Senbatsu Sousenkyo 2017: Hilangnya Nama-Nama Besar, Apakah ini Akhir Kejayaan AKB48?




Dinamika yang terjadi selama proses pendaftaran senbatsu sousenkyo 2017 sungguh tak dapat diduga. Sejumlah nama besar yang kerap menguasai posisi teratas dalam ajang bergengsi tersebut memilih untuk tidak berpartisipasi pada tahun ini. Dengan demikian, semakin banyak posisi yang terbuka untuk para anggota-anggota muda potensial, sebut saja Okada Nana, Mukaichi Mion, dan Takahashi Juri.

Sejumlah nama yang digadang akan menguasai posisi kami 7 yang memutuskan untuk tidak berpartisipasi tahun ini adalah Kashiwagi Yuki, Yamamoto Sayaka, Muto Tomu, dan Kodama Haruka. Kashiwagi Yuki dan Yamamoto Sayaka tahun lalu telah menyatakan bahwa tahun lalu merupakan tahun terakhir bagi mereka untuk berpartisipasi dalam sousenkyo.

Nampaknya mereka berusaha untuk memegang janji tersebut. Dalam blognya, Kashiwagi Yuki mengungkapkan bahwa tak ada habisnya rasa terima kasihnya terhadap para fans yang selama ini telah mendukungnya dan sepertinya fans sudah berbuat banyak untuknya. Oleh karena itu, walaupun dipenuhi keraguan hingga hari terakhir pendaftaran, ia memutuskan untuk tidak mendaftarkan diri.

Kashiwagi Yuki

Berbeda lagi dengan Muto Tomu yang baru memutuskan untuk mengundurkan diri dari sousenkyo beberapa hari setelah ia mendaftarkan diri. Muto Tomu mendaftarkan diri untuk Senbatsu Sousenkyo 2017 sekitar pukul 11 malam waktu setempat di hari terakhir pendaftaran. Beberapa saat setelah mendaftarkan diri ia mengungkapkan dalam twitternya bahwa tahun ini akan menjadi tahun terakhir partisipasinya dalam sousenkyo.

Namun, tak disangka beberapa hari kemudian ia mengungkapkan bahwa ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari sousenkyo tahun ini. Sebuah keputusan yang mengejutkan dan baru pertama kali terjadi dalam sejarah AKB48, setelah mendaftar kemudian mengundurkan diri. Dalam layanan mobile mail nya, ia mengungkapkan bahwa ia telah berpikir untuk tidak berpartisipasi dalam sousenkyo sejak tahun lalu ketika terdapat perayaan Sousenkyo 2017.

Pada hari tersebut terdapat pengumuman senbatsu single “High Tension”, namun ia tak termasuk di dalamnya walaupun pada single sebelumnya ia termasuk dalam senbatsu karena ia meraih peringkat ke-10 dalam sousenkyo. Ia merasa bahwa sepertinya sousenkyo nampak tak akan mengubah apapun dan tak ingin mengecewakan para fansnya lagi.

Oleh karena itu Muto Tomu memutuskan tetap berjuang di AKB48 dan meningkatkan kemampuannya tanpa berpartisipasi dalam sousenkyo. Namun di sisi lain, banyak yang melihat bahwa keputusannya untuk tak berpartisipasi karena ia ingin fokus menempuh ujian weather forecasting dan juga menempuh pendidikan S2. Muto Tomu menjadi anggota pertama dari AKB48 Group yang menempuh pendidikan S2.

Sashihara Rino

Kejutan lainnya datang dari Kodama Haruka, salah satu member papan atas dari HKT48. Tanpa penjelasan apapun ia tidak mendaftarkan diri dalam sousenkyo tahun ini. Sebelum pendaftaran pun Kodama Haruka yang kerap dipanggil Haruppi ini sering absen dalam beberapa pertunjukkan HKT48. Ia pun semacam hilang dari peredaran sosial media dengan tidak memberikan update apapun. Namun beberapa minggu selepas hari terakhir pendaftaran sousenkyo, ia kembali ke peredaran dan memperlihatkan bahwa ia baik-baik saja. Namun, tetap tanpa pembahasan terperinci mengenai alasannya untuk tak berpartisipasi dalam sousenkyo.

Kejutan tak berhenti di situ saja, dua nama besar lainnya, Sashihara Rino dan Watanabe Mayu mengungkapkan bahwa tahun ini akan menjadi tahun terakhir partisipasi dalam sousenkyo. Melalui pernyataan mereka tersebut terlihat bahwa akan terjadi persaingan sengit diantara keduanya karena para fans pastinya ingin membuat keduanya berhasil meraih peringkat pertama.

Watanabe Mayu

Namun, sejumlah orang berprediksi bahwa Sashihara Rino tetap akan menguasai mahkota AKB48 Group. Terlebih lagi dengan melihat kemenangan telaknya pada tahun lalu yang berhasil mengalahkan Watanabe Mayu dengan margin sekitar 63.000 suara. Sashihara Rino tak hanya menguasai pasar fans AKB48, kemenangan yang diraihnya sebelumnya juga merupakan berkat koneksinya yang begitu luas.

Tanpa adanya kedua nama tersebut dalam sousenkyo tahun berikutnya, Matsui Jurina dan Miyawaki Sakura menjadi dua nama kuat yang mungkin dapat menggantikan kompetisi diantara dua orang tersebut. Matsui Jurina sudah bertahun-tahun mengungkapkan keinginannya untuk menjadi nomor 1 dalam sousenkyo. Tahun ini ia menginjakkan umur ke-20 tahun dan nampaknya ia benar-benar bersungguh-sungguh untuk merealisasikannya pada tahun yang penting ini.

Matsui Jurina

Dengan hilangnya nama-nama besar tersebut, tentunya kita tahun ini akan melihat wajah-wajah baru di posisi tertinggi. Tentunya peluang meraih peringkat tinggi tak hanya terbuka untuk para anggota muda, namun juga anggota veteran seperti Matsumura Kaori, Takayanagi Akane, Minegishi Minami, dan Oba Mina.

Apakah arti dibalik dinamika baru ini? Apakah ini berarti era kejayaan baru atau justru akhir dari era kejayaan AKB48?

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2221 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.