Memasuki Dunia Tanpa Busana di Onsen. Awkward!




Onsen jadi tempat favorit orang Jepang mengisi pagi di akhir pekan

Onsen atau pemandian air panas adalah salah satu tempat favorit orang Jepang dalam menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama sanak saudara ataupun para sahabat. Mereka biasanya pergi ke pemandian air panas saat akhir pekan, terutama saat musim dingin.

Berdasarkan beberapa tulisan yang dibaca sebelumnya, dan setelah mendengarkan beberapa cerita dari teman-teman yang sudah merasakan, ada rasa keengganan untuk mencobanya. Onsen selalu saya hindari ketika melakukan kunjungan ke Jepang. Memang benar saat berada di Jepang, sebisa mungkin kita merasakan pengalaman yang mungkin hanya ada di sana, namun rasanya tidak untuk onsen.

Baca Juga
Tips Untuk Mengunjungi Onsen
Berburu Sukajan, Jaket Kebanggaan Yankee Jepang
Para Ibu di Jepang Tetap Setia Mengantar Anak Mereka Dengan Mamachari
Surga Untuk Para Penggemar Onsen Berada di Prefektur Gunma

 

Sampai akhirnya ketika saya berada di Osaka, pengalaman memasuki dunia tanpa busana ini terjadi, tanpa kesengajaan. Teman saya yang orang Jepang mengajak pergi ke Public Bath. Entah kenapa ketika itu tidak terpikirkan jika itu adalah onsen. Karena sudah sampai di lokasi, tentu tidak enak hati jika akhirnya menolak.

Untuk mandi di onsen dikenakan biaya sebesar 1.200 yen, ditambah dengan biaya sewa handuk sebesar 500 yen (MAHAL!). Ketika sampai ditempat ganti baju, saya berucap dalam hati “yakin nih”? Saat masih tampak ragu melepaskan pakaian, teman saya ternyata sudah melepas semua pakaiannya dan berujar ‘ikoooo!.’ Tampak bersemangat, kontras dengan saya yang merasa sangat awkward.

onsen-jepang

Karena waktu itu adalah akhir pekan, keadaan di dalam onsen sangat ramai. Penuh dengan orang yang berlalu-lalang tanpa sehelai pakaian alias telanjang namun tampak sangat santai. Karena sudah kepalang, dan cuaca saat itu sedang sangat dingin, saya akhirnya nyebur ke kolam. Merasakan air hangat di udara dingin memang seperti menengguk air dingin ketika sedang sangat haus.

Lima menit berselang, saya mulai sedikit merasa nyaman berendam di kolam air panas. Rasa nyaman yang mungkin mendekati kata ‘ya sudahlah nikmati saja’. Hingga akhirnya saya melihat pemandangan yang sangat sulit dilupakan hingga sekarang. Ketika menengokan kepala ke belakang, tampak sosok kakek tua yang sudah keriput sedang menggerakan kakinya ke kanan dan kiri sehingga alat kelaminnya yang juga keriput terlihat jelas. What the f*ck did I just see?!

Perasaan shock yang belum hilang semakin bertambah ketika segerombolan orang Jepang nyebur ke kolam yang sama. Mereka sebenarnya terlihat ramah dan mengajak berbicara. Namun… mengobrol dengan orang lain dengan keadaan telanjang rasanya sangat, sangat aneh.

onssen

Karena sudah merasa lelah melihat pemandangan yang sebenarnya tidak enak untuk dilihat, tidak sampai 30 menit saya memutuskan untuk meninggalkan kolam dan mandi. Sementara teman saya terlihat masih menikmati berendam di kolam air hangat. Ya, ia berada di dalam kolam selama dua jam! Orang Jepang memang sangat suka berendam di onsen.

Catatan untuk kalian yang ingin merasakan pengalaman mandi di onsen, bagi yang memiliki tato tidak diperbolehkan untuk masuk. Tidak boleh juga untuk mengambil foto, dan tentu saja tidak boleh memakai celana ketika berendam atau nantinya petugas akan menghampiri dan meminta Anda untuk melepaskannya.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.