Menjumpai Para Geisha di Kyoto




Gion menjadi tempat terbaik bagi yang ingin melihat Geisha berlalu-lalang

Ketika membicarakan tentang kultur, sejarah atau apapun yang berhubungan dengan Jepang, Geisha menjadi salah satu yang tidak bisa dilewatkan. Dengan tata rias dan penampilan yang berbeda dan unik, Geisha memang mudah untuk diingat dan dikenali bagi yang baru mulai mengenal tentang Jepang.

Siapa itu Geisha?

Rasanya semua orang ketika mendengar kata geisha maka yang terlintas di kepala adalah seorang seniman tradisional Jepang yang mengandung konotasi prostitusi atau kata lainnya adalah sebagai seorang wanita penghibur.

Baca Juga
Kuil Yasaka, Satu lagi Situs Warisan Berharga di Kyoto!
Kiyomizu-dera, Kuil Air Suci yang Dipercaya Bisa Mendatangkan Jodoh!
Sejarah Kyoto dan Pembangunannya di Era Modern
Higashiyama, Potret Keindahan Jepang Tempo Dulu

Seiring berjalannya waktu, jumlah pria yang tertarik menekuni bidang ini kian menurun, maka para wanita segera mengambil alih. Menurut cerita, sebagian wanita yang menjadi geisha ketika itu merupakan mantan pelacur, meski tidak semuanya.

Dalam bahasa Jepang, geisha memiliki arti “orang seni” atau orang yang terampil dalam seni tradisional Jepang seperti musik, tari, menyanyi, dan upacara minum teh. Pada awalnya, kebanyakan pria yang mengambil peran sebagai seorang geisha.

Sebagian besar geisha tinggal di sebuah rumah yang disebut okiya, yang dimiliki oleh seorang wanita yang biasanya mantan geisha. Kebanyakan okiya memiliki geisha utama, para magang, dan pelayan.Tradisi geisha yang dilakoni perempuan kemudian semakin tertanam kuat. Mereka memiliki hierarki dan kode etik yang ketat.

Tak jarang para gadis dijual kepada okiya. Mereka tidak bisa pergi sebelum melunasi biaya pembelian mereka kepada pemilik okiya. Gadis-gadis ini lantas dilatih di sekolah-sekolah lokal dan memiliki guru yang mengkhususkan diri dalam berbagai bidang seperti shamisen, tari, flute, drum, dan upacara minum teh.

Dengan segala bentuk tradisionalnya, Geisha masih tetap 'hidup' di Kyoto
Dengan segala bentuk tradisionalnya, Geisha masih tetap ‘hidup’ di Kyoto

Geisha di Kyoto

Di jaman modern sekarang ini, jumlah geisha sudah sangat menurun dan kesempatan terbaik untuk menemukan mereka adalah di Kyoto. Mantan ibukota Jepang ini memang masih sangat menjaga dan melestarikan kebudayaan dari negeri matahari terbit tersebut hingga sekarang.

Di Kansai, istilah “geiko” (芸妓) dan geisha pemula “Maiko” (舞妓) digunakan sejak Restorasi Meiji. Istilah “maiko” hanya digunakan di Kyoto.

Distrik Higashiyama adalah di mana sebagian besar rumah-rumah geisha dapat ditemukan dan sebagian besar tempat mereka bekerja. Juga harus ditahui bahwa ada dua kelompok yang berbeda.

Pertunjukan Geisha yang banyak menarik minat para turis

Geiko sendiri akan memiliki wajah putih dicat terkenal tapi sering berpakaian cukup sederhana dibandingkan dengan apa yang banyak orang akan bayangkan ketika berpikir tentang seorang geisha. Sedangkan yang mengenakan kimono yang benar-benar rumit dengan potongan rambut palsu lebih besar adalah “maiko”.

Salah satu tempat yang paling terkenal untuk bisa menjumpai geisha adalah jalan Ponto-cho yang terletak diantara antara Shijo dan Sanjo.

Pada bulan April dan Mei, selama Kamogawa odori khususnya adalah waktu yang tepat untuk melihat mereka sepanjang jalan ini karena ada pertunjukan teater diujung utara jalan dan Anda melihat para maiko dan geiko ini dengan kondisi yang lebih baik.

Geisha

Tempat terbaik lain di Kyoto untuk mencoba dan melihat lebih dekat geiko dan maiko adalah di Kawabata dori, jalan utama yang terletak di sepanjang sisi timur sungai Kamogawa.

Berjalan lah ke arah selatan dari stasiun Gion-shijo, ketika Anda sampai di 711 belok lah ke kiri dan akan terlihat jalan yang lebih tradisional. Saat berada disini pun kita bisa melihat banyak bangunan dan rumah makan yang masih mempertahankan gaya tradisional.

Berjalan di sepanjang jalan ini saat malam hari maka akan dengan mudah menemukan geiko dan maiko. Mereka menjadi daya tarik bukan hanya untuk turis asing tetapi juga warga lokal maka jangan heran banyak yang datang dengan membawa kamera untuk mengabadikan para geiko dan maiko.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 1802 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.