Pangeran Akishino Akan Menjadi Kaisar Jepang Selanjutnya




Pada musim panas tahun lalu, Kaisar Akihito mengejutkan warga Jepang dengan mengisyaratkan akan mundur sebagai kaisar Jepang karena masalah kesehatan. Pidato yang disiarkan langsung oleh televisi nasional tak pelak menyita banyak perhatian.

Setelah pidato tersebut, pemerintah Jepang membentuk tim khusus untuk membahasnya karena dalam dua abad ini tak ada Kaisar Jepang yang turun dari takhta saat masih hidup dan hukum yang ada juga tidak mengizinkannya.

Keputusan Kaisar Akihito sudah bulat, pemeritah Jepang pun sepertinya juga akan memberlakukan aturan baru. Pertanyaan berikutnya adalah siapakah yang akan menggantikannya?

Jawaban tersebut perlahan terkuak. Pangeran Akishino, anak kedua dari Kaisar Akihito akan menjadi Kaisar Jepang selanjutnya. Keputusan yang sedikit mengejutkan karena sebelum santer tersiar kabar jika putra pertama Pangeran Naruhito yang akan menjadi Kaisar.

Melansir Japan Times (14/4), sejak kemarin telah diadakan 12 kali pertemuan tim khusus pembahasan perubahan UU kekaisaran Jepang. Dari hasil pertemuan, telah diusulkan Pangeran Akishinomiya akan menggantikan posisi Kaisar Akihito.

Keputusan tersebut akan dibawa ke Perdana Menetri Shinzo Abe. Diperkirakan pada akhir Mei 2017 nanti sudah bisa dimasukkan ke dalam perdebatan di Parlemen Jepang dan akan segera diputuskan sehingga tahun ini akan ada Kaisar baru.

Permasalahan lain yang muncul dengan pergantian ini adalah apa nama panggilan untuk Akishino karena tentu saja ia tidak bisa disebut sebagai Tenno Heika atau Kaisar karena Kaisar yang sebenarnya (Akihito) masih hidup.

Tim khusus akhirnya memutuskan nama lain yaitu Koushi Denka atau Pimpinan Kaisar namun masih memerlukan pengesahan parlemen untuk nama tersebut.

Kaisar Akihito sendiri nantinya akan berubah nama panggilan menjadi Joukou atau Pensiunan Kaisar. Sedangkan Permaisuri Michiko akan disebut sebagai Joukougou.

Mundurnya Kaisar Akihito sekaligus akan mengakhiri era Heisei yang memiliki arti “mencapai perdamaian,” setelah sebelumnya menggantikan era Showa atau “pencerahan dan harmoni,” yang digunakan saat zaman ayahnya, Kaisar Hirahito.

Pemerintah Jepang hingga kini juga sedang menggodok ide untuk memberikan nama untuk era Kaisar mereka yang baru.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2225 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.