Sasaran Utama Dijatuhkannya Bom Atom oleh Sekutu Bukanlah Hiroshima dan Nagasaki




Peta Kyoto kuno yang ditargetkan (diberi lingkaran) ingin dibom nuklir oleh Amerika Serikat pada tahun 1945.

Peristiwa pengemboman bom atom di Kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 menjadi awal kekalahan Jepang di Perang Dunia II. Tiga hari berselang, 9 Agustus bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki. Setelah itu, pada 15 Agurus Kaisar Hirohito mengumumkan jika Jepang menyerah tanpa syarat dan berakhir pula Perang Dunia II.

Ternyata, sebelum Hiroshima, target utama dijatuhkannya bom atom oleh pihak sekutu terutama Amerika Serikat adalah Kyoto. Hal ini terungkap dari berbagai dokumen rahasia Jepang maupun Amerika Serikat. Setelah Meksiko,
Memang ada 17 target kota yang akan diserang bom atom saat diskusi dimulai 27 April 1945. Masing-masing adalah Tokyo Bay, Kawasaki, Yokohama, Nagoya, Osaka, Kobe, Kyoto, Hiroshima, Kure, Yawata, Kokura, Shimosenka, Yamaguchi, Kumamoto, Fukuoka, Nagasaki, dan Sasebo.

Tokyo sudah pasti tak jadi dibom karena sebelumnya telah dibombardir dengan bom biasa oleh Amerika Serikat. Praktis Tokyo lumpuh. Namun karena melihat Jepang masih belum mau menyerah, maka diputuskan menjatuhkan bom atom.

Jenderal Leslie Richard Groves, kepala Proyek Manhattan, mengingkan Kyoto jadi kota pertama di Jepang yang dijatuhkan bom atom karena pernah menjadi Ibukota Jepang dan jumlah populasi cukup banyak, serta menjadi hilir mudik kereta api sambungan ke berbagai kota. Jika bom dijatuhkan di Kyoto, diperkirakan akan berdampak luas dan menghancurkan moral warga Jepang.

Namun hal ini ditolak mentah-mentah oleh Sekretaris Perang, Henry Stimpson. Sampai dengan pertemuan kedua para petinggi militer Amerika Serikat, diputuskan Kyoto sebagai target pertama, lalu Hiroshima, kemudian Yokohama, Kokura, dan Niigata.

Tanggal 30 Mei Stimson bertemu Groves membicarakan target pengeboman. Tetap saja Stimlson menolak Kyoto dijadikan target pengeboman. 6 Juni Stimson bertemu  Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman  mengimbau agar tidak mengebom Kyoto.

Dua hal alasan Stimson. Pertama ia tak mau citra Amerika Serikat jelek di masa depan, tak mau dinilai seperti Hitler juga yang kejam. Hal kedua menurut Stimson karena bom atom yang akan dijatuhkan itu sangat kuat sehingga benar-benar akan menghancurkan Kyoto sebagai kota budaya. Truman akhirnya setuju, dan pada tanggal 25 Jui memutuskan untuk menjadikan target pertama 6 Agustus pengeboman Kota Hiroshima dengan catatan, agar tempat yang banyak wanita dan anak-anak dijauhkan. Hanya menargetkan fasilitas militer dan kekuatan tentara Jepang di situlah boleh dibom.

Banyak yang mempertanyakan, mengapa Stimson mempertahankan Kyoto sejak pertama agar tidak dibom? Padahal Groves bersikukuh agar Kyoto lah dibom pertama kali sejak awal diskusi para petinggi militer. Dari penyelidikan menunjukkan, akhir tahun 1920-an Stimson pernah ditempatkan sebagai Gubernur Jenderal di Filipina dan telah mengunjungi banyak kota termasuk Kyoto.

Sumber: Tribunnews

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 1802 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.