August 19, 2019

Menyusuri Sensō-ji, Kuil Tertua di Tokyo




Selain sebagai kuil tertua, Sensō-ji adalah salah satu ikon pariwisata Jepang

Berbicara kultur dan tradisi Jepang, kota terbaik untuk dikunjungi jika ingin merasakannya tentu saja Kyoto. Lantas di mana jika kita ingin menikmati Jepang tempo dulu saat berada di Tokyo? Jawabannya adalah Asakusa!

Jika berkunjung ke Asakusa tentu saja harus menyambangi Sensō-ji, kuil tertua yang ada di Ibukota Jepang tersebut. Dibangun pada tahun 628, kuil ini adalah salah satu destinasi utama di Jepang. Tak lengkap memang rasanya melancong ke Jepang tanpa menyisihkan waktu ke tempat ini.

Baca Juga
Menghabiskan Sore di Asakusa yang Menyajikan Sisi Tradisional Tokyo
Kaminarimon, Gerbang Halilintar Penyambut Para Wisatawan di Asakusa
Tokyo SkyTree: Menara Tertinggi di Jepang yang Menjadi Wajah Baru Negeri Sakura
Menguak Legenda Fushimi Inari Taisha, Kuil 1000 Gerbang

Dikisahkan sepasang nelayan kakak-beradik, Hinokuma Hanamari dan Hinokuma Takenari, menemukan patung Dewi Kannon tersangkut jaring mereka di Sungai Sumida. Sesepuh desa kemudian membangun kuil untuk menghormati Bodhisattwa Kannon yang juga dikenal sebagai Dewi Dewi Kwan Im, Dewi Welas Asih.

Kaminarimon atau gerbang halilintar

Saat tiba di stasiun kereta bawah tanah Asakusa, keluarlah di Kaminarimon Gate. Sebuah lentera besar berwarna merah sudah siap menyambut para wisatawan yang ingin berkunjung ke Sensō-ji. Gedung halilintar ini dijaga oleh dewa angin Fuujin dan dewa petir Raijin di sisi kanan dan kiri.

Setelah melewati gerbang Kaminarimon, kita akan memasuki pasar Nakamise. Ada sekitar 80 kios yang menjual jajanan, pernak-pernik, hingga suvenir tradisional Jepang. Selain itu, juga banyak kios yang menjual makanan ringan, namun untuk menjaga kebersihan, tidak diperbolehkan untuk makan disepanjang jalan pasar Nakamise.

Pasar Nakamise adalah tempat yang pas bagi yang ingin mencari suvenir khas Jepang

Melewati pasar Nakamise, kita akan melihat satu gerbang besar lainnya yakni Hozomon Gate yang menjadi pintu terakhir sebelum memasuki area Hondo atau hall utama dari Sensō-ji. Gerbang ini dijaga oleh patung Niozo. Menurut cerita, patung berwajah garang ini bertugas untuk menjaga gerbang dan melindungi Buddha. Tepat di belakangnya terdapat waraji atau sandal jerami besar guna mengusir hal-hal jahat.

Sebelum berziarah dan berdoa di Sensō-ji, para pengunjung akan memberishkan jiwa dan raga mereka dengan “o-mizuya” sebelum berdoa pada Dewi Kannon. Mereka akan mengambil air yang mengalir dari mulut 8 ekor naga.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.