Tokyo Game Show Telah Berada di Sudut Jepang Selama 20 Tahun




Tokyo Game Show

Dua puluh tahun yang lalu, dua pameran video game baru dilaksanakan di Tokyo dengan harapan mampu menarik perhatian dari gamers di Jepang. Tokyo Game Show pertama dilaksanakan pada tanggal 22-24 Agustus 1996, kemudian diikuti oleh gelaran E3 Tokyo pada bulan November.

Ini merupakan pertama kalinya (sekaligus yang terakhir kalinya) Tokyo menyelenggarakan E3, sebuah pameran elektronik dan hiburan yang berasal dari Amerika Serikat. Semenjak E3 Amerika menjadi gelaran utama pameran video game di dunia, pengunjung E3 Tokyo akhirnya beralih kepada Tokyo Game Show (TGS).

Hal ini juga yang membuat TGS mendominasi pasaran game di Jepang, dan di tahun 2016 ini Tokyo Game Show merayakan hari jadi ke-20. Pelaksanaan TGS 2016 diselenggarakan pada tanggal 17 dan 18 September.

“Tokyo Game Show memiliki tujuan sebagai acara promosu untuk para konsumen, dan tema di tahun pertama adalah ‘Cobalah game yang ada di pameran game’ ” Ucap Tatsuo Tamiyama, seorang direktur manajer di Computer Entertainment Supplier’s Association yang mana mereka menjalankan TGS.

Tatsuo menambahkan kalau tujuan utama acara tersebut (TGS) hanyalah untuk meningkatkan penjualan saja. Semenjak saat itu, Tokyo Game Show telah berkembang dan pengelolaannya pantas dipertimbangkan dalam hal kebudayaan. John Ricciardi, mantan editor Electronic Gaming Monthly mengatakan bahwa dirinya sudah datang di hampir setiap gelaran TGS.

“Itu bukanlah E3, E3 merupakan sesuatu yang lebih besar. Saya juga tidak bisa mengatakan kalau TGS sama seperti Gamescom (yang diselenggarakan di Eropa) karena saya pribadi belum pernah mengunjungi Gamescom secara langsung. Hanya pernah melihat apa yang terjadi disana dan apa yang dipamerkan. Kedua acara tersebut menjadi ajang untuk mengungkapkan barang baru kepada dunia. Sementara TGS hanya seperti sebuah pameran lokal, lebih terfokus untuk pasar Jepang.” Ucap John.

Daftar perusahaan yang ada di Tokyo Game Show tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, Nintendo tidak akan ikut dan Microsoft pun akan melewatkan ajang ini. Hal tersebut membuat Sony berada di posisi untuk mendominasi jalannya pameran dengan Playstation VR (salah satunya) yang mereka miliki.

“Saya rasa orang-orang ingin sesuatu yang belum dikonfirmasi untuk muncul di Tokyo Game Show. Seperti mereka ingin Capcom mengkonfirmasi ‘Devil May Cry 5’, Square Enix mengkonfirmasi ‘Dragon Quest XI’ dan ‘Final Fantasy VII Remake’. Seperti yang kita ketahui sejauh ini, ‘Resident Evil 7 : Biohazard’, ‘Nioh’, ‘Final Fantasy XV’ dan ‘Yakuza 6’ akan menjadi fokus utama pada gelaran TGS tahun ini.” Ujar Salvatore Romano, chief editor di website Gematsu.

Pada tahun 1996, Jepang berada di garis terdepan dalam dunia video games yang mana saat itu ‘perang console’ antara Nintendo, Sega dan Sony sedang memanas. Gelaran Tokyo Game Show pertama dilaksanakan di Tokyo Big Sight dan dipadati oleh 109.649 pengunjung. Selanjutnya, gelaran tersebut diadakan dua kali dalam setahun (saat musim semi dan musim gugur) mulai tahun 1997 sampai tahun 2002, akan tetapi, mulai tahun 2003 format tersebut diganti menjadi satu kali dalam setahun.

Tempat penyelenggaraan TGS pun dipindahkan ke Makuhari Messe Convention Center yang berada di prefektur Chiba semenjak musim gugur 1997 dan masih digunakan di tempat tersebut hingga saat ini. Tokyo Game Show pernah mendapatkan ‘jackpot’ pada tahun 2005.

Ketika itu, Nintendo mengungkapkan kemunculan console terbaru mereka, Nintendo Wii. Ditambah lagi, Hideo Kojima menampilkan game “Metal Gear Solid 4 : Guns of Patriots” untuk pertama kalinya. Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama, karena industri game Jepang mulai diambil alih oleh Amerika secara bertahap.

Semenjak tahun 2010, setiap gelaran Tokyo Game Show kedatangan lebih dari 200.000 pengunjung. Bahkan di tahun 2013, jumlah pengunjung yang datang menjadi yang terbanyak sejauh ini dengan total 270.197 orang. Dan jumlah pengunjung pun terus bervariasi dari tahun ke tahun.

Pada akhirnya, yang membuat Tokyo Game Show istimewa adalah acara ini merupakan sebuah acara yang mampu memenuhi kebutuhan orang Jepang, dan juga acara ini menarik perhatian baik gamers Jepang maupun gamers yang bukan berasal dari Jepang.

Sumber : The Japan Times

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.