Perusahaan Jepang Semakin Kekurangan Pekerja Lokal




Jepang tengah menghadapi kelangkaan pasokan pekerja lokal. Negera Matahari Terbit itu bahkan terancam tak bisa keluar dari belenggu stagnasi ekonomi sudah menerungku selama 20 tahun terakhir.

Salah satu penyebab semakin berkurangnya pekerja lokal adalah penyusutan jumlah penduduk dan berkurangnya pekerja usia produktif. Seiring dengan tingkat kelahiran anak yang kian menurun, jumlah manula di Jepang kian bertambah.

Menurut data di bulan Februari 2017, populasi Jepang sekarang ini berkisar 76,2 juta jiwa. Padahal di tahun 1998, populasi Jepang mengalami kenaikan hingga 86,99 juta jiwa.

Dari data tersebut, Jepang kehilangan rata-rata 500 ribu pekerja per tahun selama dua dekade. Ini penyusutan terbesar diantara negara maju.

Menghadapi permasalahan ini, banyak perusahaan Jepang mencoba mensiasatinya. Royal Holding Group, pemilik jaringan restoran ‘Royal Host’ itu harus mengakhiri layanan 24 jam sejak Februari lalu. Sementara Yoshinoya menawarkan beasiswa untuk mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Tujuannya tentu untuk menarik minat anak muda di Jepang untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Kekurangan pekerja lokal juga membuat Perusahaan logistik semacam Yamato Transport, harus mengubah standar pelayanan dan tarifnya. Langkah tak lazim dilakukan oleh sebuah perusahaan tengah berekspansi guna mengakomodasi peningkatan kebutuhan kliennya.

Efek domino dari menurunnya jumlah pekerja lokal adalah peningkatan upah para pekerja yang aktif, pada gilirannya, mendorong konsumsi masyarakat. Selain itu, jumlah pekerja asing juga semakin meningkat.

Data terakhir menunjukan pekerja asing di Jepang sekarang ini menyentuh angka 1 juta orang untuk pertama kalinya atau naik hampir 20 persen dari tahun sebelumnya.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga sedang mempertimbangkan kebijakan untuk mempercepat kedatangan pekerja asing. Persyaratan bagi pekerja asing di Jepang yang ingin menjadi penduduk tetap pun dipermudah.

Setelah pekerja asing tinggal di Jepang selama satu tahun, mereka bisa mengajukan diri untuk menjadi warga negara Jepang. Aturan sebelumnya mengharuskan mereka untuk menetap di Jepang selama lima tahun.

Kebijakan tersebut akan mulai diberlakukan sejak akhir Maret 2017 dengan harapan untuk memberikan dorongan ekonomi dan meningkatkan produktivitas.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2221 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.