Patung Hachiko: Lambang Kesetiaan dan Titik Temu Terbaik di Tokyo




Lokasinya yang berada di tengah kota membuat Patung Hachiko kerap dijadikan titik temu

“Besok ketemuan dimana?”
“Di Hachiko aja, lebih gampang”

Kata-kata yang selalu saya ucapkan ketika melakukan janji untuk bertemu dengan teman-teman saat berada di Tokyo. Di tengah hiruk pikuknya ibukota Jepang tersebut, patung Hachikō memang menjadi titik temu paling sempurna. Selain karena mudah untuk ditemukan, juga banyak momen untuk diabadikan ditempat ini.

Kisah tentang Hachikō, seekor anjing di Jepang semakin terkenal seantero dunia ketika Amerika Serikat mendaur ulang film Jepang yang berjudul Hachiko Monogatari.

Baca Juga
Rasakan Sensasi Menyebrang di Shibuya Crossing!
Mencicipi Kebab Halal Terbaik di Shibuya
5 Hal Seru yang Kalian Dapat Lakukan di Shibuya
Daftar Restoran di Shibuya dan Shinjuku Yang Menyajikan Makanan Halal

Daftar Restoran di Shibuya dan Shinjuku Yang Menyajikan Makanan HalalDibintangi oleh Richard Gere, film ini mengisahkan tentang kesetiaan anjing bernama Hachikō yang selalu menunggu Profesor Hidesaburō Ueno pulang bekerja di depan stasiun Shibuya.

Hachi adalah anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Odate, setiap hari selalu mengantar dan menjemput majikannya sampai akhirnya ia tidak mengetahui jika sang Profesor meninggal dunia pada tanggal 25 Mei 1925. Hachi terus menunggu hingga bertahun-tahun.

Patung Hachikō juga sering dijadikan tempat tidur kucing

Ditahun 1932, Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang merasa tergugah dengan yang dilakukan oleh Hachi, ia kemudian menuliskan kisahnya dan dikirim ke Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari (“Kisah Anjing Tua yang Tercinta”).

Artikel ini mendapatkan banyak respon dari para pembaca. Setelah itu, Hachi pun menjadi idola dan ikon dari stasiun Shibuya. Sejak itu pula, akhiran (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.

Patung Hachiko terletak di jantung kota Tokyo

Dan akhirnya patung Hachikō pun didirikan di depan stasiun Shibuya. Acara peresmiannya disaksikan lebih dari 300 orang dan termasuk Hachikō sendiri.Seorang teman Saitō, Teru Andō yang juga adalah pematung menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.

Kemudian, 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun. Sayangnya tidak lama setelah itu Hachikō ditemukan tidak bernyawa.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2225 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.