Pesona Malam Hozenji Yokocho di Tengah Keramaian Dotonbori




Hozenji Yokocho menjadi salah satu tempat paling menarik untuk menghabiskan malam di Osaka

Jika Tokyo punya Shibuya dan Shinjuku sebagai pusat hiburan malam, tak diragukan lagi jika pusat hiburan malam di Osaka berada di Dotonbori. Jejeran kuliner, tempat berbelanja, hingga sungai Dotonbori dan papan Glico menjadi magnet ribuan orang berkunjung ke tempat ini setiap harinya.

Saat tempat-tempat lain di Osaka mulai sunyi ditelan malam, Dotonbori akan tetap meriah setelah senja. Dari sekian banyak tempat menarik di Dotonbori, ada satu sisi yang sangat menarik perhatian. Sebuah lorong kecil yang bernama Honzenji Yokocho.

Deretan izakaya yang berada di sepanjang Hozenji Yokocho

Di Hozenji Yokocho terdapat lebih dari 60 izakaya atau bar tradisional Jepang. Saat hari mulai gelap, akan banyak orang Jepang yang datang untuk minum-minum dan bersantai bersama kerabat serta sahabat. Suasana malam di sini tak jauh berbeda dengan yang ada di Golden Gai, Shinjuku. Tempat yang tepat untuk menghilangkan penat akibat lelah bekerja.

Sake, bir, okonomiyaki, Yakitori serta makanan khas Jepang lainnya menjadi sajian utama izakaya yang ada di Hozenji Yokocho. Harga dari makanan dan minuman di sini pun terbilang masih terjangkau. Untuk urusan makanan, Osaka memang terbilang lebih murah jika dibandingkan dengan Tokyo.

Bir dan kuliner khas Jepang jadi salah satu sajian utama di izakaya

Nama Hozenji Yokocho semakin populer saat seorang penulis terkenal yang bernama Sakunosuke Oda menuliskan kisah cinta antara Ryukichi dan Choko. Di dalam cerita, pasangan tersebut bertemu dan pergi ke Meoto zenzai di Hozenji.

Di Meoto zenzai Ryoko berujar jika “menjadi pasangan lebih baik daripada menjadi diri sendiri”. Kata-kata tersebut diibaratkan sebagai pengorbanan untuk memilih cinta sejati yang akhirnya terkenal seantero Jepang.

Suasana di salah satu izakaya yang ada di Hozenji Yokocho

Lorong selebar 4 meter ini diberi nama Hozenji Yokocho karena jalan ini berakhir di Kuil Hozenji yang sangat unik dan menarik. Kuil Buddha ini terbilang sangat kecil dan sederhana jika dibandingkan dengan kuil lain yang ada di Jepang. Meski demikian, kuil ini memang mempunyai pesona tersendiri.

Kuil Hozenji dibangun sekitar tahun 1600 atau saat zaman Edo. Pada zaman Edo, sering diadakan drama dan teater di sepanjang jalan menuju kuil Hezonji. Penduduk kota akan berbondong-bondong menonton pertunjukan tersebut sekaligus memadati sepanjang jalan Hozenji Yokocho.

Kuil Hozenji Yokocho yang kecil dan unik

Di kuil ini juga terdapat sebuah patung Fudo Myo-o yang ditutupi dengan lumut berwarna hijau. Menurut cerita legenda, siapapun yang menuangkan air ke atas patung dan tetap menyatu, maka doanya akan terkabul. Tidak hanya orang Jepang yang datang bergantian untuk berdoa di sini namun juga banyak turis asing yang mencoba peruntungan mereka.

Jika kalian akan melakukan kunjungan Osaka, kami sangat menyarankan untuk setidaknya sekali menghabiskan malam di Honzeji Yokocho untuk sekedar minum santai dan menikmati cemilan khas Osaka yang dikenal sebagai surga bagi para pecinta kuliner Jepang.

Hozenji Yokocho terletak tidak jauh dari patung Glico dan restoran Kani-doraku, hanya cukup berjalan kaki selama 2-3 menit. Untuk lebih mudah menemukannya, kalian bisa menggunakan google maps saat berada di Dotonbori.

Akses menuju Dotonbori bisa menggunakan kereta subway lalu turun di stasiun subway Namba ataupun Namba nankai yang dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jika kalian pemegang JR Pass, bisa menggunakan kereta JR ke stasiun JR Namba.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About dshiryu13 7 Articles
デライ You only live once but you can be fat forever✌ thedailyjapan.com