Menghabiskan Sore di Asakusa yang Masih Mempertahankan Gaya Tradisional Jepang




Asakusa menjadi salah satu tempat favorit turis asing saat berkunjung ke Tokyo

Salah satu pemandangan paling mencolok ketika kita berkeliling Asakusa adalah Jinrikisha yang berlalu-lalang di sepanjang jalan. Tugtug tradisional Jepang ini menjadi kendaraan alternatif wisatawan untuk menyusuri Asakusa jika memiliki uang berlebih.

Biaya untuk naik Jinrikisha cukup menguras kocek, berkisar antara 4000-6000 yen untuk satu orang, jika menaikinya berdua, bisa mendapatkan harga 10,000 yen, tergantung dari tawar-menawar dengan sang penarik Jinrikisha.

Jinrikisha atau becak tradisional Jepang menjadi daya tarik lain dari Asakusa

 

Selepas menikmati tempat-tempat menarik di Asakusa, tentu tidak boleh terlewatkan untuk menikmati kuliner yang ada disana. Bagi wisatawan muslim, ada satu tempat untuk menikmati ramen halal di sudut Asakusa.

Naritaya yang berlokasi di sekitar daerah perbelanjaan Sensoji Nishisando dan berdekatan dengan Kuil Sensoji, dari luar terlihat seperti gerai ramen tradisional lainnya. Begitu pula dengan interiornya, bangku kayu berjajar menghadap kaunter. Ketika berjalan memasuki restoran tersebut akan terlihat sertifikasi halal dari Japan Islamic Trust.

Ramen halal Naritaya

Penyajian ramennya terlihat tidak berbeda dengan ramen non-halal lainnya. Namun yang terlihat membedakan adalah kuahnya yang tidak nampak terlalu pekat seperti ramen tonkotsu yang menggunakan bahan dasar kaldu babi.

Secara keseluruhan, Asakusa menyajikan perpaduan gaya modern dan tradisional Jepang yang sangat syahdu. Waktu akan terasa bergulir cepat dan menyisakan rasa pegal di kaki. Namun, semuanya akan terbayar dengan pengalaman yang tidak terlupakan ketika menikmati sore di Asakusa.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 1802 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.