Pemerintah Gagaskan Undang-Undang Cegah Kematian karena Lembur




Budaya bekerja secara profesional di Jepang memaksa para pekerjanya untuk bekerja lembut hingga larut malam yang justru berujung pada risiko kematian.

Salah seorang ahli hukum mengklaim bahwa karoshi – bahasa Jepang dari kematian karena terlalu banyak bekerja – meningkat hingga mencapai rekornya pada angka 1.456 orang pada tahun fiskal kemarin.

Mayoritas kasus yang tercatat banyak terjadi di sektor penyedia jasa kesehatan, sosial, pengiriman barang, dan konstruksi. Seluruh sektor tersebut kebanyakan mengalami permasalahan kekurangan pekerja.

Wanita muda sebagai pekerja temporer juga turut menjadi salah satu korban dari karoshi dan angkanya terus meningkat. Walaupun selama ini tradisinya lebih banyak pekerja pria yang dikenal sebagai salarymen yang menjadi korbannya.

Kawahito Hiroshi, Sekretaris Jendral Penasihat Pertahanan Nasional untuk Korban Karoshi, memperingatkan bahwa angka sebenarnya dari korban karoshi bisa saja sepuluh kali lipat lebih tinggi, mengingat kurangnya kepekaan terhadap permasalahan ini.

“Pemerintah telah mengadakan banyak simposium dan membuat poster mengenai permasalahan ini, namun ini merupakan propaganda. Solusi paling tepat adalah dengan mengurangi jam kerja dan pemerintah belum bisa berbuat banyak,” ungkap Kawahito.

Perjuangan para pekerja kantoran di Jepang untuk membatasi waktu kerja profesionalnya dan mendapatkan kehidupan yang seimbang antara bekerja dan istirahat, belakangan menjadi topik utama yang diperbincangkan.

Kementerian Tenaga Kerja menyadari bahwa karoshi mendorong risiko kematian karena penyakit terkait cardiovascular akibat terlalu banyak bekerja. Selain itu terdapat pula risiko peningkatan angka bunuh diri karena stress.

Dalam kasus bunuh diri, seorang korban dapat mengklaim kompensasi atas karoshi jika mereka bekerja setidaknya 160 jam lebih banyak dari seharusnya dalam satu bulan, atau lebih dari 100 jam lebih banyak selama tiga bulan berturut-turut.

Sejumlah faktor dinilai menjadi pendorong meningkatnya angka kasus karoshi, termasuk peningkatan jumlah pekerja jangka pendek, lemahnya penegakan hukum ketenagakerjaan dan budaya kantor yang hierarkis sehingga membuat seorang staf junior merasa tidak nyaman jika meninggalkan kantor lebih dulu dibandingkan seniornya.

Pada Desember silam, operator Watami, sebuah cabang restoran besar, dipaksa membayar sebesar 130 juta Yen karena kerugian yang dialami keluarga Mori Mina, 26, Mori bunuh diri karena terlalu banyak bekerja.

Mori bunuh diri pada Juni 2008, 2 bulan setelah ia mulai bekerja di perusahaan tersebut, ia terkadang dipaksa bekerja untuk shift lebih lama sebelum akhirnya dapat pulang dengan kereta paling pertama di pagi hari.

Pada bulan lalu, terdapat laporan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan pengurangan jam kerja lembur untuk para pekerja. Saat ini perusahaan dapat meminta lembur hingga 45 jam dalam sebulan.

Kebijakaan ini juga menindaklanjuti proposal tahun lalu untuk membentuk sebuah undang-undang baru yang memaksa pekerja untuk berlibur, setelah ditemukan fakta bahwa para pekerja mengambil kurang dari setengah jatah cuti nya pada tahun 2013.

Sumber dan Foto: Telegraph

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.