Takashi Inui Mencoba Mematahkan Tradisi Buruk Samurai Biru di La Liga




Takashi Inui saat mencetak gol ke gawang Granada di Estadio Municipal de Ipurua

Samurai dan Matador sepertinya tidak bisa bergandengan bersama, setidaknya untuk urusan sepakbola. Tidak seperti di Jerman, pemain asal Jepang mengalami kesulitan ketika berkarir di Spanyol. Bahkan, seorang Shunsuke Nakamura yang sangat sukses di Skotlandia pun gagal saat memutuskan berganti seragam Espanyol.

Shoji Jo menjadi pemain Jepang pertama yang berkiprah di Liga Spanyol. Sukses bersama Yokohama Marinos membuatnya dipinjam oleh Real Valladolid. Sayangnya, pemain yang menjadi bagian timnas Jepang di Piala Dunia 1998 itu gagal bersinar dan hanya bertahan dua tahun.

Setelah itu ada nama-nama seperti Akinori Nishizawa, Yoshito Okubo, Shunsuke Nakamura, Akihiro Ienaga, dan Hiroshi Ibusuki. Mike Havenaar menjadi pemain berpaspor Jepang terakhir yang gagal di Spanyol. Pemain keturunan Belanda itu bahkan hanya bertahan setengah musim di Cordoba.

Dengan segala catatan buruk para seniornya, Takashi Inui menutup mata dan mencoba peruntungannya di Spanyol saat memutuskan menerima tawaran dari Eibar di musim panas lalu.

Inui dibeli oleh Eibar dari Eintracht Frankfurt dengan mahar sebesar 300,000 euro untuk kontrak selama tiga tahun. Nilai transfer yang membuatnya menjadi pemain termahal dalam sejarah klub asal Basque tersebut.

Dibesarkan oleh Cerezo Osaka, Inui memutuskan pindah ke Eropa untuk bermain di divisi dua Liga Jerman bersama VfL Bochum. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menjadi salah satu pilar penting klub. Karena penampilan apiknya, semusim berselang ia dibeli oleh Frankfurt untuk bermain di kompetisi teratas Bundesliga.

Sayangnya meski termasuk pemain inti, Inui kerap kali gagal memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Frankfurt. Musim terakhirnya menjadi masa paling sulit dalam karir Inui. Hal yang membuat masa depannya di klub menjadi buram.

Takashi Inui menjadi pemain termahal yang dibeli oleh Eibar sejak klub itu berdiri
Takashi Inui menjadi pemain termahal yang dibeli oleh Eibar sejak klub itu berdiri

Menerima pinangan Eibar, Inui seperti berjudi. Ia sadar jika gaya bermain pemain asal Jepang diniai tidak cocok di La Liga, namun ia harus pindah untuk menyelamatkan karirnya jika ingin terus bermain di Eropa dan mencoba kembali merebut satu tempat di tim nasional dimana ia tidak lagi dipanggil sejak kegagalan Jepang di Piala Asia 2015.

Dengan segala masa lalu pemain Jepang yang suram di Spanyol, beban Inui tentu tambah berat dengan statusnya sebagai pemain termahal dalam sejarah klub. Sukses atau kembali ke Jepang seperti menjadi misi yang diusung oleh pemain berusia 27 tahun itu.

Inui memulai petualangannya bersama Eibar di Jornada kelima saat berhadapan dengan Levante. Debut yang terbilang manis karena meski gagal membawa timnya meraih kemenangan, Inui sukses mencatatkan assist pertamanya di La Liga.

Setelah itu Inui bermain dalam lima pertandingan berikutnya, termasuk menjadi pemain utama saat Eibar bertandang ke Camp Nou untuk menantang Barcelona. Inui juga bermain saat melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Espanyol, klub yang pernah diperkuat oleh Nishizawa dan Nakamura sepertinya ditakdirkan untuk menjadi tim pertama yang dibobol oleh Inui di Spanyol. Melalui aksi individu dari sayap kanan, Inui menusuk pertahanan Espanyol untuk kemudian melepaskan tendangan melengkung ke pojok gawang.

Golazo del Inui! Golazo! Kata-kata dalam bahasa Spanyol untuk menggambarkan sebuah gol yang luar biasa diucapkan oleh komentator. Gol yang dicetak Inui memang sangat indah dan memiliki arti penting untuk kelanjutan karirnya di La Liga.

inui eibar 2Penampilan cemerlang Inui di pertandingan itu dilengkapi dengan assist yang ia ciptakan untuk gol kedua Eibar sekaligus memberikan tiga poin untuk klub yang memiliki julukan Armeros.

Terbukti setelah pertandingan melawan Espanyol, kepercayaan diri Inui semakin meningkat yang berujung pada peformanya di lapangan.

Inui kembali mencetak gol dipertandingan berikutnya saat Eibar menghancurkan Granada 5-1. Gol yang diciptkannya menjadi pembuka pesta La Manita dari Eibar.

“Eibar adalah klub terbaik yang pernah saya bela.” ungkap Inui dalam satu wawancara dengan media Jepang pekan lalu. Seakan memberikan sinyal jika ia sudah terlahir kembali dan menikmati sepakbola seperti yang ia rasakan bersama Cerezo.

Inui kembali mencetak sebuah gol indah saat Eibar bertandang ke markas Celta Vigo kemarin dengan proses hampir sama dengan yang ia ciptakan ke gawang Espanyol.

Meski gagal memberikan kemenangan dalam pertandingan tersebut, setidaknya Inui membuktikan jika ia bisa menjadi pilar penting bagi Eibar selain Borja Baston.

Dengan gol tersebut, Inui juga berhasil menyamai catatan gol terbanyak dalam satu musim pemain Jepang di La Liga yang sebelumnya dipegang oleh Okubo saat bersama Mallorca di musim 2004-05.

Pemain yang sekarang memperkuat Kawasaki Frontale itu total mencetak lima gol saat bermain di Mallorca selama dua musim.

Hingga pekan ke-26, Inui sudah bermain dalam 18 pertandingan selama 1,120 menit dengan torehan tiga gol dan dua umpan berbuah gol untuk Eibar. Catatan yang sangat impresif untuk pemain yang baru bergabung.

Inui tentunya berpeluang untuk memecahkan rekor gol dari Okubo, sekaligus mematahkan tradisi buruk para pemain Jepang di Negeri Matador.

Bukan Shinji Kagawa, Keisuke Honda, ataupun Shinji Okazaki, tetapi Takashi Inui lah pemain terbaik Jepang di Eropa musim ini.

Eibar yang sebenarnya musim lalu terkena degradasi namun akhirnya selamat karena menggantikan posisi Elche yang krisis keuangan, tampak lebih siap dari musim pertama mereka di La Liga.

Jika terus mempertahankan peforma seperti ini, bukan tidak mungkin Eibar akan merebut jatah satu tempat ke Europa League untuk musim depan sekaligus membuka pintu untuk Inui bermain di kompetisi Eropa pertama kali dalam karirnya.

Foto: SD Eibar

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1807 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.