Vissel Kobe: Berharap Tidak Karam dan Tenggelam di Dasar Klasemen




Tidak terkena degradasi menjadi target realistis untuk Vissel Kobe musim ini

Mentari sempat bersinar cerah saat Vissel mampu tampil gemilang menggelontorkan tujuh gol ke gawang Sagan Tosu di putaran kedua musim lalu.

Namun, secercah harapan tersebut gagal ditularkan menjadi tren positif, mereka kerap kalah telak ketika menghadapi tim papan atas seperti saat kalah 2-5 dari Urawa Reds.

Mampu melaju hingga fase semifinal Nabisco Cup, mereka hanya sanggup finis di posisi 12 klasemen keseluruhan J.League division 1.

Profile

Cikal bakal klub berawal dari tim semi-profesional Kawasaki Steel Soccer Club, yang didirikan pada tahun 1966 di prefektur Okayama. Kawasaki Steel tampil di kompetisi Japan Soccer League hingga menapak di kasta kedua pada 1986, hingga akhirnya kompetisi tersebut bubar jalan di tahun 1992.

Kesepakatan yang dibuat oleh otoritas kota Kobe dan induk tim tersebut, Kawasaki Steel, pada tahun 1994 berujung pada kelahiran sebuah klub yang diharapkan kelak mampu bersaing di level tertinggi kompetisi sepak bola Jepang.

Nama klub merujuk pada gabungan dua kata dalam bahasa Inggris, yakni “Victory” dan “Vessel”. Selain menunjukkan identitas Kobe sebagai kota pelabuhan, nama tersebut menunjukkan visi klub sebagai “sebuah kapal yang menuju kemenangan”.

Penampilan resmi perdana Vissel Kobe bukan terjadi di kompetisi, melainkan pada laga amal melawan tim asal Rio de Janeiro untuk mengumpulkan bantuan bagi korban Gempa Besar Kobe yang terjadi di awal tahun 1995.

Di tahun yang sama, Vissel melakukan debut di ajang Japan Football League. Meskipun mengalami kesulitan pendanaan dan fasilitas latihan akibat belum pulihnya Kobe dari bencana gempa, mereka mampu finis di peringkat enam. Musim berikut mereka menanjak naik dan menempati peringkat kedua klasemen dan berhak mendapat promosi menuju J.League.

Vissel Kobe menjalani pertandingan pertamanya untuk pertanding amal
Vissel Kobe menjalani pertandingan pertamanya untuk pertanding amal Gempa bumi besar Hanshin

Dengan arahan manajer asal Skotlandia, Stuart Baxter, mereka menarik perhatian dan dukungan dari suporter. Legenda lokal di era akhir 90-an pun lahir seperti Ryuji Ishizue, dan Akihiro Nagashima. Di sisi lain, Vissel sempat menjadi perhentian karir sejumlah bintang asing macam Ahmed Ziad, Tomas Bickel, Jan Jonsson, hingga Michael Laudrup.

Walau kepopuleran tim mulai naik daun, penampilan Vissel semenjak melakoni debut di J.League divsion 1 tak bisa dibilang mentereng. Selepas finis di posisi sepuluh klasemen akhir pada musim 1999, Vissel tak pernah mampu merangkak dari posisi tengah bawah klasemen.

Vissel Kobe pun pernah terdegradasi menuju J.League 2 Division pada musim 2005 dan 2012. Namun mereka langsung promosi di kesempatan pertama pada musim berikutnya. Kobe mengulangi finis terbaik mereka di posisi 10 klasemen secara dua musim beruntun di tahun 2007 dan 2008.

Dari segi finansial dan manajemen klub, Vissel pernah mengalami krisis. Puncaknya pada tahun 2003, klub mengeluarkan pernyataan bantuan perlindungan kebangkrutan kepada penyelenggara liga.

Hal tersebut berujung pada berpindahnya kepemilikan klub kepada Crimson Group, yang dinaungi pengusaha asal Kobe Hiroshi Mikitani. Tak lama setelah akuisisi tersebut, terjadi perubahan pada logo dan juga warna utama seragam klub menjadi merah marun.

Soal kandang, Vissel Kobe termasuk salah satu tim dengan stadion yang tergolong besar. Noevir Stadium Kobe, yang sempat dikenal sebagai Kobe Wing Stadium saat Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002, menjadi kandang mereka semenjak 2003.

Stadion ini mengalami pengurangan kapasitas dari sebelumnya 42.000 penonton saat pembukaan menjadi hanya sekitar 30.000 penonton.

Prediksi musim 2016

Salah satu poin penting dari persiapan musim baru bagi Vissel Kobe adalah kembalinya Masahiko Inoha ke dalam skuad asuhan Nelsinho Baptista musim ini.

Bek sentral yang memperkuat tim nasional Jepang di Piala Dunia 2014 ini akan memperkuat lini pertahanan Vissel yang kebobolan 49 gol musim lalu. Pemain yang juga pernah berkarir di Kroasia bersama Hajduk Split ini tentunya diharapkan untuk memperbaiki kelemahan utama tim.

Selain bergabungnya Inoha ke dalam tim, perkembangan bek muda Takuya Iwanami juga nampak menjanjikan. Ia turut tampil pada saat tim nasional Jepang berlaga di Kejuaraan U-23 Asia bulan lalu di Qatar.

Kembalinya Masahiko Inoha diharapkan mampu menambal lini pertahanan Vissel Kobe
Kembalinya Masahiko Inoha diharapkan mampu menambal lini pertahanan Vissel Kobe

Terlebih kini Vissel memiliki palang pintu yang berpengalaman di tingkat tim nasional pada diri Kim Seung-Gyu.

Dengan bekal 18 caps membela tim nasional senior Korea Selatan, Seung-gyu dianggap mampu bersaing dengan kiper senior Kaito Yamamoto dan Kenta Tokushige untuk tampil di bawah mistar.

Kepergian dua pilar di lini tengah adalah kehilangan terbesar Vissel di awal musim ini. Gelandang serang muda Ryota Morioka memilih tidak memperpanjang kontrak dan mencoba peruntungan di liga Polandia bersama Slask Wroclaw.

Sementara kapten dan jangkar andalan asal Korea Selatan, Jung Woo-Young, menerima tawaran untuk melanjutkan karir di liga super Tiongkok bersama Chongqing Lifan.

Peran keduanya nampak akan digantikan oleh dua rekrutan anyar Taisuke Muramatsu (Shimizu S-Pulse) dan Naoyuki Fujita (Sagan Tosu).

Lini serang akan dipimpin oleh striker kawakan asal Brasil, Leandro. Ia akan didukung kompatriotnya Pedro Junior, dan kapten baru Kazuma Watanabe.

Meski ditinggal oleh Marquinhos, sepertinya hal itu tidak berpengaruh banyak karena usia salah satu pemain asing terbaik dalam satu dekade terakhir itu memang sudah tidak muda lagi.

Bagi armada Kobe, dibalik badai selalu ada sinar cerah untuk mereka mengarungi samudera kompetisi. Target mereka untuk musim depan, tidak karam dan tenggelam di dasar klasemen.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.