Shinkansen Kian Menjadi Ancaman Serius Maskapai Penerbangan Jepang




Tingkat keselamatan yang tinggi membuat banyak orang Jepang yang lebih memilih naik shinkansen daripada pesawat

Kereta peluru atau yang lebih akrab kita kenal dengan nama Shinkansen memang menjadi salah satu daya tarik dari Jepang. Kereta super cepat ini bisa sangat menghemat biaya perjalanan meski harus merogoh kocek yang cukup mahal.

Kepopuleritasan Shinkansen di Jepang terus meningkat dan semakin menjadi ancaman serius untuk maskapai penerbangan di Jepang karena banyak penduduk dan wisatawan yang lebih memilih melakukan perjalanan menggunakan alat transportasi ini.

Baca Juga
Niigata Story #2: Max Toki, Shinkansen Kebangaan Warga Niigata
JR Pass: Menelusuri Jepang dengan Murah, Efektif, dan Efisien
Membedah Interior Shinkansen Evangelion
Kaiten-Sushi: Ketika Sushi Melaju bersama Shinkansen

 

Kereta peluru pertama kali dibuka pada 1 Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo. Jalur ini langsung sukses, melayani 100 juta penumpang kurang dari 3 tahun sejak dibuka pada tanggal 13 Juli 1967, dan melayani satu miliar penumpang pada 1976.

Shinkansen kian menunjukkan keperkasaannya ketika mulai menjelajahi hokuriku, tahun lalu. Kereta ini bisa memangkas waktu tempuh Tokyo-Kanazawa City menjadi dua jam 28 menit atau lebih cepat ketimbang menggunakan pesawat. All Nippon Airways (ANA), sebagai maskapai papan atas di Negeri Sakura pun harus rela memangkas frekuensi terbang ke wilayah itu setelah mengalami penurunan jumlah penumpang hingga 50 persen.

Shinkansen pertama kali beroperasi untuk menyambut Olimpiade Tokyo 1964

Tahun lalu, Shinkansen mengangkut 340 juta penumpang atau tiga kali lebih banyak ketimbang maskapai pesawat domestik. Hal ini lah yang membuat maskapai penerbangan Jepang mulai ketar ketir. Sekarang ini sudah banyak wilayah di Jepang yang bisa disambangi kereta peluru dengan waktu tempuh mendekati atau bahkan lebih cepat ketimbang pesawat.

Shinkansen Hokkaido yang menghubungkan pulau Hokkaido dengan pulau utama Jepang, Honshu secara resmi dibuka sejak bulan Maret silam. Menurut data yang dikeluarkan oleh Yahoo Japan Corp, kereta itu meluncur dengan kecepatan 320 kilometer per jam untuk menuju stasiun terbaru di ujung Hakodate dalam waktu 4 jam 2 menit. Setelah itu dilanjutkan kereta lain menuju pusat kota. Total waktu perjalanan mencapai 4 jam 29 menit.

Shinkansen Hokkaido yang menghubungkan Pulau Hokkaido dengan Pulau Honshu melalui jalur darat
Shinkansen Hokkaido yang menghubungkan Pulau Hokkaido dengan Pulau Honshu melalui jalur darat

Sedangkan total waktu tempuh menggunakan pesawat 3 jam 16 menit. Itu sudah termasuk check-in dan koneksi dari Tokyo station ke pusat kota Hakodate. Dengan total waktu yang masih lebih cepat, Presiden ANA Osanu Shinobe mengaku tak mencemaskan ekspansi Shinkansen ke Hokkaido.

“Dengan menimbang jarak tempuh yang masih lama, kami tak berpikir bahwa penumpang pesawat akan segera tergoda,” ujarnya seperti dikutip Bloomberg.

Meski demikian, hal ini tetap harus ditanggapi sebagai ancaman karena bukan tidak mungkin di kemudian hari, Shinkansen bisa memangkas waktu perjalanan dan membuat penumpang pesawat berpindah hati. Untuk perbandingan tiket, Shinkansen lebih murah ketimbang pesawat. Kelas bisnis ANA dari Bandara Haneda menuju Hakodate sekitar 44,900 yen, sementara tarif kelas utama hinkansen dibandril seharga 38,280 yen.

Kelebihan utama yang ditawarkan Shinkansen adalah para penumpang bisa menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan yang tidak bisa mereka dapatkan jika menggunakan pesawat. Alasan keamanan juga menjadi faktor pendukung kereta peluru ini bisa menjadi salah satu primadona di bidang transportasi.

Tidak ada daftar kecelakaan yang berakibat fatal dalam pengoperasian sejak pertama kali beroperasi sekitar 40 tahun yang lalu, meski ada beberapa orang terluka dan satu kefatalan dikarenakan pintu yang menjepit penumpang atau barang mereka. Shinkansen juga dilengkapi dengan sistem pendeteksian yang akan memberhentikan kereta bila gempa bumi terdeteksi.

Pada gempa bumi Chuetsu di Oktober 2004 sebuah Shinkansen yang dekat dengan pusat gempa lepas dari relnya, namun tidak ada penumpang yang terluka. Mengingat Tokyo akan kembali menjadi tuan rumah ajang akbar Olimpiade pada 2020 mendatang, sudah tentu kereta peluru akan terus melakukan inovasi untuk mengalahkan maskapai penerbangan Jepang.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.