Untuk Meningkatkan Angka Kelahiran, Jepang Bayar Perempuan Donor Sel Telur




Jepang terus mencari solusi meningkatkan angka kelahiran anak

Permasalahan semakin menurunnya jumlah populasi anak di Jepang membuat pemerintah Negeri Sakura menaruh perhatian serius untuk mencari solusinya. Menurut data yang dilansir dari Japan Times, jumlah anak-anak yang berusia 14 tahun kebawah sekarang ini menjadi yang terendah dalam 35 tahun terakhir di Jepang.

Sebuag tim dokter yang diminta meningkatkan angka kesuburan inovatif di Jepang mengatakan, telah tersedia anggaran senilai USD 1 juta untuk membayar perempuan supaya bersedia membekukan sel telur mereka. Sel telur itu dapat diaktifkan sewaktu-waktu di kemudian hari. Iwaho Kikuchi, salah satu anggota tim menyebutkan, hal ini bisa menyelamatkan regenerasi Jepang untuk beberapa puluh tahun lamanya.

Urayasu, sebuah daerah di Jepang akan menjadi wilayah pertama yang menggunakan anggaran daerah untuk menutupi 80 persen dari biaya pembekuan sel telur itu. Perempuan lokal berusia di kisaran 25 hingga 34 tahun akan mencoba menggunakan metode ini di rumah sakit Juntendo Universitas Urayasu.

Baca Juga
Jepang Akan Punah Di Tahun 2040!
Jumlah Anak di Jepang Mencapai Titik Terendah Dalam 35 tahun
Hampir 40% Anak Muda di Jepang Tidak Ingin Punya Pacar
Populasi Jepang Turun Hampir Satu Juta Jiwa

“Pembekuan sel telur ini menjadi pilihan mereka hingga usianya mencapai 45 tahun,” ucap Kikuchi, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (15/7).

Untuk mengikuti metode ini, para wanita hanya perlu membayar 100 ribu Yen (setara Rp 1,2 juta) untuk pendaftaran prosedur tersebut. Biasanya, rumah sakit akan mengambil biaya sebesar 500 hingga 600 ribu Yen.

“Idenya adalah untuk menjaga sel telur bisa digunakan kala si wanita sudah berumur, dan semoga hal ini bisa meningkatkan kehamilan bagi perempuan di kelompok usia yang lebih tua,” ujar Kikuchi.

Menurut data dari sensus terbar, populasi penduduk di Jepang turun sebanyak hampir 1 juta penduduk dalam periode lima tahun. Selain itu, penduduk usia produktif yang makin sedikit dapat menyebabkan perusahaan perusahaan di Jepang kesulitan untuk merekrut pekerja baru. Hal Ini secara jangka panjang akan menyebabkan perekonomian Jepang terus mengecil.

Beberapa wacana untuk mengatasi masalah menurunnya jumlah penduduk usia produktif dikeluarkan seperti meningkatkan imigrasi, serta mengurangi jaminan sosial bagi penduduk usia tua. Namun hal ini mendapat pertentangan dari publik Jepang sehingga sulit untuk diimplementasikan.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.