Sejarah Kelam Pembunuhan Masal di Jepang




Serangan mengerikan yang dilakukan oleh Satoshi Uematsu di Pusat Penyandang Disabilitas menorehkan sejarah tragis baru di Jepang.

Serangan mengerikan seperti ini bukan pertama kalinya dilakukan di Jepang, sebelumnya tercatat beberapa tragedi serupa terjadi walaupun Jepang memiliki angka yang relatif rendah di dunia.

Berbeda dengan Amerika Serikat, Jepang sangat ketat dalam pengaturan kepemilikan senjata, membuat kejahatan dengan menggunakan senjata api pun sangat jarang terjadi. Namun kembali lagi, bukan berarti Negeri Sakura tak tersentuh angka kriminalitas sekalipun.

Serangan Gas Sarin Kereta Bawah Tanah Tokyo 

Anggota Aum Shinrikyo membunuh 12 orang dan melukai 5.000 orang lebih di Kereta Bawah Tanah Tokyo pada tahun 1995 melalui serangan gas sarin pada jam sibuk.

Sebanyak 10 orang bertanggung jawab atas serangan tersebut, mereka merupakan pengikut Shoko Asahara, yang mendeklarasikan dirinya sebagai nabi dan memprediksi konflik global, permulaan yang diharapkan oleh para pelaku agar dapat dipercepat.

Baca Juga
Terjadi Penyerangan Sadis di Salah Satu Pusat Disabilitas Jepang
Hikikomori: Fenomena Mengurung Diri di Kamar Bertahun-Tahun
Menurut Menteri Keuangan Jepang, Pokemon GO Berdampak Positif Bagi Hikikomori dan Otaku
Mengapa Banyak Tragedi Bunuh Diri di Jepang?

Kelompok yang sama membunuh 8 orang dan melukai lebih dari 200 orang beberapa tahun sebelumnya, juga menggunakan gas sarin. Gas tersebut dilepaskan ke wilayah perumahan para hakim yang pada suatu kasus yang melibatkan kelompok tersebut.

Serangan di Kereta Bawah Tanah tersebut dianggap sebagai terorisme domestik dan pembunuhan masal paling mematikan setelah Perang Dunia II.

Pembunuhan Massal Sekolah Osaka

Seorang mantan janitor, Mamoru Takuma (37) pada 8 Juni 2001 memasuki sebuah SD di Ikeda, Prefektur Osaka dan mulai menusuk para guru dan bahkan murid berkisaran umur 7 tahun.

8 anak terbunuh dan 13 anak lainnya, termasuk beberapa guru, terluka akibat serangan tersebut. Sang pembunuh, yang memiliki rekam jejak penyakit mental dan pernah terlibat kasus pemerkosaan, akhirnya dihukum gantung pada September 2004.

“Insiden Serangan Acak” Akihabara 

Pada Juni 2008, Tomohiro Kato (25) menyetir sebuah truk ke tengah-tengah keramaian di Akihabara, sebuah distrik yang terkenal dengan kultur otaku, menewaskan 3 orang dan melukai 2 orang lainnya.

Ia kemudian turun dari kendaraannya dan menyerang orang di sekitarnya dengan pisau, menewaskan 4 orang dan melukai 8 orang.

Kato dikenal sebagai seorang penyendiri yang mudah marah, sebelumnya ia telah menuliskan pesan tentang keinginannya melakukan aksi tersebut secara online. Pada akhirnya Kato dijatuhkan hukuman mati.

Penusukan Pelajar di Bus

Yuta Saito, seorang pengangguran berumur 27 tahun, mengamuk di luar Stasiun Toride, Prefektur Ibaraki pada Desember 2010, menusuk dan memukuli sejumlah pelajar di 2 bus umum.

14 orang, 11 diantaranya merupakan pelajar dari sekolah sekitar, mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Sumber dan Foto: TIME

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.