Menelusuri Keangkeran Hutan Aokigahara yang Menjadi Tempat Bunuh Diri




Ada yang pernah menonton film The Forest? Jika sudah menontonnya, pasti tidak asing dengan nama hutan Aokigahara. Film tersebut memang menceritakan keangkeran dari hutan yang dikenal sebagai tempat bunuh diri di Jepang.

Hutan Aokigahara merupakan hutan belantara sepanjang 35 kilometer persegi yang terletak di kaki pegunungan Fuji. Hutan iniembentang dari kota Kawaguchiko hingga desa Narizawa, Prefektur Yamanashi.

Baca Juga
Di Balik Kisah Game Fatal Frame Ada Cerita Misteri Himuro Mansion
Enam Lokasi Angker di Sekitar Tokyo
Cara Biksu di Jepang Untuk Menjadikan Dirinya Mumi
Teke-Teke, Misteri di Stasiun dan Rel Kereta

Banyak masyarakat sekitar dan turis yang pernah berkunjung melaporkan di hutan tersebut sering sekali terjadi penampakan-penampakan maupun aktivitas paranormal yang sulit dijelaskan secara logika.

Meski terkenal sebagai tempat yang angker, tidak mengurangi pesona hutan Aokigahara sebagai salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh para pelancong setiap tahunnya.

Ketika akan memasuki hutan, para pengujung diperlihatkan papan peringatan dalam bahasa Jepang. Meski sebenarnya papan tersebut ditujukan kepada mereka yang berkeinginan untuk bunuh diri di dalam hutan agar mengurungkan niatnya.

Tulisan di dalam papan tersebut jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia akan berbunyi: “Coba pikirkan sekali lagi tentang arti kehidupan yang diberikan kepada Anda, orangtua, saudara,dan anak-anak anda. Jangan tanggung sendiri penderitaan Anda, tolong hubungi seseorang.”

Di papan tersebut juga dituliskan nomor telepon hotline untuk meminta bantuan jika akhirnya orang yang berhasrat utuk bunuh diri akhirnya membatalkan niatnya.

Berdasarkan riwayatnya , hutan Aokigaraha memang menjadi tempat bunuh diri paling populer di Jepang, sekaligus menjadi wilayah yang menakutkan bagi siapapun yang mengunjunginya. Sejak tahun 1950, diperkirakan ada lebih dari 500 orang yang mengakhiri hidupnya di hutan ini.

Pada tahun 2002, ditemukan 78 mayat orang bunuh diri. Jumlah tersebut meningkat menjadi 105 mayat setahun berselang. Di tahun 2010, diperkirakan ada sekitar 200 orang atau lebih orang yang melakukan tindakan bunuh diri di hutan Aokigahara. Dari jumlah tersebut, 54 diantaranya berhasil diselamatkan.

Aokigahara adalah hutan yang sangat lebat dengan banyak pohon besar dan gua-gua es batu yang cukup populer di kalangan para wisatawan. Kondisi hutannya yang begitu tebal hingga suara lain tidak dapat masuk kecuali suara alam dari hutan itu sendiri.

Untuk menghindari dan agar tidak tersesat, kebanyakan para pejalan kaki dan wisatawan menggunakan pita kaset tape bekas untuk menandai jalur yang dilewati sehingga memudahkan mereka saat ingin kembali

Pada bulan Maret setiap tahunnya, atau pada akhir fiskal tahunan di Jepang menjadi periode tertinggi tingat bunuh diri. Cara paling banyak yang dipilih orang-orang yang mengakhiri hidup mereka adalah dengan menggantung diri mereka atau meminum racun.

Sejak tahun 1970 setiap tahunnya, para polisi, relawan, dan wartawan telah melakukan pencarian rutin jasad-jasad korban bunuh diri di hutan Aokigahara.

Bagi yang penasaran seperti apa keadaan hutan Aokigaraha, kalian bisa menyaksikan video dokumenter di bawah ini:

Sumber: kampungbaca

 

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



thedailyjapan 2225 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.