Valentine: Hari Dimana Wanita Jepang Mendadak Menjadi Romantis




Hari Valentine di Jepang adalah salah satu hari paling spesial untuk kaum wanita

“Jika kalian menyukai atau mencintai wanita Jepang, utarakan lah menjelang hari Valentina. Itu jadi hari dimana semua wanita Negeri Sakura ‘membutuhkan’ pasangan.’

Kata-kata diatas adalah semacam lelucon khas di Jepang menjelang hari Valentine. Seperti kita ketahui bersama, banyak wanita Jepang sekarang ini yang tidak terlalu memperdulikan masalah percintaan.

Kehidupan mereka akan selalu diisi dengan kerja, kerja, dan kerja. Selepas bekerja, mereka akan menghabiskan waktunya dengan hobi mereka. Ya, tidak ada waktu untuk cinta.

Seperti halnya malam Halloween, dan malam Natal, perayaan hari Valentine di Jepang memiliki cerita dan tradisinya sendiri.

Sejarah hari Valentine di Jepang sejatinya berawal ketika sebuah toko kue bernama Morosov yang berada di Kobe melakukan terobosan dengan mempromosikan produk mereka dengan tajuk “Coklat Valentine.” disalah satu majalah pada tanggal 12 Februari 1936.

Dan, mencapai gong terbesar pada 1968, saat seorang produser Sony bernama Teruo Morita mencoba untuk mempopulerkannya dengan mengirim cokelat kepada toko kelontong khusus impor yang bekerja sama dengan perusahaannya dengan slogan “Valentine Day di Jepang kamilah yang buat – Nihon no Valentine’s Day wa Uchi ga Tsukutta”.

Tak disangka hal ini mendapatkan respons yang besar dari masyarakat, dan sejak saat itu tradisi mengirim cokelat pada hari Valentine di Jepang pun dimulai.

Jika dibelahan bumi lain pria memberikan coklat kepada wanita, di Jepang justrru sebaliknya. Hal ini lah yang membuat para perempuan berlomba untuk mendapatkan sosok pria yang akan mereka berikan coklat di hari spesial tersebut.

Toko coklat di Jepang akan diserbu para wanita yang berburu coklat untuk pasangan atau orang yang dicintai
Toko coklat di Jepang akan diserbu para wanita yang berburu coklat untuk pasangan atau orang yang dicintai

Tradisi memberikan coklat di Jepang terbagi dalam tiga kategori. Pertama, Honmei choco atau yang disebut juga coklat mahal.

Biasanya perempuan akan membagikan jenis coklat ini kepada orang yang benar-benar mereka cintai seperti suami ataupun kekasih yang sudah diyakini sebagai cinta sejatinya.

Bagi pria yang mendapatkan coklat kategori ini, bisa merasakan menjadi pria paling beruntung sedunia, ataupun pria paling tampan di muka bumi karena pengorbanan yang dilakukan oleh pasangan wanita mereka.

Kategori yang kedua adalah Giri Choco atau coklat basa-basi. Seperti namanya basa-basi, coklat ini diberikan oleh kaum wanita hanya untuk mengisi hari Valentine mereka ataupun menyenangkan hati seorang pria yang bukan pasangan mereka.

Ada juga yang memiliki pandangan jika kategori ini bernilai sebagai lambang persahabatan karena diberikan tidak harus kepada pria yang dicintai, bisa juga diberikan kepada seseorang yang dinilai sangat baik, layaknya seorang sahabat.

Kategori yang terakhir adalah Tomo Choco atau kependekan dari tomodachi chocolate. Tradisi untuk kategori ini muncul karena di hari valentine wanita tidak mendapat coklat, mengingat wanitalah yang memberikan coklat. Jadilah sesama teman wanita saling memberikan coklat sebagai penghibur hati.

Terlepas dari kategori-kategori diatas, percayalah jika kesempatan untuk mendapatkan pasangan wanita berkebangsaan Jepang adalah saat perayaan hari Valentine karena wanita yang terkenal sangat cuek sekalipun akan seketika berubah menjadi romantis di hari tersebut.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.