Yamanote Line; Jalur Kereta Paling Sibuk dan Paling Mudah di Tokyo




Jalur Yamanote berwarna hijau di setiap stasiun yang ada di Tokyo

Kereta adalah moda transportasi utama di Jepang, terutama di Tokyo. Beberapa teman kami di Tokyo mengungkapkan jika mereka tidaklah butuh mobil karena semua penjuru wilayah bisa dijangkau dengan kereta. Mobil lebih cocok untuk orang-orang di ‘kampung’ atau kota kecil.

Berbicara kereta, jalur kereta di Tokyo terbilang cukup rumit, apalagi untuk orang Indonesia. Jika di Jakarta, kita hanya mengenal dua jalur kereta, di Tokyo ada berbagai macam. Jika kita tidak memahami jalur kereta ke tempat yang kita tuju, niscaya akan tersesat.

Baca Juga
Trik Berkeliling Hemat di Tokyo Dengan JR Tokunai Pass
Willer Japan Bus Pass: Solusi Lain Menjelajah Jepang Untuk Budget Traveller
Tak Perlu Takut Tersesat, Hyperdia adalah Jawabannya
Panduan Menginap di Warnet Jepang

Bagi yang akan pertama kali ke Jepang, untuk membaca jalur kereta dari tempat yang ingin dituju tentu saja yang harus digunakan adalah hyperdia. Jika kalian masih cukup bingung, jalur kereta yang paling mudah digunakan adalah jalur yamanote yang berwarna hijau. Kami menyebutnya ini jalur untuk ‘newbie’ karena memang sangat mudah.

Kereta di jalur yamanote dioperasikan oleh East Japan Railway Company (JR East). Rute keretanya melingkar, dengan melewati hampir semua stasiun utama yang ada di Ibukota seperti stasiun Tokyo, Shibuya, Shinjuku, Harajuku, Akihabara, Ueno, Shimbasi, dan Shinagawa. Kereta di jalur yamanote beroperasi setiap hari mulai pukul 04.30 pagi hingga pukul 01.20 dinihari.

Jalur kereta Yamanote
Rute jalur kereta Yamanote

Karena kereta di jalur ini menghubungkan hampir semua wilayah di Tokyo, tak heran kereta yamanote menjadi kereta yang paling sibuk dan selalu penuh dengan penumpang terutama di jam orang Jepang berangkat dan pulang bekerja. Namun jangan khawatir karena jarak kereta berikunya kira-kira hanya 2 menit. Setiap harinya, kira-kira 3,55 juta penumpang menggunakan jalur yamanote.

Dengan mengunakan kereta yamanote, resiko untuk tersasar terbilang sangat kecil, bahkan jika kalian menaiki kereta yamanote di peron yang salah. Sebagai contoh, jika kalian naik dari stasiun Shibuya dan ingin menuju Shinjuku (lihat di gambar jalur kereta di atas) dimana seharusnya menaiki kereta di peron menuju Shinjuku, namun ternyata kalian naik kereta di peron menuju Shinagawa, kalian tetap akan sampai ke Shinjuku namun dengan waktu perjalanan yang lebih lama karena akan memutar dahulu.

Kereta JR Yamanote yang juga berwarna hijau dan mudah dikenali

Semua kereta yamanote mengawali dan mengakhiri layanannya di stasiun Osaki, namun kadang-kadang juga di stasiun Ikebukuro dan Shinagawa. Kereta yang mengitari jalur searah jarum jam disebut soto-mawari (外回り lingkar luar) dan yang berlawanan disebut uchi-mawari (内回り lingkar dalam).

Bagi yang sudah mengerti dengan jalur kereta di Tokyo, menaiki kereta yamanote memang akan memperlambat karena mengitari hampir semua stasiun, namun untuk yang akan pertama kali ke Jepang, kami menyarankan untuk menggunakan jalur yamanote.

Catatan: Bagi pemegang JR Pass, kalian bisa menggunakan kereta ini tampa harus membeli tiket lagi. Sedangkan untuk yang ingin berkeliling Tokyo seharian, kalian bisa membeli JR Tokunai Pass dengan harga 7500 yen yang pastinya akan meringankan biaya perjalanan.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.