yuta Mikado dan dilengkapi oleh dua pemain sayap lincah pada diri Manabu Saito dan Shingo Hyodo.

Permasalahan utama Marinos memang terletak di lini depan. Penyerang mereka seperti kesulitan mengkonversi peluang-peluang yang diciptakan oleh para pemain tengah.

Mereka dipastikan kehilangan Ademilson yang untuk musim ini ‘disekolahkan’ oleh Sao Paulo ke Gamba Osaka.

Untuk musim ini, Sho Ito dan Rafinha sepertinya akan dipercaya sebagai juru gedor di depan, meski peforma mereka di musim lalu tidaklah mengesankan.

Marinos memang tidak punya banyak pilihan dan mereka juga tidak mendatangkan penyerang berkualitas di bursa transfer kemarin.

Dengan skuad yang masih didominasi oleh pemain-pemain di musim lalu, sepertinya Marinos masih akan tetap bergelut di papan tengah.

Namun jika pertahanan mereka bisa sekuat musim lalu dan memperbaiki kinerja lini depannya, akan masih mungkin pada akhirnya Marinos bisa bersaing di papan atas.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.