Ini Alasan Tidak Ada Petugas Pembersih Sekolah di Jepang




Semua kegiatan kebersihan di sekolah Jepang dikerjakan oleh para murid

Sistem pendidikan di Jepang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Pemerintah Jepang tidak hanya ingin membentuk siswa yang berprestasi di bidang akademik, namun juga mendidik mereka menjadi pribadi yang baik.

Berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia, di Jepang, seluruh siswa tak akan mendapatkan ujian hingga usia mereka mencapai 10 tahun. Siswa akan diajarkan tentang prilaku sehari-hari dan kehidupan.

Murid yang duduk di sekolah dasar diajarkan bagaimana hidup dengan baik. Mereka belajar untuk mengurus hewan, menghormati orang, dan memahami alam. Selain itu, siswa juga diajarkan tentang nilai-nilai kehidupan seperti pengendalian diri, tanggung jawab, dan keadilan.

Salah satu bentuk tanggung jawab yang diajarkan di sekolah adalah, anak-anak diminta menjaga lingkungan mereka tetap bersih. Dengan lingungkan yang bersih dan dijaga secara bersama, maka akan tercipta suasana yang harmonis.

Murid sekolah di Jepang bergantian untuk menjaga kebersihan sekolah mereka
Murid sekolah di Jepang bergantian untuk menjaga kebersihan sekolah mereka

Hal ini diyakini sebagai pelajaran mental, yang akan mengajarkan anak-anak rasa hormat serta tanggung jawab. Mereka akan memahami bahwa kebersihan adalah tanggung jawab semua orang. Sehingga para murid tak merasa diri mereka di “atas” dan mereka akan saling membantu dalam tugas membersihkan sekolah.

Saat memasuki jam makan siang, para siswa diajarkan untuk membawa sampah atau bekas makanan mereka ke zona daur ulang. Mereka juga harus membersihkan meja yang mereka gunakan untuk makan sebelum meninggalkannya.

Para siswa selalu menggelar makan siang bersama guru-guru mereka. Tujuannya menciptakan ikatan yang lebih erat antara siswa dan guru. Para siswa pun bertanggung jawab melayani makanan untuk guru-guru mereka.

Seorang murid yang kebagian tugas mengantarkan makan siang untuk murid lainnya
Seorang murid yang kebagian tugas mengantarkan makan siang untuk murid lainnya

Banyak sekolah di Jepang tak dilengkapi dengan kantin, murid biasanya makan siang di kelas masing-masing. Meski begitu, tersedia sebuah dapur utama tempat memasak makanan dan ada sebuah sistem untuk pembagian lauk yang terdiri dari ikan goreng dengan saus, sup sayuran, dan kentang tumbuk bagi murid-murid yang lapar.

Jadi, setiap hari para murid bergantian ke dapur untuk mengambil makan siang dan membagikannya pada teman-teman sekelas. Setelah itu mereka akan membersihkannya bersama-sama. Tidak ada petugas kebersihan di sekolah.

Manfaat pendidikan-pendidikan tersebut ke depannya, anak-anak akan terdorong dengan budaya kebersihan. Mereka juga akan lebih saling menghormati. Mereka diajarkan menjaga kebersihan ruangan bersama, menjadi tim yang membantu satu sama lain dan membuat mereka berinteraksi satu sama lain.

Sumber: Republika

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.