Sisi Gelap Industri Film Porno di Jepang




Di bulan Oktober 2016 kemarin, pengakuan artis pemain film porno Jepang (JAV) Saku Kasai mengguncang warga Jepang. Hal ini seakan kembali membuka noda hitam dalam bisnis panas di Jepang.

Menurut keterangan wanita berusia 30 tahun itu, selama 8 bulan ia dicuci otaknya oleh seorang bos produser film JAV dan menuntutnya ke pengadilan.

Sebelumnya pada bulan Maret 2016, kelompok pembela hak asasi di Jepang mengatakan gadis-gadis belia di Negeri Matahari Terbit itu mengalami eksploitasi dan pelecehan seksual di industri film porno yang bernilai jutaan dolar.

Mereka menyerukan pemerintah untuk memperketat aturan di industri film biru untuk melindungi kaum hawa.

Pornografi sudah bukan lagi barang tabu di Jepang. Sejumlah bintang porno perempuan sudah tidak malu-malu lagi tampil di televisi nasional dalam acara bincang-bincang atau menjadi komentator di majalah mingguan.

Namun sisi gelap industri esek-esek itu cukup jarang dibahas. Begitu pula dengan hak-hak para bintang porno di industri itu.

Dalam empat tahun terakhir ada 130 kasus yang dialami para gadis belia di industri film porno Jepang. Kasus-kasus itu di antaranya dipaksa berhubungan seks tanpa alat pelindung serta diperkosa beramai-ramai ketika syuting.

Kebanyakan kasus itu adalah akibat dari adanya penipuan dalam surat kontrak kerja. Para gadis belia itu awalnya ditawari menjadi model tapi kemudian malah disuruh bermain film porno.

Ketika mereka sadar telah ditipu dan ingin memutus kontrak, mereka diancam dengan tuntutan hukum. Setidaknya ada satu gadis gantung diri setelah ia dipaksa menandatangani kontrak di dalam satu ruangan dipenuhi laki-laki.

Industri film porno Jepang bernilai USD 4,4 miliar (Rp 57 triliun) dan saban tahun memproduksi sekitar 20 ribu film mesum.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2217 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.