Merangkum Kesuksesan Kimi no Na Wa, dan Kenapa Tetap Harus Disaksikan di Bioskop!




Kimi no Na Wa menjadi film Jepang terlaris di tahun 2016

Maaf jika saat ini The Daily Japan masih bersemangat mempromosikan film teranyar Makoto Shinkai. Kami merasa film ini masih belum menjangkau lebih banyak penggemar film secara umum yang tidak familiar dengan film-film animasi dari Jepang, kecuali mungkin garapan Studio Ghibli.

Padahal, di Jepang sendiri, film ini meraih sukses secara komersial dengan angka yang fantastis: bertengger di box office Jepang selama berbulan-bulan. Dan tidak hanya disukai oleh penonton lokal, film animasi ini juga mencuri perhatian kritikus. Lagipula, hanya tinggal satu hari menjelang perilisannya di Indonesia!

008

Empire Magazine menggadang-gadangkannya sebagai penerus Spirited Away.Mereka bahkan menjagokan film ini untuk meraih Oscar di kategori Best Foreign Languange Film atau Best Animated Feature. Makoto Shinkai disebut sebagai penerus Hayao Miyazaki dalam mempertahankan kekuatan film animasi Jepang di skala dunia.

The Guardian menyebut film yang soundtrack-nya diisi oleh band pujaan remaja, Radwimps, ini sebagai pembuktian Makoto Shinkai sebagai “raja” baru di industri animasi Jepang. The Telegraph, dalam ulasannya, menyandingkan film ini dengan Akira, Ghost In The Shell, dan Castle of Cagliostro, sebagai perwakilan anime yang dicintai di belahan barat oleh masing-masing generasi.

001

Bukan sebuah hiperbola jika mengingat film kelima Makoto Shinkai ini meraup keuntungan sebesar 13 milyar yen sejauh ini, sebuah angka yang terakhir kali dirasakan oleh seorang animator lain bernama.. yap, Hayao Miyazaki. Sebagai catatan, ketiga raksasa media tersebut memberikan nilai sempurna 5/5 untuk film ini.

Sementara IMDb dan Rotten Tomatoes masing-masing mencatatkan rating 8,9 dan 9,4. Hingga artikel ini diterbitkan, peluang untuk merebut singgasana Spirited Away masih bisa dicapai.

002

Dengan popularitas seperti itu, adalah hal yang wajar jika banyak penggemar film secara umum, maupun penggemar pop culture Jepang, yang mengharapkan untuk dapat menyaksikan sebuah karya masterpiece yang menyihir banyak mata. Termasuk di Indonesia, negara yang lumayan familiar dan punya animo yang cukup mengesankan soal film-film Jepang.

Doraemon: Stand By Me, Rurouni Kenshin, atau yang teranyar Attack on Titan jadi contoh bahwa film produksi negeri Sakura masih jadi komoditi yang laris disini. Namun tetap saja, pasar film Jepang masih bisa dibilang kecil, niche. Butuh lebih dari sekedar optimis, dari sisi importir, untuk mendatangkan film besar yang biayanya tentu tidak sedikit.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2217 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.