Sekelompok Pria Jepang Gelar Demonstrasi Anti-Valentine




Demonstrasi anti-valentine yang dilakukan di Shibuya pada hari Minggu (12/2) kemarin.

Sekelompok pria Jepang turun ke jalan Shibuya menggelar demonstrasi anti-Valentine hari Minggu (12/2) kemarin. Para pria tersebut mengklaim, pasangan yang merayakan hari Valentine melukai hati mereka.

Mereka yang turun ke jalan tergabung dalam ‘Kakuhido’ atau Aliansi Pria Revolusioner yang Perempuan Lihat Tidak Menarik. Kelompok ini pertama kali dibuat oleh Katsuhiro Furusawa setelah diputuskan oleh kekasihnya pada tahun 2006 silam.

Para demonstran anti-valentine membawa spanduk bertuliskan, “Hancurkan Hari Valentine” serta meneriakan yell-yell seperti “bercumbu di ruang publik termasuk terorisme!”. Aksi mereka tak ayal mengundang perhatian banyak orang yang berada di kawasan Shibuya.

“Tujuan kami untuk menghancurkan kapitalisme cinta. Orang seperti kami yang tidak mencari nilai di cinta tengah di tekan oleh masyarakat. Itu merupakan konspirasi dari orang-orang yang menganggap pria tidak menarik sebagai orang rendahan atau pecundang,” ujar kepala hubungan masyarakat kelompok Kakuhido, Takayuki Akimoto.

Berbeda dengan yang ada di kebanyakan negara lain, valentine atau hari kasih sayang di Jepang sendiri dirayakan dua kali, tanggal 14 Februari (Valentine Day) dan 14 Maret (White Day).

Dalam budaya Jepang, pertukaran hadiah pada Hari Valentine dan Hari Putih bertujuan mempererat hubungan antara rekan kerja dan teman-teman, serta memberikan waktu beristirahat dan menghibur diri dari sibuk dan stres pekerjaan.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2217 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.