Tidak Banyak Kasus yang Terjadi, Pengacara di Jepang Banyak yang Menganggur




Pencara semakin sulit mendapatkan kasus di Jepang

Pengacara pernah menjadi salah satu profesi paling populer di Jepang. Seiring berjalannya waktu, pengacara di Jepang justru banyak yang menganggur karena tidak banyak kasus yang tersedia.

Menurut data yang dilansir oleh Wall Street Journal, rata-rata penghasilan seorang pengacara untuk bidang hukum korporasi anjlok menjadi 9 juta Yen per tahun (Rp 1 miliar) dari sebelumnya 17,5 juta yen ketika situasi relatif lebih baik pada 2006.

Penghasilan para pengacara yang kerap menurun setiap tahunnya membuat tidak sedikit dari mereka yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Sangat sulit bagi kami bahkan sekadar untuk membayar tagihan bulanan,” kata Shinici Sakano, pengacara yang mengelola firma hukum di Osaka.

Tidak hanya bidang hukum perdata yang sepi kasus, kasus-kasus pidana yang membutuhkan jasa pengacara juga sepi. Hal ini tentu tidak terlepas dari tingkat kriminal di Jepang yang terus menurun.

Kementerian Pendidikan Jepang mencatat fakultas hukum kini kurang diminati calon mahasiswa. Tingkat pendaftaran mahasiswa baru ke Fakultas Hukum di seluruh negeri tinggal 1/7 dari masa jayanya pada 2004.

“Sedikitnya jumlah warga Jepang berminat menjadi pengacara akan menimbulkan masalah di masa mendatang,” ujar Kozo Fujita, Mantan Hakim Pengadilan Tinggi Hiroshima.

Popularitas profesi pengacara sempat melonjak saat Jepang mengubah sistem pengadilan yang menempatkan pentingnya pengacara sejak 2001. Peraturan ini dibuat karena Jepang mengalami kehancuran pasar saham akibat manipulasi perusahaan-perusahaan elektronik. Seketika banyak universitas di Jepang yang berlomba untuk mencetak pengacara terbaik.

Sakano mencoba menjelaskan kenapa pengacara sekarang seperti tidak laku di Jepang, hal ini juga terjadi karena kultur dari orang-orang Jepang sendiri.

“Masyarakat Jepang lebih suka menyelesaikan sengketa, baik pribadi maupun perusahaan, lewat jalur-jalur informal. Terutama negosiasi langsung antara pihak yang bersengketa,” ujarnya.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.