Melancong ke Kobe dengan Daytrip dari Osaka




Menara pelabuhan Kobe

Selain Tokyo dan Kyoto, Osaka berada di garda depan untuk pariwisata Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, Osaka semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan asing. Namun jika boleh jujur, dibanding dengan Tokyo, Osaka akan terasa membosankan jika dikunjungi dalam waktu yang cukup lama.

Untungnya, Osaka diapit oleh kota-kota yang juga sangat menarik dan bisa dicapai dengan daytrip seperti Kyoto, Kobe, Nara, hingga Himeji. Kali ini The Daily Japan akan membahas kunjungan singkat selama satu hari ke Kobe dari Osaka yang mungkin bisa menjadi bekal kalian dalam menyusun itinerary saat hendak melancong ke Jepang.

Kereta gantung di Nunobiki

Untuk mengunjungi Kobe, dari stasiun Osaka naik kereta JR jalur Himeji menuju stasiun Sannomiya kemudian berpindah ke jalur Subway menuju stasiun Shin-Kobe. Sebenarnya bisa juga turun di stasiun Kobe, tapi rute berkelana di Kobe sepertinya akan lebih seru dimulai dari Nunobiki dan mengakhirinya di Pelabuhan Kobe saat malam hari.

Sesampainya di stasiun Kobe, tempat pertama yang harus dikunjungi adalah air terjun Nunobiki yang terletak tidak jauh dari stasiun. Di tempat ini, selain menikmati keindahan air terjun, kita juga bisa naik kereta gantung untuk melihat keindahan tempat ini secara keseluruhan. Biaya untuk naik kereta ini sebesar 1.400 yen untuk perjalanan naik dan turun.

Distrik Kitano di Kobe yang sangat kental dengan gaya Eropa

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Ijinkan Kitano. Menurut kami ini adalah distrik paling menarik di Kansai. Di Kitano, kita seakan dibuat lupa sedang berada di Jepang karena suasananya yang disajikan seperti sedang berada di Eropa. Tidak mengherankan karena menurut catatan sejarah, kota Kobe menjadi pintu pertama masuknya kebudayaan asing di Jepang.

Banyak tampat menarik yang bisa disinggahi di Kitano. Mulai dari Denmark House, England House, hingga Austrian House yang akan membuat kita benar-benar lupa sedang berada di Jepang. Di Kitano juga terdapat musuem yang akan menjelaskan kenapa tempat ini sangat kental dengan gaya Benua Biru.

Bangunan Starbucks di Kitano yang sangat Instagrammable

Tidak hanya tempat wisatanya, bangunan 711 dan Starbucks di Kitano dibangung dengan konsep ala Eropa dan berbeda dengan gerai-gerai lainnya yang tersebar diseluruh Jepang. Singkat kata, tempat ini sangat Instagrammable!

Setalah puas dengan gaya Eropa di Kitano, petualangan akan berlanjut ke Masjid Kobe yang juga adalah Masjid pertama di Jepang. Kota Kobe juga menjadi pintu pertama masuknya kebudayaan Islam di Negeri Sakura.

Masjid Kobe tercatat sebagai Masjid pertama di Negeri Sakura

Selain memiliki perananan penting perkembangan Islam di Jepang, Masjid Kobe juga menjadi salah satu saksi kuasa Allah SWT. Saat Perang Dunia II, Kobe manjadi salah satu kota yang hancur akibat bom, namun Masjid ini tetap kokoh berdiri. Kejadian serupa terulang saat kota ini dihantam oleh gempa besar Hanshin di tahun 1997 silam.

Di sekeliling Masjid Kobe, banyak restoran halal yang menyajikan banyak makanan khas Timur Tengah. Tak perlu khawatir karena para penjual di restoran tersebut mayoritas bisa berbahasa Inggris dan tak sedikit juga yang mengerti bahasa Melayu..

Menurut banyak orang, Kobe Beef adalah daging terbaik di Jepang

Mengunjungi kota di Jepang tentu tak akan lengkap tanpa membeli oleh-oleh atau Omiyage. Tempat terbaik untuk berbelanja di kota ini adalah Kobe Motomachi yang mirip dengan Pasar Baru di Jakarta. Di sini kita bisa membeli banyak suvenir khas Jepang, dan juga mencicipi makanan khas Kobe. Jika kalian memiliki budget lebih, cicipilah Kobe Beef yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia. Sekarang ini juga sudah banyak Kobe Beef yang halal meski harganya jauh lebih mahal.

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About dshiryu13 7 Articles
デライ You only live once but you can be fat forever✌ thedailyjapan.com