Sekitar 87 Orang Bernama Hirokazu Tanaka Berkumpul di Tokyo




Sekitar 87 orang Jepang yang bernama Hirokazu Tanaka berkumpul dalam sebuah acara di Tokyo | PHOTO: KYODO

Memiliki nama yang sama dengan orang lain tentu sudah menjadi salah satu bagian di dalam kehidupan. Di Indonesia sendiri, mungkin ada beberapa nama yang sangat umum digunakan oleh orang. Misalnya Agus untuk nama laki-laki dan Annisa untuk nama seorang perempuan. Hal ini pun biasa terjadi di Jepang, salah satu nama yang umum adalah Tanaka (田中).

Bila kalian mempelajari bahasa Jepang melalui buku pelajarannya (Minna no Nihongo, misalnya), mungkin akan ada percakapan yang menggunakan nama Tanaka sebagai tokoh pembicaranya. Memang, memiliki salah satu nama yang sama dengan orang lain adalah hal yang umum, namun bagaimana jika nama lengkap kita sama dengan orang lain?

Di Indonesia sendiri mungkin hal ini cukup jarang terjadi, karena kita memiliki banyak sekali variasi nama, mulai dari yang bersifat kedaerahan sampai yang diserap dari nama-nama asal luar negeri. Bahkan, nama tokoh anime seperti Uchiha Madara pun sempat viral karena ada orang tua di Indonesia yang menamai anaknya dengan nama salah satu ninja klan Uchiha tersebut.

Lantas bagaimana dengan di Negeri Sakura? Biasanya, kalaupun ada nama lengkap yang sama, perbedaannya terlihat dari huruf kanji yang digunakan. Tetapi, baru-baru ini ada sebuah acara yang mengumpulkan orang Jepang dengan nama lengkap dan huruf kanji yang sama di Tokyo. Nama orang tersebut adalah Hirokazu Tanaka (田中宏和).

Seorang Hirokazu Tanaka berumur 48 tahun yang tinggal di Shibuya awalnya takjub dengan fakta tersebut. Ia berusaha untuk mencari Hirokazu Tanaka lain dengan kanji yang sama dan mengundang mereka untuk bertemu pada tanggal 28 Oktober lalu. Alhasil, sekitar 87 orang bernama Hirokazu Tanaka pun berkumpul di Tokyo.

Mereka yang datang berasal dari berbagai kategori umur, mulai dari remaja hingga yang sudah berumur 75 tahun. Meski belum bisa memecahkan rekor dunia sebagai pertemuan terbesar orang yang memiliki nama depan dan nama belakang sama (masih dipegang oleh Martha Stewarts sebanyak 164 orang), tetapi banyak media yang datang untuk meliput kegiatan ini.

“Ini adalah pertama kalinya kami bertemu, tetapi sudah ada rasa kekeluargaan di antara kami” ujar salah seorang Hirokazu Tanaka.

“Kami akan mencobanya tiga tahun lagi untuk memecahkan rekor” ujar Tanaka berusia 48 tahun yang menjadi penyelenggara acara.

Ia pertama kali terpikir untuk mencari ‘Hirokazu Tanaka’ yang lain adalah pada tahun 1994. Ketika itu, ia melihat seorang pemain baseball yang memiliki nama dan huruf kanji yang sama dengan dirinya. Pada awalnya, ia mulai mencari melalui teman-temannya dan memublikasikannya. Tetapi semenjak era internet dimulai, pencarian pun menjadi lebih mudah.

Karena orang-orang yang berkumpul di Tokyo memiliki nama yang sama, akhirnya mereka pun menyematkan nama panggilan untuk membedakan satu dengan yang lainnya. Contoh nama panggilan yang digunakan seperti Dokter, Komposer, Insinyur, Kamera dan Wajah Kecil.

Penamaan tersebut pun memiliki alasan dibaliknya, seperti halnya salah seorang Tanaka berumur 75 tahun asal Prefektur Gifu. Beliau memiliki nama panggilan “Shinkansen” karena beliau untuk pertama kalinya menaiki kereta cepat tersebut guna menghadiri acara ini di Tokyo.

Kelompok ini pun membuka sebuah situs, membuat sebuah lagu berjudul “A Song of Hirokazu Tanaka” (田中宏和の歌), dan menulis sebuah buku berjudul “Tanaka Hirokazu-san” (田中宏和さん) yang ditulis oleh 14 orang Tanaka. Sejauh ini sudah ada sekitar 137 Hirokazu Tanaka yang terdaftar di situs kelompok tersebut. Tanaka yang menyelenggarakan acara pertemuan ini pun sudah bertemu lebih dari 100 di antaranya.

Hirokazu Tanaka termuda saat ini adalah seorang bayi berusia enam bulan yang berasal dari Prefektur Yamaguchi. “Ketika saya menggendongnya, saya merasa ia seperti anak sendiri. Ia sangat lucu” kata Tanaka yang berusia 48 tahun tersebut.

Tanaka pun memiliki ambisi usai menggelar acara di Tokyo. “Ketika orang dengan nama depan dan nama belakang yang sama berkumpul lalu melakukan sesuatu, itu adalah sebuah seni. Saya harap suatu hari kami bisa mengadakan sebuah ‘Eksibisi Hirokazu Tanaka’ di Museum of Modern Art di New York” tutupnya.

Sumber: The Japan Times

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



Faiz Fachnaz Saputra 52 Articles
Gamer | IGN: Riyuunyan | Japanese Football Enthusiast | Pokemon Master | Freelance Writer | SAISAI Family x AID x i's