Mengenali Perbedaan Antara Kuil Shinto dan Kuil Buddha




Kuil adalah warisan budaya sekaligus harta nasional yang sangat berharga bagi Jepang

Banyaknya jumlah kuil yang ada di Jepang selalu menjadi daya tarik bagi para wisatawan asing yang berkunjung ke Negeri Sakura.

Wisata kuil masih menjadi unggulan bagi para wisatawan yang ingin menikmati sisi tradisional Jepang dan sejarah yang terjadi di masa lampu.

Secara sekilas, kuil-kuil tersebut terlihat sama, tapi ternyata kuil-kuil yang ada di Jepang memiliki perbedaan. Ada dua jenis kuil yang terdapat di Jepang, yaitu kuil Shinto dan kuil Buddha. Tidak hanya berbeda secara bentuk fisik bangunan, fungsi dari kedua kuil tersebut juga berbeda.

Baca Juga
4 Kuil Paling Populer yang Harus Dikunjungi Saat Berada di Kyoto
Kuil Hikawa Ōmiya, Pusat dari Semua Kuil Hikawa di Jepang
Kinkaku-Ji, Pesona Kuil Emas di Utara Kyoto
Kuil Meiji, Simbol Keabadian Kaisar Meiji di Tengah Jantung Kota Tokyo

Kuil Shinto atau shrine berfungsi sebagai tempat pemujaan para dewa atau Kami. Sedangkan kuil Buddha  atau temple berfungsi sebagai tempat ibadah bagi  para pemeluk agama Buddha.

Dengan mengetahui perbedaan kuil Shinto dan kuil Buddha di Jepang, para wisatawan dapat mengetahui hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di kuil-kuil tersebut sesuai dengan aturan yang ada.

Selain berbeda secara fungsi, kuil-kuil tersebut juga memilki perbedaan secara fisik. Apa sajakah perbedaannya?

1. Nama

Nama dari kuil Shinto biasanya diikuti dengan kata Jingu, Jinja, dan Taisha. Seperti Meiji Jingu, Yasukuni Jinja, dan Fushimi Inari Taisha. Sedangkan nama untuk kuil Buddha biasa diakhiri dengan kata Ji, Tera atau Dera, dan In. Seperti Ninna-Ji, Kiyomizu Dera, dan Byodo-In.

Kiyomizu-dera

2. Arsitektur

-Shinto

  • Torii: gerbang kuil Shinto.
  • Temizuya: tempat menyucikan diri sebelum berdoa di kuil.
  • Ema: papan penulisan permohonan untuk dewa.
  • Shimenawa: jerami berbentuk zigzag yang biasa digunakan untuk menandakan sesuatu yang disucikan.
  • Panggung: dipergunakan untuk menampilkan pertunjukan tari.
Papan Ema di kuil Hikawa Omiya

-Buddha

  • Osenko: merupakan tempat pembakaran dupa yang menjadi ciri khas dari kuil Buddha.
  • Pintu gerbang: bergaya arsitektur China dan berlapis-lapis.
  • Pagoda: kuil dengan atap bertumpuk-tumpuk.
  • Lonceng kuil

3. Bangunan Utama

-Shinto

  • Honden: hall utama tempat menyimpan benda-benda yang disucikan dan tidak sembarang orang yang bisa masuk kedalam honden.
  • Haiden: hall permohonan tempat untuk mengajukan permohonan kepada para dewa.
Tempat untuk melakukan doa di dalam Kuil Shinto

Buddha

  • Kondo: hall utama merupakan tempat untuk menyimpan benda suci maupun benda pemujaan.
  • Kodo: merupakan tempat pertemuan dan pembelajaran.

4. Patung Dewa Penjaga

Kitsune atau rubah penjaga di Fushimi Inari Taisha

Patung dewa penjaga biasanya diletakkan didekat gerbang masuk kuil. Patung-patung kuil Shinto tersebut biasanya berbentuk anjing, singa, atau rubah. Sedangkan patung penjaga di kuil Buddha atau Nio biasanya berjumlah sepasang dan ditempatkan di pintu gerbang.

 

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2217 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.