Urawa Red Diamonds: Menuntaskan Rasa Penasaran Meraih Gelar Juara




Dengan dukungan suporter yang melimpah, Urawa Red Diamonds mencoba memutus rasa penasaran meraih gelar juara

Memiliki skuat yang paling lengkap dalam tiga tahun terakhir, Urawa Red Diamonds selalu terpeleset di akhir kompetisi. Musim 2016, mereka akan mencoba untuk menyudahi rasa penasaran mereka untuk merebut gelar juara yang terakhir mereka rebut di tahun 2008.

Profile Tim

Urawa Red Diamonds didirikan pada tahun 1950 dengan nama Mitsubishi, tim ini memang dibentuk oleh perusahaan Mitsubishi Motors. Terlahir di Kobe, kemudian pindah ke Tokyo, dan akhirnya menetap Saitama. Tidak mengherankan jika suporter Urawa juga banyak berada di Ibukota.

Saat J.League akan digulirkan, tim ini berganti nama menjadi Urawa Red Diamond yang terinspirasi dari lambang Mitsubishi yang menampilkan tiga buah berlian. Mereka menjadi salah satu tim original yang terlibat dalam musim pertama kompetisi sepakbola profesional pertama di Jepang.

Suporter mereka terkenal sebagai yang paling fanatik di Jepang yang selalu membanjiri markas mereka di Stadion Saitama. Urawa mencatatkan jumlah rata-rata penonton terbanyak di stadion selama satu dekade terakhir.

Prestasi Urawa di era 90-an tidak lah mengesankan, bahkan di tahun 1999, mereka harus turun degradasi ke divisi dua, meski saat itu diperkuat oleh mantan bintang Barcelona Txiki Begiristain.

Sempat mendatangkan bintang kontroversial asal Brazil Edmundo, Urawa menjelma menjadi tim terbaik Jepang dipertengahan tahun 2000 dengan pemain-pemain lokal yang sukses dipadukan dengan pemain asing.

Mereka membangunnya dengan nama-nama seperti Shinji Ono, Alex, Makoto Hasebe, Hajime Hosogai, Keisuke Tsuboi, Tulio, Keita Suzuki dan Yuki Abe yang dipadukan dengan duo Brazil Washington dan Robson Ponte

Era keemasan Urawa ini sukses mempersembahkan juara Liga 2006, Emperor’s Cup 2005, 2006, dan puncaknya adalah merengkuh gelar juara Liga Champions Asia 2007. Namun, setelah itu mereka meredup karena ditinggalkan bintang-bintangnya.

Puncak kejayaan Urawa Red Diamonds adalah dengan meraih gelar Liga Champions Asia 2007
Puncak kejayaan Urawa Red Diamonds adalah dengan meraih gelar Liga Champions Asia 2007

Setelah lama tertidur, manajemen mereka kembali berbenah unuk mengembalikan Urawa sebagai pemain terbaik dengan mendatangkan pemain bintang, dan lebih tepatnya adalah mendatangkan pemain-pemain dari Sanfrecce Hiroshima.

Sejak Mihailo Petrovic ditunjuk sebagai arsitek tim, pria asal Serbia yang sebelumnya menangani Sanfrecce ini setiap musim membajak mantan anak asuhnya di Hiroshima ke Saitama.

Tercatat ada enam mantan pemain Sanfrecce di skuat Urawa sekarang, dan mereka adalah pemain kunci yang membawa Sanfrecce meraih gelar J.League 2012. Atas dasar itulah, Urawa sering diolok-olok sebagai Sanfrecce dari Utara dan nama mereka diplesetkan menjadi Sanfred Hiroshima.

Sayangnya dengan menumpuk pemain bintang, Urawa masih gagal meraih satupun gelar. Dalam dua musim terakhir, mereka berhasil memimpin klasemen hingga putaran pertama, namun saat memasuki putaran kedua, permainan mereka turun drastis dan berakhir dengan kegagalan.

Peluang musim 2016

Gagal dalam dua musim terahir setelah memimpin klasemen di paruh pertama memang membuat Urawa semakin penasaran. Mereka berhasil memenangkan perburuan mendapatkan salah satu pemain muda terbaik di Jepang sekarang ini Wataru Endo dari Shonan Bellmare.

Pembelian Wataru Endo dinilai sangat tepat untuk menambal kelemahan Urawa Red Diamonds
Pembelian Wataru Endo dinilai sangat tepat untuk menambal kelemahan Urawa Red Diamonds

Endo akan diproyeksikan untuk menggantikan sang kapten Yuki Abe. Memasuki usia ke 34, mantan pemain Leicester City itu memang sudah mulai menurun penampilannya.

Kapten timnas Jepang U23 itu akan menemani Yosuke Kashiwagi, salah satu punggawa timnas senior Jepang. Dua pemain ini bisa menjadi duet pemain tengah terbaik di Jepang jika mampu menjalankan skema yang diinginkan oleh Petrovic.

Di lini belakang, meski sudah ada Tomoaki Makino dan Ryota Moriwaki, Petrovic nampaknya belum puas dengan kinerja mereka. Urawa mendatangkan palang pintu timnas Slovenia Branko Ilic yang musim ini bermain di Liga Chmapions Eropa bersama Astana.

Sedangkan di lini depan tidak ada banyak perubahan. Mereka masih mengandalkan nama-nama besar seperti tadanari Lee, Shinzo Koroki, Zlatan Ljubijankic, dan Naoki Isihara. Empat pemain itu adalah jaminan mutu lahirnya gol ke gawang lawan.

Kegagalan Urawa selama ini memang lebih disebabkan faktor mental dan kestabilan, terutama di paruh kedua. Jika mereka bisa mengatasinya musim ini, dengan skuat yang ada, mereka layak dijadikan kandidat utama untuk meraih gelar juara.

 

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2225 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.