Masuk Pasar Jepang, Spotify Menantang Toko Musik di Jepang Yang Masih Berjaya




Tower Records, salah satu toko musik terbesar di Jepang

Layanan musik streaming terbesar di dunia, Spotify, secara resmi diluncurkan di Jepang pada Kamis (29/9/) kemarin. Dalam acara peluncuran di Tokyo, CEO Spotify Daniel Ek mengatakan bahwa perusahaannya menekankan pentingnya pasar Jepang dan ingin memperkenalkan budaya musik Jepang ke dunia.

Masuk ke pasar Jepang, Spotify akan bersaing dengan toko-toko musik yang masih berjaya di sana. Para pecinta musik di Negeri Sakura masih sangat aktif membeli rilisan fisik. Sedangkan musisi Jepang sendiri terbilang sukses mengemas CD mereka dengan mensisipkan berbagai macam bonus yang membuat para penggemar akan membeli CD, tak sedikit dari mereka yang membeli lebih dari satu buah CD untuk satu rilisan.

Baca Juga
Mengapa Masih Banyak Toko Musik di Jepang?
Berburu CD Bekas Murah Meriah di Jepang Dengan Kondisi yang Masih Bagus
Village Vanguard: Toko Buku Unik dan Persembunyian Para Otaku
Patung Hachiko: Dari Tempat Bersejarah Hingga Titik Temu Terbaik di Tokyo

Bahkan, banyak musisi Jepang yang kerap melakukan promosi langsung ke toko musik dengan melakukan pertunjukan singkat dan mengadakan sesi tanda tangan secara langsung bagi penggemar yang membeli CD. Dengan situasi seperti ini, mampukah Spotify bersaing?

Menanggapi hal ini, Dave Price sudah menyiapkan rencana dengan melakukan trial kepada orang-orang yang dipilih oleh Spotify hingga nantinya akan berjalan sepenuhnya pada bulan November mendatang.

ONE OK ROCK ketika mempromosikan secara langsung album mereka di Tower Records Shibuya
ONE OK ROCK ketika mempromosikan secara langsung album mereka di Tower Records Shibuya

Spotify di Jepang menawarkan dua paket untuk 40 juta lagu. Untuk layanan berbayar (premium) akan dikenakan biaya bulanan sebesar 980 yen atau sekitar 9 USD. Untuk layanan gratis (free) akan disisipkan iklan dimana pengguna bisa menghilangkan iklan tersebut jika upgrade ke layanan berbayar.  Ini adalah layanan streaming musik mainstream pertama di Jepang yang beroperasi pada model “freemium”.

“Ini adalah model yang membuat kami menjadi layanan musik terbesar di dunia” ujar sang CEO seperti yang dikutip dari NHK.

Melansir Japan Times, sebelum Spotify, di Jepang sendiri ada Apple, Amazon dan perusahaan domestik seperti AWA dan LINE serta perusahaan lainnya yang menawarkan layanan streaming yang hingga sekarang masih berjuang untuk bersaing dengan toko-toko musik.

Sebagai contoh, lagu-lagu yang terdaftar di aplikasi musik Line diunduh sebanyak 8 juta oleh para pengguna dalam delapan minggu pertama perilisan atau saat masih dalam promosi gratis. Setelah itu, LINE kesulitan karena minimnya pengguna yang meng-upgrade paket mereka ke layanan premium atau berbayar.

Orang Jepang terhitung rajin mengunjungi toko musik

Berdasarkan data yang dikeluarkan Data Labo dari survey yang mereka lakukan di bulan April silam, 57,8 persen dari 703 pengguna layanan streaming di Jepang masih menggunakan layanan gratis dengan tidak meng-upgrade ke layanan premium.

Menurut situs TechCrunch, Jepang adalah pasar musik terbesar kedua di dunia, dengan penjualan hampir menyentuh angka 3 milyar per tahun. Pecinta musik di Jepang masih lebih memilih untuk membeli rilisan fisik daripada rilisan digital.

“Spotify adalah sebuah platform internasional. Kami bertujuan untuk menghubungkan musisi Jepang dengan 100 juta pengguna yang kami miliki,” ujar Akira Nomoto, pejabat yang bertanggung jawab atas perizinan Spotify Jepang.

“Kami ingin menjadi bisnis yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan industri musik Jepang.” tutupnya.

Menarik unuk menunggu apakah Spotify bisa menaklukan toko musik di Jepang seperti yang sudah mereka lakukan sebelumnya di negara lain. Namun, mengingat pasar musik di Jepang sangat berbeda, nampaknya mereka harus menerapkan taktik yang berbeda juga untuk di Jepang.

 

BE THE FIRST TO COMMENT

Leave a Comment



About thedailyjapan 1817 Articles
Portal Informasi terlengkap dan tips wisata ke Jepang. Kuliner, Budaya, Musik, Film, Hiburan, Olah-Raga, Event dan kota-kota terbaik di Jepang.