Menikmati Nyanyian Merdu dari Batang Bambu di Hutan Sagano




Becak atau jinrikisha untuk berkeliling area Arashiyama

Kyoto sebagai kota yang masih menjaga gaya tradisional Jepang memang menghadirkan banyak tempat menarik untuk dikunjugi. Tak heran jika kota yang berada di Kansai ini menjadi salah satu wilayah yang paling banyak diserbu para wisatawan.

Salah satu pesona dari Kyoto berada di Arashiyama yang terletak di sebelah barat kota. Di sini terdapat Hutan Bambu Sagano. Jalan setapak dengan dikelilingi oleh bambu bewarna hijau yang sangat luar biasa hingga membuat tempat ini selalu dipadati wisatawan setiap musimnya.

Pemandangan sungai Arashiyama saat musim gugur

Untuk menuju ke area Arashiyama dari stasiun Kyoto, naiklah subway jalur Karasuma menuju stasiun Shijo kemudian berjalan kaki ke stasiun Karasuma. Setelah itu naik subway jalur Hankyu Kyoto ke stasiun Katsura dan berpindah kereta jalur Hankyu Arashiyama. Bagi pengguna JR Pass, bisa menggunakan kereta JR jalur Sagano menuju stasiun Saga-Arashiyama.

Jika turun di stasiun Hankyu Arashiyama, perjalanan menuju hutan bambu akan memanjakan mata kalian, terutama saat musim gugur. Warna warni daun di pinggir sungai Arashiyama dan jembatan Togetsu akan membuka perjalanan Arashiyama dengan sempurna.

Pemerintah Jepang sangat menjaga kelestarian daun bambu yang ada disepanjang hutan Sagano

Batang bambu di hutan Sagano merupakan bahan utama untuk memproduksi berbagai produk lokal seperti cangkir, kotak, vas, keranjang dan tikar. Tempat ini memang sangat berjasa untuk Kyoto dan Jepang serta memiliki catatan sejarah yang penting. Karena alasan-alasan itulah pemerintah Jepang pun sangat menjaga dan merawat Hutan Bambu Sagano agar terus menjadi warisan budaya untuk generasi mendatang.

Jika berjalan di jalan setapak yang ada di tengah Hutan Bambu Sagano, para pengunjung akan merasakan suasana sejuk yang dihasilkan oleh pohon bambu  dan suara gemerisik daun yang tertiup angin. Saat angin berhembus, akan membuat ratusan bambu di hutan ini seperti menari dan menghasilkan suara alam yang sangat merdu.

Arashiyama menjadi salah satu tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap musimnya

Bunyi tersebut dianggap mampu memberikan ketenangan tersendiri bagi siapapun yang mendengar, hingga membuat pemerintah Jepang menyatakan bunyi gemerisik pohon bambu di Sagano sebagai salah satu dari 100 bunyi-bunyian di Jepang yang harus dilestarikan.

Mengunjungi Hutan Bambu Sagano memang memberikan ketenangan tersendiri. Tempat ini bisa membuat lupa sejenak dari segala beban pikiran. Objek wisata ini juga cocok untuk bersantai setelah kalian merasakan hiruk pikuknya Tokyo dan Osaka saat berlibur ke Jepang.

Becak atau jinrikisha untuk berkeliling area Arashiyama

Selepas berkeliling hutan bambu, kami sangat menyarankan kalian untuk bersantai di pinggir sungai. Baik itu hanya duduk untuk merenggangkan kaki ataupun menyantap kuliner di tempat-tempat makan yang berada disekeliling sungai.

Jika kalian memiliki budget berlebih, tidak ada salahnya untuk naik jinrikisha atau becak untuk berkeliling. Tarifnya memang cukup mahal untuk kantong orang Indonesia. Biasanya harga yang dipatok untuk berkeliling sebesar 5,000 hingga 7,000 yen atau sekitar 800,000 ribu rupiah untuk satu kali trip. Yang pasti, mengunjui Kyoto rasanya tak lengkap jika tidak mendengarkan bunyi gemerisik bambu di hutan Sagano.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2128 Articles

Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.