Para Pegawai di Jepang Hampir tak Pernah Minta Naik Gaji




Sudah bukan rahasia lagi jika orang Jepang terkenal sebagai pekerja keras, banyak dari mereka yang bekerja melebih jam yang sudah ditentukan. Tuntutan biaya hidup yang sangat tinggi menjadi salah satu alasan mereka membanting tulang setiap harinya hingga larut malam.

Selain dikenal sebagai pekerja keras, para pegawai di Jepang ternyata hampir tidak pernah berpindah ke perusahaan lain. Hal ini ternyata menimbulkan permasalahan karena menyulitkan upaya dari pemerintah Jepang untuk menaikkan upah. Upah turun sejalan dengan lamanya pertempuran Jepang melawan deflasi.

Pemerintahan era Menteri Shinzo Abe sendiri sebenarnukya fokus unt mendorong ekonomi melalui siklus laba korporasi, upah, dan belanja konsumen yang lebih tinggi. Dilansir dari Bloomberg, Abe mengakui jika tantangan terbesar dalam membangkitkan ekonomi Jepang adalah merubah cara bekerja penduduk Jepang.

Di negara maju lainnya seperti Amerika Serikat, masyarakatnya akan terus berusaha mencari pekerjaan lain yang dapat menawarkan gaji lebih tinggi, hal ini ternyata tidak terjadi di Jepang. Menurut Hiroaki Muto, ekonom di Tokai Tokyo Research Center, salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesempatan karier jenjang menengah. Banyak perusahaan Jepang yang sejak lama memberlakukan perekrutan pegawai yang baru lulus dari sekolah ataupun universitas untuk memperkerjakan mereka hingga pensiun.

“Hampir semua orang melamar dan pensiun pada saat yang sama. Itu sudah menjadi sistem, tidak banyak perekrutan jenjang menengah,” ujar Muto.

Jika akhirnya seorang pekerja memutuskan untuk keluar atau pindah pekerjaan, biasanya dikarenakan alasan lain, bukan karena faktor gaji. Kebanyakan dari mereka ingin lepas dari kondisi kerja yang menurut mereka tidak memuaskan, seperti suasana kantor yang tidak nyaman ataupun ada rekan kerja yang tidak membuat mereka betah.

Dari survei yang dilakukan oleh pemerintah, hanya 10 persen dari responden yang mengakui mereka memutuskan pindah dari tempat kerja sebelumnya karena alasan gaji. Selain itu, pekerja di jepang hampir tak pernah meminta kenaikan gaji terlepas meski mereka sudah lama bekerja. Keengganan meminta kenaikan gaji bisa menjelaskan mengapa perubahan pekerjaan tidak berdampak pada kenaikan gaji di Jepang.

Faktor-faktor tersebut menyebabkan kenaikan upah pun hanya terjadi sangat tipis dalam 1,5 tahun terakhir. Pada Juli 2016 lalu, kenaikan upah di Jepang hanya 0,4 persen secara tahunan. Hal ini sudah dianggap sebagai progres meski tidak cukup kuat untuk mendorong target inflasi dua persen yang dipatok oleh Bank Sentral Jepang.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.