Menuju Proses Pengadilan Pembunuhan Terkeji di Jepang Pasca Perang Dunia II




Uematsu Satoshi, pelaku penyerangan brutal di fasilitas perawatan kaum difabel Tsukui Yamayuri-en (Taman Lily Tsukui) akan menghadapi persidangan dalam waktu dekat ini.

Peristiwa yang terjadi pada 26 Juli 2016 silam menewaskan 19 orang di fasilitas perawatan yang berada di Kota Sagamihara, Prefektur Kanagawa tersebut. Kejadian ini mengejutkan masyarakat Jepang dan mendesak pemerintah untuk mengkaji kembali sistem kesehatan mental.

Kantor Kejaksaan Distrik Yokohama mendakwa Satoshi atas pembunuhan terhadap 19 orang warga dan percobaan pembunuhan dan melukai 24 orang lainnya yang berada di fasilitas tersebut.

Satoshi sebelumnya pernah menjalani program di fasilitas psikiatris dan pernah mengancam pusat fasilitas tersebut. Walaupun pria berumur 27 tahun tersebut pernah mengalami gangguan mental, hasil pemeriksaan psikologis menyatakan bahwa ia dapat mengikuti persidangan.

Satoshi membobol masuk ke dalam fasilitas perawatan kaum difabel tersebut, mengikat para perawat dan berkeliling gedung serta menusuki para penghuninya. Ia kemudian meninggalkan mereka dalam kondisi bermandikan darah. Setelah melakukan aksi pembunuhan keji tersebut, ia menyerahkan diri kepada polisi dan mengakui perbuatannya.

Satoshi dipaksa untuk masuk ke rumah sakit pada Februari 2016 setelah ia memberitahukan koleganya di fasilitas perawatan bahwa ia mempunyai intensi untuk membunuh para kaum difabel.

Sebelumnya, ia pernah mengirimkan surat kepada anggota parlemen majelis rendah yang menyatakan bahwa ia telah membuat perencanaan penyerangan malam hari di Tsukui Yamayuri-en dan fasilitas lainnya.

Ia merasa bahwa dirinya merepresentasikan keinginan masyarakat untuk eutanasia (praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan) atas persetujuan keluarga.

Sebelum Satoshi melancarkan serangannya, peristiwa penyerangan terbesar di Jepang terjadi pada tahun 1995 ketika anggota dari kelompok Aum Shinrikyo melancarkan serangan gas sarin di kereta bawah tanah. Peristiwa tersebut menewaskan 12 orang dan melukai ribuan orang lainnya.

Sumber: Strait Times

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2217 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.