Niigata Story #2: Max Toki, Shinkansen Kebangaan Warga Niigata




Setelah membahas Niigata di bagian #1, masih ada yang menarik dari kota penghasil beras nomor satu di Jepang ini. Semua orang yang mengunjungi Negeri Sakura pasti ingin sekali untuk merasakan serunya naik kereta peluru atau Shinkansen.

Nah, pemerintah Jepang ternyata sedang fokus kepada transportasi kereta cepat ini dengan misi menyambungkan Jepang dari ujung utara hingga ujung selatan dengan satu railway saja.

Seperti yang sedikit dibahas pada artikel Niigata Story sebelumnya, bahwa salah satu akses untuk menuju ke Niigata adalah dengan menggunakan shinkansen. Untuk transportasi yang satu ini, memang menjadi pilihan yang sangat tepat bagi semua orang karena akan menyingkat waktu perjalanan.

“Trayek” Shinkansen yang disediakan pemerintah Jepang kepada masyarakatnya untuk menuju Niigata, bernama Joetsu Shinkansen, dimana “trayek” ini berada dibawah naungan JR (Japan Railways) East Company yang melayani dua kota yaitu Niigata dan Echigo-Yuzawa/Gala Yuzawa (tempat favorit bermain ski pada musim dingin).

Baca Juga
Niigata Story #1: Pesona Niigata Dibalik Gemerlapnya Tokyo dan Osaka
NGT48 Dijadikan Ujung Tombak Promosi Prefektur Niigata
Shinkansen Kian Menjadi Ancaman Serius Maskapai Penerbangan Jepang
Dari Model Cantik Hingga Idol Group dijadikan Ambassador Mempromosikan J.League

 

Terdapat dua nama kereta cepat dalam trayek Joetsu Shinkansen ini, yaitu Shinkansen menuju Niigata bernama “Toki” sementara Shinkansen menuju Echigo-Yuzawa bernama “Tanigawa”.

Ada sedikit cerita unik dalam sejarah trayek Joetsu Shinkansen ini, dimana kereta cepat ini pertama kali dibangun pada tahun 1971 atas dasar inisiatif dari Perdana Menteri Jepang pada saat itu yang bernama Tanaka Kakuei, yang merupakan putera asli Niigata.

Blue print projek Shinkansen ini digambar di atas kertas dengan menggunakan pensil berwarna merah. Biaya untuk pembangunan Shinkansen ini mencapai 630 Triliun rupiah, dengan tujuan untuk mempromosikan pariwisata kota yang paling dekat dengan Tokyo.

Pemandangan dari dalam Shinkansen Max Toki
Pemandangan dari dalam Shinkansen Max Toki

Pada tahun 1993, Joetsu Shinkansen menjadi Shinkansen paling cepat di Jepang, dengan menembus kecepatan maksimum hingga 425 km/h, yang pada awalnya Shinkansen menuju Niigata bernama “Asahi” dan “Max Asahi” yang berhenti beroperasi pada tahun 2002, lalu digantikan dengan “Toki” dan “Max Toki”.

Perbedaan Shinkansen “Toki” dengan “Max Toki” hanya pada jumlah dan jenis kereta yang digunakan, secara kecepatan dan daya tamping, Max Toki lebih unggul, karena Max Toki mempunyai gerbong dengan dua lantai atau tingkat, dimana lantai satu untuk kelas ordinary (ekonomi) dan lantai dua untuk kelas green (eksekutif).

Sementara “Toki” mempunyai jumlah gerbong yang lebih banyak, dikarenakan Toki tidak menggunakan gerbong yang bertingkat.

Logo di badan shinkansen Max Toki
Logo di badan shinkansen Max Toki

“Toki” menjadi shinkansen kebanggaan warga Niigata karena selama perjalanan, para wisatawan disajikan dengan pemandangan yang sangat indah, dimana barat laut kota Tokyo yang berisi pegunungan dan sawah yang hijau, apabila musim dingin, para penumpang bisa melihat salju-salju yang berada di atap rumah-rumah warga.

Saking bangganya warga Niigata kepada Shinkansen “Max Toki” dan “Toki”, NGT48 membuatkan lagu khusus yang bercerita tentang Niigata dan masyarakat di dalamnya yang berjudul “Max Toki 315-go” terdapat pada single AKB48 “Kimi wa Melody”.

Yuk, berkunjung ke Niigata, dan rasakan pengalaman menggunakan Shinkansen “Max Toki” kebanggaan warga Niigata.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment




About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.